Flobamor.com – Turnamen sepak bola Messah Cup III di Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menuai sorotan serius. Ajang yang semestinya menjadi panggung sportivitas dan persaudaraan justru berubah menjadi kericuhan dan perkelahian yang telah berulang kali terjadi.
Situasi tersebut memicu keresahan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH) dan PSSI Manggarai Barat segera mengambil langkah tegas, termasuk menghentikan turnamen demi mencegah potensi bentrokan yang lebih besar.
Desakan itu disampaikan melalui keterangan yang diterima media ini pada Sabtu (24/10/2026). Mereka mengungkapkan, sedikitnya tiga kali insiden keributan dan perkelahian terjadi sejak kompetisi tersebut berlangsung.
Tiga Kali Keributan, Keamanan Turnamen Dipertanyakan
Rentetan insiden tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai jaminan keamanan selama pertandingan berlangsung. Para tokoh masyarakat menilai penyelenggara belum mampu memastikan situasi tetap kondusif bagi pemain, ofisial, maupun penonton.
Bahkan, menurut keterangan mereka, keributan masih terjadi meskipun aparat penegak hukum berada di lokasi.
“Sudah tiga kali ribut, terjadi perkelahian sejak turnamen tersebut berjalan. Panitia tidak bisa bertanggung jawab menjamin keamanan. Buktinya, saat ada APH di lokasi pun masih terjadi perkelahian,” ungkap mereka.
Tak Ingin Menunggu Korban, Turnamen Diminta Ditutup Hari Ini
Kekhawatiran terbesar para tokoh masyarakat adalah kemungkinan terjadinya bentrokan susulan yang lebih serius. Mereka menilai, tanpa langkah pencegahan yang nyata, situasi yang semula dapat dikendalikan berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Mereka pun meminta APH dan PSSI Manggarai Barat tidak menunggu sampai korban berjatuhan baru mengambil keputusan.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, tokoh masyarakat Pulau Messah meminta kepada APH dan PSSI Mabar untuk segera menutup kegiatan tersebut,” ujar mereka.
Para tokoh masyarakat juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kodim mengenai perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.
“Sudah koordinasi di Kodim juga tadi, mereka siap bergerak,” kata mereka.
Panitia dan Wasit Ikut Disorot
Persoalan keamanan bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Para tokoh masyarakat juga mempertanyakan profesionalitas panitia dan perangkat pertandingan dalam mengelola kompetisi.
Mereka menilai, berdasarkan pengamatan mereka, pelaksanaan turnamen belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan.
Keputusan-keputusan pertandingan yang memicu ketidakpuasan antar tim dikhawatirkan dapat memperkeruh suasana apabila tidak bersikap secara profesional.
Dalam kompetisi yang mempertemukan banyak tim dan suporter, ketegasan panitia, netralitas perangkat pertandingan, serta pengendalian keamanan menjadi unsur penting untuk mencegah perselisihan berkembang menjadi perkelahian.
Dugaan Pernyataan Menantang, Ada Apa di Balik Sikap Panitia?
Sorotan lain muncul terkait dugaan pernyataan bernada menantang yang disebut-sebut dilontarkan oleh seseorang yang dikaitkan dengan kepanitiaan sekaligus penanggung jawab kegiatan.
Menurut keterangan para tokoh masyarakat, berdasarkan informasi yang mereka terima, orang tersebut diduga menyampaikan pernyataan kepada salah satu tim pada malam sebelumnya.
“Tidak ada yang berani tutup kegiatan ini,” demikian ucapan yang dikutip para tokoh masyarakat dan diduga berasal dari oknum tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Media ini masih berupaya mengkonfirmasi ketua Panitia Messah Cup III untuk dimintai tanggapan.
Redaksi Flobamor.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi panitia Messah Cup III, PSSI Manggarai Barat, aparat keamanan, serta pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












