Flobamor.com – Keputusan wasit dan panitia Turnamen Sepak Bola Messah Cup III di Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai protes dan kekecewaan dari tim Prima Jaya.
Persoalan ini bermula saat pertandingan antara GPSL melawan Prima Jaya pada 21 Oktober 2026. Pertandingan yang memperebutkan tiket menuju babak delapan besar itu berlangsung kontroversial setelah gol GPSL diprotes pemain Prima Jaya karena dinilai tidak sah.
Dalam pertandingan tersebut, GPSL unggul dengan skor 2-1. Namun, di tengah sisa waktu pertandingan, muncul persoalan terkait proses terciptanya gol yang dipermasalahkan hingga berujung pada penghentian pertandingan sementara.
Gol GPSL Diprotes, Keputusan Wasit Tetap Sah
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pemain Prima Jaya, gol yang dipersoalkan bermula dari tendangan bebas GPSL dari luar kotak penalti, tepatnya di luar garis 16 meter.
Tendangan tersebut berhasil ditepis dan diamankan oleh kiper Prima Jaya. Namun, menurut pemain Prima Jaya, seorang pemain GPSL kemudian datang merebut bola hingga terlepas dari penguasaan penjaga gawang dan berujung gol.
Situasi tersebut memicu protes dari pemain Prima Jaya. Mereka menilai gol itu tidak seharusnya disahkan karena bola sebelumnya sudah berada dalam penguasaan kiper.
Meski demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut sehingga skor pertandingan menjadi 2-1 untuk keunggulan GPSL.
Keputusan ini menjadi titik awal ketegangan antara pemain Prima Jaya dan pihak panitia pertandingan. Tim Prima Jaya merasa keberatan terhadap keputusan wasit, sementara keputusan pengesahan gol tetap dipertahankan.
Di tengah protes tersebut, ketua panitia menyatakan pertandingan dihentikan sementara dengan sisa waktu 17 menit.
Salah satu pemain Prima Jaya berinisial AM, mengaku timnya tidak bermaksud menolak hasil keputusan wasit terkait skor pertandingan. Mereka justru meminta agar pertandingan dilanjutkan sesuai sisa waktu yang belum dimainkan.
Sikap tersebut, menurut AM, merupakan bentuk penerimaan terhadap skor 2-1, sekaligus keinginan agar pertandingan diselesaikan di lapangan.
“Kami terima atas keputusan wasit, tapi kami minta pertandingan untuk dilanjutkan di menit tersisa, yaitu 17 menit,” ujar AM kepada Redaksi Flobamor.com, Minggu (25/10) siang.
Permintaan itu bukan tanpa alasan, Sebab menurut keterangan pihak Prima Jaya, mereka meminta pertandingan dilanjutkan, bukan meminta skor diubah atau hasil pertandingan dibatalkan.
Namun, pertandingan tidak kunjung dilanjutkan hingga muncul keputusan baru dari panitia.
Surat Keputusan 24 Oktober, Prima Jaya Dinyatakan Didiskualifikasi
Persoalan semakin memanas setelah panitia mengeluarkan surat keputusan tertanggal 24 Oktober 2026 yang menyatakan tim Prima Jaya didiskualifikasi. Dengan keputusan tersebut, GPSL dinyatakan menang dan berhak melaju ke babak delapan besar.
Keputusan ini menimbulkan pertanyaan dari tim Prima Jaya. Mereka mempertanyakan alasan di balik diskualifikasi tersebut, terlebih karena sebelumnya mereka menyatakan menerima skor 2-1 dan meminta pertandingan dilanjutkan dengan sisa waktu 17 menit.
Aris menegaskan bahwa dirinya bersama tim Prima Jaya tidak menerima keputusan ketua panitia yang mendiskualifikasi timnya.
Menurutnya, persoalan yang awalnya berkaitan dengan protes atas gol GPSL dan penghentian pertandingan kini berkembang menjadi keputusan diskualifikasi yang berdampak langsung terhadap peluang timnya melanjutkan kompetisi.
Bagi Prima Jaya, menerima skor pertandingan tidak berarti menyetujui diskualifikasi. Mereka tetap menginginkan agar sisa pertandingan diselesaikan sesuai waktu yang belum dimainkan.
Prima Jaya Kecewa, Panitia Diharapkan Beri Penjelasan
Kekecewaan tim Prima Jaya tidak hanya berkaitan dengan keputusan wasit yang mengesahkan gol GPSL, tetapi juga keputusan panitia yang kemudian mendiskualifikasi tim Prima Jaya.
AM berharap pertandingan tetap dilanjutkan dengan sisa waktu 17 menit sebagaimana permintaan timnya.
“Kami menerima skor 2-1, tetapi menolak keputusan diskualifikasi yang dijatuhkan panitia,”tegas AM.
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi belum memperoleh penjelasan resmi dari ketua Panitia mengenai dasar aturan dan pertimbangan yang digunakan panitia dalam menjatuhkan diskualifikasi tim Prima Jaya.
Redaksi Flobamor.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi wasit, ketua panitia Messah Cup III, untuk memberikan penjelasan mengenai proses pengesahan gol, penghentian pertandingan, dan dasar keputusan diskualifikasi Prima Jaya.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












