Labuan Bajo, Flobamor.com– Niat memperbaiki sepeda motor agar kembali normal, seorang pemilik Honda Scoopy berinisial D justru mengeluhkan kondisi kendaraannya yang semakin parah setelah menjalani servis di bengkel, “HI MOTOR” tepatnya di Perempatan Lampu Merah Wae Mata, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (28/10/2026).
D mengaku membawa motornya ke bengkel tersebut karena mengalami gejala brebet saat digunakan. Namun, alih-alih membaik setelah ditangani mekanik, mesin motor justru semakin tersendat, bahkan hampir mati ketika gas ditarik.
Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai hasil pengerjaan servis, terlebih setelah pemilik motor mengeluarkan biaya sebesar Rp225.000 untuk membeli sejumlah barang dan melakukan perawatan.
Keluhan Muncul Setelah Motor Diservis
Menurut keterangan D, sebelum dibawa ke bengkel, Honda Scoopy miliknya mengalami sedikit brebet. Namun, gejala tersebut belum separah setelah kendaraan selesai diservis.
Saat berada di bengkel, motor tersebut langsung dibongkar untuk dilakukan pemeriksaan dan pengerjaan. D kemudian diminta membeli Karbu Kliner dengan harga Rp150.000 dan saringan Udara dengan harga Rp75000. Total biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut mencapai Rp225.000.
D berharap tindakan servis, termasuk pembersihan injeksi, dapat mengatasi gangguan pada mesin motornya. Namun, hasil yang dirasakan justru berbanding terbalik dengan harapan.
D menuturkan, setelah proses servis selesai, ia berpamitan dan membawa motornya menuju kawasan Pantai Pede untuk bersantai hingga sore hari.
Namun, ketika hendak pulang, masalah pada motornya kembali terasa brebet parah saat tuas gas ditarik, mesin tersendat-sendat dan tenaga motor terasa berat.
D tetap berusaha melanjutkan perjalanan. Namun, saat melintasi tanjakan dari kawasan La Prima menuju Pasar Baru, kondisi motornya semakin mengkhawatirkan. Kondisi motornya pincang hingga mesin hampir mati karena tarikan gas tidak berjalan normal.
Kondisi tersebut membuat D mempertanyakan hasil pengerjaan servis yang baru saja dilakukan.
Ia sebenarnya ingin kembali ke bengkel untuk menyampaikan keluhannya. Namun, saat itu waktu telah menunjukkan sekitar pukul 19.00 WITA dan bengkel sudah tutup.
D pun memutuskan untuk kembali ke bengkel keesokan harinya guna meminta penjelasan sekaligus mengonfirmasi persoalan tersebut kepada pemilik bengkel HI MOTOR.
Pemilik Bengkel: Kami Siap Bertanggung Jawab
Pada Kamis (29/10/2026) siang, D kembali mendatangi HI MOTOR untuk menyampaikan keluhannya secara langsung kepada pemilik bengkel.
Menanggapi persoalan tersebut, pemilik HI MOTOR menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab dan meminta agar masalah diselesaikan secara baik-baik. Ia juga memanggil mekanik yang menangani servis motor milik D.
“Kami siap bertanggung jawab, Pak, asal kita selesaikan secara baik-baik,” ujar pemilik HI MOTOR kepada Redaksi Flobamor.com, Kamis siang.
Ia juga meminta agar pelanggan terlebih dahulu melakukan konfirmasi langsung kepada pihak bengkel sebelum persoalan tersebut diberitakan.
“Tidak harus langsung beritakan. Abang harus konfirmasi dulu ke saya. Sepertinya semua itu tidak senang dengan saya. Apa yang membuat mereka tidak senang sama saya, kayak sebelumnya ada juga wartawan yang beritakan soal oli palsu,” katanya.
Pemilik bengkel menegaskan bahwa dirinya bersedia menanggung perbaikan motor tersebut hingga kondisinya kembali normal.
“Untuk kerusakan motor Abang, saya tanggung jawab sampai motor Abang itu bagus,” tegasnya.
Sempat Ada Larangan Pemberitaan
Sebelum proses konfirmasi kepada Pemilik Bengkel HI MOTOR, seorang karyawan bernama Kris justru melarang media memberitakan persoalan yang dialami pelanggan.
Menanggapi hal itu, pemilik HI MOTOR menjelaskan bahwa sikap tersebut berkaitan dengan pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan penjualan oli palsu di bengkel mereka yang pernah diberitakan oleh wartawan.
Meski demikian, Usai menerima komplain dari pemilik motor, pihak mekanik menyebut kerusakan berasal dari sensor Throttle Position Sensor (TPS). Mekanik mengaku sensor tersebut telah diganti.
“Sudah diganti sensor TPS nya, Bang,” ujar salah satu mekanik kepada wartawan Flobamor.com












