Miris! Kos New Chez Felix di Labuan Bajo Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online, Warga Resah

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kos/penginapan New Chez Felix (foto isth)

Kos/penginapan New Chez Felix (foto isth)

Labuan Bajo, Flobamor.com Sebuah kos atau penginapan bernama New Chez Felix yang berlokasi di belakang Pasar Wae Sambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga kuat menjadi lokasi praktik prostitusi online.

Aktivitas ilegal ini disebut sudah berlangsung lama melalui aplikasi MiChat dengan sistem Open Booking Out (Open BO), dan telah memicu keresahan serius di tengah masyarakat.

Bangunan kos berlantai dua yang berdiri mencolok di kawasan padat aktivitas ekonomi itu kini menjadi sorotan publik. Letaknya berdekatan dengan Pasar Wae Sambi membuat dugaan praktik asusila tersebut kian menyedot perhatian warga.

Menurut pengakuan sejumlah warga, aktivitas mencurigakan di kos New Chez Felix bukanlah hal baru. Pergerakan tamu laki-laki yang keluar masuk kamar kos, terutama pada malam hari, telah lama menjadi rahasia umum.

BACA JUGA:  Kejari Mabar Tetapkan Dirut PT.PCM Tersangka Kasus Korupsi Jalan Golo Welu-Orong

“Kalau malam sering terlihat laki-laki keluar masuk. Ada yang pakai motor, ada juga yang pakai mobil,” ujar seorang warga kepada Flobamor.com, Rabu (14/1/2026), sambil menunjuk bangunan kos tersebut.

Miris! Kos New Chez Felix di Labuan Bajo Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online, Warga Resah
Kos/penginapan New Chez Felix lantai 2 (foto isth)

Praktik prostitusi online yang diduga berlangsung tanpa pengawasan ini dikhawatirkan berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat yang diperoleh redaksi flobamor.com , tercatat 26 kasus sifilis ditemukan sepanjang periode 2024–2025. Dan 174 kasus HIV/AIDS per Juli 2025, hingga 13 orang dinyatakan meninggal dunia.

Di tengah geliat Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional, keberadaan praktik prostitusi online dinilai berpotensi menjadi katalisator penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS.

Penelusuran Digital: Empat Akun dalam Satu Titik Lokasi

Untuk memverifikasi informasi warga, Redaksi Flobamor.com melakukan penelusuran digital melalui aplikasi MiChat di sekitar titik koordinat kos atau penginapan New Chez Felix. Hasilnya mengejutkan, ditemukan empat akun perempuan yang secara aktif menawarkan jasa Open BO.

BACA JUGA:  Kejati NTT Menahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces di Manggarai 

Dalam profil akun, masing-masing para pengguna secara terang-terangan mencantumkan lokasi operasi mereka di “Kos atau penginapan New Chez Felix”, dengan tarif kencan singkat berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000.

Tak berhenti di situ, tim investigasi media Flobamor.com mendatangi langsung lokasi kos atau penginapan. Di sana, redaksi bertemu dengan seorang perempuan berinisial A atau Anit, yang secara terbuka mengakui dirinya menawarkan jasa prostitusi.

“Saya sudah lama tinggal di penginapan Chez Felix. Tarifnya Rp300 ribu sampai Rp500 ribu sekali kencan. Dalam satu hari bisa sampai delapan laki-laki saya layani,” ungkap Anit kepada Flobamor.com, Rabu (14/1/2026).

BACA JUGA:  Robert Salu Bantah Tudingan Lobi Kasus yang Menyeret 3 Oknum Jaksa Dugaan Pemerasan Kontraktor di NTT

Ketika ditanya apakah pemilik kos mengetahui aktivitas tersebut, Anit menegaskan bahwa pemilik kos tidak mungkin tidak tau.

“Bapak kos pasti taulah mas. Rumahnyakan berhadapan langsung dengan kos ini. dia pasti lihat laki-laki keluar masuk setiap hari, karena dirumahnya ada pasang cctv,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Flobamor.com masih berupaya mengonfirmasi Iron selaku pemilik kos atau penginapan New Chez Felix untuk dimintai tanggapannya. Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Satpol PP dan Polres Manggarai Barat guna mendapatkan tanggapan resmi terkait dugaan praktik prostitusi online tersebut.

Catatan Redaksi:

Penegakan hukum dinilai mendesak, bukan semata demi mencegah ancaman epidemi penyakit menular, tetapi juga untuk menjaga moralitas publik, ketertiban sosial, serta citra Labuan Bajo sebagai wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.

Berita Terkait

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat
Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah
Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa
RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara
Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi
Aktivitas Gunung Anak Ranakah Manggarai Meningkat, Naik Level Waspada
HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik
DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:26 WITA

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat

Rabu, 9 September 2026 - 11:38 WITA

Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 19:53 WITA

Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WITA

RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara

Jumat, 4 September 2026 - 09:37 WITA

Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!