Tiga Kali Ricuh, Tokoh Masyarakat Desak Turnamen Messah Cup III Segera Dihentikan

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Turnamen sepak bola MESSAH CUP III di Pulau Messah, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, diwarnai kericuhan saat pertandingan antara GPSL melawan PRIMA JAYA di Lapangan Desa Pasir Putih, Rabu (21/10/2026).

Turnamen sepak bola MESSAH CUP III di Pulau Messah, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, diwarnai kericuhan saat pertandingan antara GPSL melawan PRIMA JAYA di Lapangan Desa Pasir Putih, Rabu (21/10/2026).

Flobamor.com – Turnamen sepak bola Messah Cup III di Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menuai sorotan serius. Ajang yang semestinya menjadi panggung sportivitas dan persaudaraan justru berubah menjadi kericuhan dan perkelahian yang telah berulang kali terjadi.

Situasi tersebut memicu keresahan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH) dan PSSI Manggarai Barat segera mengambil langkah tegas, termasuk menghentikan turnamen demi mencegah potensi bentrokan yang lebih besar.

Desakan itu disampaikan melalui keterangan yang diterima media ini pada Sabtu (24/10/2026). Mereka mengungkapkan, sedikitnya tiga kali insiden keributan dan perkelahian terjadi sejak kompetisi tersebut berlangsung.

Tiga Kali Keributan, Keamanan Turnamen Dipertanyakan

Rentetan insiden tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai jaminan keamanan selama pertandingan berlangsung. Para tokoh masyarakat menilai penyelenggara belum mampu memastikan situasi tetap kondusif bagi pemain, ofisial, maupun penonton.

BACA JUGA:  Disaksikan Presiden, Jaksa Agung Serahkan Uang Pengganti Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi CPO Rp13,2 Triliun ke Menkeu

Bahkan, menurut keterangan mereka, keributan masih terjadi meskipun aparat penegak hukum berada di lokasi.

“Sudah tiga kali ribut, terjadi perkelahian sejak turnamen tersebut berjalan. Panitia tidak bisa bertanggung jawab menjamin keamanan. Buktinya, saat ada APH di lokasi pun masih terjadi perkelahian,” ungkap mereka.

Tak Ingin Menunggu Korban, Turnamen Diminta Ditutup Hari Ini

Kekhawatiran terbesar para tokoh masyarakat adalah kemungkinan terjadinya bentrokan susulan yang lebih serius. Mereka menilai, tanpa langkah pencegahan yang nyata, situasi yang semula dapat dikendalikan berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Mereka pun meminta APH dan PSSI Manggarai Barat tidak menunggu sampai korban berjatuhan baru mengambil keputusan.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, tokoh masyarakat Pulau Messah meminta kepada APH dan PSSI Mabar untuk segera menutup kegiatan tersebut,” ujar mereka.

BACA JUGA:  Luput dari Jeratan Hukum, Penambang Pasir Ilegal di Nangalili Bebas Beroperasi Selama Bertahun-Tahun

Para tokoh masyarakat juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kodim mengenai perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.

“Sudah koordinasi di Kodim juga tadi, mereka siap bergerak,” kata mereka.

Panitia dan Wasit Ikut Disorot

Persoalan keamanan bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian. Para tokoh masyarakat juga mempertanyakan profesionalitas panitia dan perangkat pertandingan dalam mengelola kompetisi.

Mereka menilai, berdasarkan pengamatan mereka, pelaksanaan turnamen belum menunjukkan konsistensi yang diharapkan.

Keputusan-keputusan pertandingan yang memicu ketidakpuasan antar tim dikhawatirkan dapat memperkeruh suasana apabila tidak bersikap secara profesional.

Dalam kompetisi yang mempertemukan banyak tim dan suporter, ketegasan panitia, netralitas perangkat pertandingan, serta pengendalian keamanan menjadi unsur penting untuk mencegah perselisihan berkembang menjadi perkelahian.

BACA JUGA:  Kepsek di Manggarai Barat Diterpa Isu Intervensi Proyek Revitalisasi, Wabup Yulianus Weng Beri Peringatan Tegas

Dugaan Pernyataan Menantang, Ada Apa di Balik Sikap Panitia?

Sorotan lain muncul terkait dugaan pernyataan bernada menantang yang disebut-sebut dilontarkan oleh seseorang yang dikaitkan dengan kepanitiaan sekaligus penanggung jawab kegiatan.

Menurut keterangan para tokoh masyarakat, berdasarkan informasi yang mereka terima, orang tersebut diduga menyampaikan pernyataan kepada salah satu tim pada malam sebelumnya.

“Tidak ada yang berani tutup kegiatan ini,” demikian ucapan yang dikutip para tokoh masyarakat dan diduga berasal dari oknum tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Media ini masih berupaya mengkonfirmasi ketua Panitia Messah Cup III untuk dimintai tanggapan.

Redaksi Flobamor.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi panitia Messah Cup III, PSSI Manggarai Barat, aparat keamanan, serta pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Bertahun Tahun Dilanda Krisis Air Bersih, 1.500 KK Warga Desa Benteng Dewa Berharap Perhatian Bupati Edi Endi
Pelarian Berakhir ! Resmob Polres Mabar Tangkap Pria Asal Makassar yang Membawa Kabur iPhone 17 Pro Max Saat COD
Pelarian Berakhir! Itok Aman, Bos Travel Labuan Bajo Top yang Diduga Tipu Turis Berkali-kali Ditangkap Polisi
Kejati NTT Bersama Kejari TTU Musnahkan 11 Juta Batang Rokok yang Diduga Berpita Cukai Palsu
Rektor Unika Ruteng Ajak BEM Jadi Motor Perubahan, Mahasiswa Diminta Berani Speak Up
Kejati NTT Tahan 3 Tersangka Korupsi Proyek Rehab Sekolah di Kupang, Kerugian Negara Rp5,81 Miliar
Geger! Oknum Kades di Labuan Bajo Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Cegah Korupsi, Kejati NTT Kawal Program Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:11 WITA

Tiga Kali Ricuh, Tokoh Masyarakat Desak Turnamen Messah Cup III Segera Dihentikan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:24 WITA

Bertahun Tahun Dilanda Krisis Air Bersih, 1.500 KK Warga Desa Benteng Dewa Berharap Perhatian Bupati Edi Endi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:04 WITA

Pelarian Berakhir ! Resmob Polres Mabar Tangkap Pria Asal Makassar yang Membawa Kabur iPhone 17 Pro Max Saat COD

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:59 WITA

Pelarian Berakhir! Itok Aman, Bos Travel Labuan Bajo Top yang Diduga Tipu Turis Berkali-kali Ditangkap Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Kejati NTT Bersama Kejari TTU Musnahkan 11 Juta Batang Rokok yang Diduga Berpita Cukai Palsu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!