Kades dan Perangkat Desa di Manggarai Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa Mencapai Rp 1 Miliar

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Manggarai Barat menetapkan Tiga tersangka korupsi Dana Desa Golo Lujang, Kecamatan Boleng dan satu tersangka Korupsi Dana Desa Lale, Kecamatan Welak, Manggarai Barat. (Foto, Kejari Manggarai Barat)

Labuan Bajo, Flobamor.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat menetapkan tersangka tindak pidana korupsi Dana Desa di dua desa di Kabupaten Manggarai Barat yang merugikan negara lebih dari Rp1 miliar.

Dugaan korupsi itu terjadi di Desa Golo Lujang, Kecamatan Boleng dan Desa Lale, Kecamatan Welak.

Penetapan tersangka dilakukan pada 29 April dan diumumkan melalui siaran pers pada 1 Mei 2025.

Kejaksaan Negeri Manggarai Barat menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi di Desa Golo Lujang. Mereka adalah Aloysius Nasus, mantan Kepala Desa pada 2021-2022; Kristoforus Onal, Sekretaris Desa tahun 2017 sampai sekarang; dan Emilianus Susanto, Bendahara Desa tahun 2021-2022.

BACA JUGA:  Bongkar Aliran Dana Buzzer, Sidang Perkara Suap Hakim Ungkap Strategi Terorganisir Para Terdakwa

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Ngurah Agung Asteka Pradewa Artha mengatakan dugaan korupsi di Desa Golo Lujang terjadi pada tahun anggaran 2021-2022.

Dalam keterangan yang diterima Flobamor.com, Artha mengungkapkan, kerugian negara akibat perbuatan para tersangka mencapai Rp 952.071.408.

Nilai kerugian itu berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara oleh Inspektorat Kabupaten Manggarai Barat Nomor: 07/INSPEK/LHP-KHUSUS/2023 tanggal 05 April 2023.

Sementara dugaan korupsi Dana Desa di Desa Lale, Kejaksaan menetapkan Kepala Desa Lale periode 2017-2022, Avensius Galus sebagai tersangka.

Berdasarkan perhitungan Inspektorat Kabupaten Manggarai Barat sebagaimana disampaikan melalui surat Nomor: Inspek/700.1.2.1/35/IV/2025 Tanggal 22 April 2025, nilai kerugian dugaan korupsi di Desa Lale mencapai Rp650.422.405.

BACA JUGA:  Ribuan Pengunjung Tumpa Ruah Rayakan Weekend di Mawatu, Menyaksikan Live Music Bertajuk "Halloween"

Meski demikian, pihak kejaksaan tidak merinci terkait modus dugaan korupsi yang dilakukan para tersangka, baik di Desa Golo Lujang maupun Desa Lale.

hasil penyidikan menunjukkan bahwa pemerintah Desa Golo Lujang melakukan sejumlah kegiatan, tetapi tidak dapat dibuktikan secara formil, tapi intinya ada kegiatan fiktif,” ujar Artha.

Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

Kini, para tersangka ditahan di Rumah Tahanan Polres Manggarai Barat selama 20 hari, terhitung 29 April hingga 18 Mei 2025.

Bila terbukti bersalah, para tersangka bakal dikenakan pidana penjara maksimal 20 tahun dan pidana tambahan berupa perampasan aset. Hal tersebut sesuai dengan pasal yang digunakan untuk menjerat tersangka.

Kejaksaan menggunakan dakwaan alternatif. Untuk dakwaan utama, para tersagka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

BACA JUGA:  Bos PT Surya Sejati Bantah Tuduhan Tampung Solar Ilegal, Klaim BBM Dibeli dari Lelang Resmi Kejaksaan

Bila pelanggaran atas pasal 2 ayat (1) tak terbukti, Kejaksaan menggunakan dakwaan subsidair sebagai alternatif yaitu diduga melanggar Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Ancaman pidana atas pelanggaran Pasal 2 ayat (1) adalah maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Berita Terkait

Labuan Bajo Darurat Mafia Tanah! Kepala BPN Manggarai Barat Kembali Dijadwalkan Diperiksa Penyidik Polres
Masih Banyak Pengendara Bandel di Labuan Bajo, Kasat Lantas Polres Mabar Keluarkan Peringatan Tegas
Dilaporkan ke Polres Mabar Sejak 2024, Kasus Dugaan Penipuan Yogi Asmaranto Tak Kunjung Diproses, Korban Mengaku Kecewa
Wakil Bupati Yuliaus Weng Resmi Buka Turnamen Voli Idul Adha Cup 1447 H di Soknar Golo Mori
Babak Baru Kasus MBG: 30 Nama Tokoh Besar Diduga Masuk Daftar Korupsi MBG
Bos Asal Surabaya Yogi Asmaranto Diduga Tipu Pengusaha di Labuan Bajo, Bayar Utang Pakai Cek Kosong
Tragedi Maut Wisata Cunca Wulang: Jenazah Dua Turis Austria Dikremasi di Bali
Usai Dicopot Prabowo, Kini Jadi Tersangka: Harta Rp9 Miliar Dadan Hindayana Terungkap

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:24 WITA

Labuan Bajo Darurat Mafia Tanah! Kepala BPN Manggarai Barat Kembali Dijadwalkan Diperiksa Penyidik Polres

Senin, 8 Juni 2026 - 21:48 WITA

Masih Banyak Pengendara Bandel di Labuan Bajo, Kasat Lantas Polres Mabar Keluarkan Peringatan Tegas

Senin, 8 Juni 2026 - 19:54 WITA

Dilaporkan ke Polres Mabar Sejak 2024, Kasus Dugaan Penipuan Yogi Asmaranto Tak Kunjung Diproses, Korban Mengaku Kecewa

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:04 WITA

Wakil Bupati Yuliaus Weng Resmi Buka Turnamen Voli Idul Adha Cup 1447 H di Soknar Golo Mori

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WITA

Bos Asal Surabaya Yogi Asmaranto Diduga Tipu Pengusaha di Labuan Bajo, Bayar Utang Pakai Cek Kosong

Berita Terbaru

error: Content is protected !!