Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo

Minggu, 4 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gempa

Ilustrasi gempa

Flobamor.com- Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026) pukul 06.55 Wita. Getaran gempa terasa hingga Labuan Bajo, Manggarai Barat, dan wilayah lain di NTT.
“Guncangan keras sekali. Saya sedang suap anak, langsung lari keluar,” ujar warga Labuan Bajo, Karolina, sambil menggendong anaknya.

Getaran gempa juga dirasakan warga di Sumba Timur. Gantungan di dinding dan jendela kaca bergetar. Warga lain juga melihat lampu dan pot bunga gantung bergoyang

BACA JUGA:  Polsek Lembor Ringkus Pegawai PPPK Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi tersebut berada pada titik koordinat 9.70 LS,118.92 BT. Pusat gempa berada di 14 kilometer (km) Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya dengan kedalaman 10 km.

Tidak Berpotensi Tsunami

Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wijayanto mengatakan gempa bumi tersebut tak berpotensi tsunami.

BACA JUGA:  Dampak Kebijakan Pemerintah dan Kenaikan BBM, Harga Bahan Pokok Melambung, Pedagang Pasar Lembor Menjerit

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto, dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Hasil analisis BMKG, jelas dia, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,9 pada kedalaman 30 kilometer (km). Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,84° LS, 118,90° BT, atau tepatnya berlokasi di laut, 29 km Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya.

BACA JUGA:  Labuan Bajo Darurat Mafia Tanah! Kepala BPN Manggarai Barat Kembali Dijadwalkan Diperiksa Penyidik Polres

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Wijayanto.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault). Getaran gempa bumi ini dirasakan di sejumlah wilayah di NTT hingga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Berita Terbaru

error: Content is protected !!