Cafe Pioner Nekat Beroperasi di Tengah Permukiman Warga, Izin Keramaian Diduga “Dilegalkan” Oknum

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, Flobamor.com —Ketenangan warga di jantung kawasan wisata Labuan Bajo kembali terusik akibat ulah Cafe Pioner. salah satu tempat hiburan malam yang beroperasi hingga dini hari di tengah permukiman padat penduduk, kini menjadi sorotan publik. Warga menilai aktivitas kafe tersebut sudah melampaui batas toleransi dan mendesak aparat penegak hukum segera bertindak tegas.

Suasana malam di sekitar Kampung Tengah, lokasi berdirinya Café Pioner, hampir setiap malam dipenuhi dentuman musik keras dan kerumunan pengunjung yang kerap berpesta hingga lewat tengah malam. Bagi warga, kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga mengancam ketertiban umum.

“Setiap malam kami tidak bisa tidur nyenyak. Musiknya keras, kadang ada pengunjung mabuk yang bikin ribut. Ini bukan lagi soal hiburan, tapi sudah menganggu lingkungan,” keluh warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Polres Ngada Ringkus Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Ironisnya, keluhan warga tak dihiraukan Pemilik Cafe Pioner dan tetap dibiarkan beroperasi. Informasi yang dihimpun redaksi Flobamor.com menyebutkan, izin keramaian dan izin operasional kafe tersebut telah dilegalkan secara formal, namun di balik itu muncul dugaan adanya oknum tertentu yang membekingi tempat usaha hiburan malam itu.

Kafe yang terletak hanya beberapa meter dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Puskesmas Umum itu jelas tidak sesuai dengan peruntukan kawasan yang semestinya dijaga ketenangannya. Aktivitas hiburan malam di area tersebut dinilai bertentangan dengan aturan tata ruang serta asas ketertiban umum yang berlaku di daerah wisata super prioritas seperti Labuan Bajo.

BACA JUGA:  Menteri Koperasi RI Turun Langsung Tinjau Koperasi Merah Putih Kelurahan  Manulai 2 di Kota Kupang

Tokoh masyarakat setempat menilai, lemahnya pengawasan serta dugaan adanya perlindungan dari pihak tertentu membuat pengelola Cafe Pioner merasa kebal hukum.

“Kami menduga ada yang membekingi. Kalau tidak, mustahil kafe seperti ini bisa tetap buka, padahal sudah berkali-kali ricuh dan meresahkan,” tegas seorang tokoh masyarakat, Rabu (15/10/2025).

Sementara itu, aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai Barat menyatakan akan menelusuri terkait ijin yang dikantongi pihak pengelola kafe.

BACA JUGA:  Kades dan Perangkat Desa di Manggarai Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa Mencapai Rp 1 Miliar

“Kami akan telusuri, jika terbukti menyalahi ketentuan, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” ujar Kasat Pol PP Mabar Yeremias, saat dikonfirmasi.

Cafe Pioner sebelumnya juga sempat menjadi pusat perhatian publik setelah terjadi kericuhan antara pengunjung yang dipicu minuman keras. Insiden itu memperkuat pandangan warga bahwa keberadaan kafe tersebut sudah tidak lagi layak berdiri di kawasan pemukiman.

Kini, sorotan terhadap Pioner Cafe bukan sekadar persoalan hiburan malam, melainkan simbol lemahnya penegakan hukum dan pengawasan ijin usaha di daerah wisata unggulan nasional.

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak menutup mata, agar ketertiban dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

Berita Terkait

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih
Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat
Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT
Potret Pilu Pascagempa NTT: Pasien RSUD Ruteng Terbaring di Jalan, Suasana Rumah Sakit Mencekam
Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB
Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun
Keracunan MBG! Ratusan Murid dari 5 Sekolah di Karo Dilarikan Ke Rumah Sakit, Alami Gatal Mulut hingga Sesak Napas

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:32 WITA

Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:19 WITA

Potret Pilu Pascagempa NTT: Pasien RSUD Ruteng Terbaring di Jalan, Suasana Rumah Sakit Mencekam

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:43 WITA

error: Content is protected !!