Bambu Asal Manggarai Barat Resmi Menembus Pasar Dunia, 15 Ribu Batang Diekspor ke Polandia

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma dengan Project Officer Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Septiani Solfriyansi Maro, dan jajaran selepas kunjunngan kerja ke Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Selasa, 21 Juli 2026. (Foto: Dok.Flobamor.com)

Foto bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma dengan Project Officer Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Septiani Solfriyansi Maro, dan jajaran selepas kunjunngan kerja ke Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Selasa, 21 Juli 2026. (Foto: Dok.Flobamor.com)

Flobamor.com Potensi bambu lokal Nusa Tenggara Timur kembali membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Sebanyak 15 ribu batang bambu asal Kabupaten Manggarai Barat resmi diekspor ke Polandia untuk digunakan sebagai material pembangunan rumah berkonsep khas NTT.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa komoditas lokal tidak lagi hanya bernilai sebagai bahan bangunan tradisional, tetapi telah berkembang menjadi produk ekspor bernilai ekonomi tinggi.

Ekspor tersebut dilakukan oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), lembaga yang selama ini aktif mengembangkan industri bambu berkelanjutan di Labuan Bajo. Capaian ini sekaligus membuka harapan baru bagi para petani bambu, pelaku UMKM, dan masyarakat desa di Manggarai Barat agar mampu menikmati manfaat ekonomi dari kekayaan alam yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Keberhasilan YBLL mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Bambu YBLL di Labuan Bajo pada Selasa, 21 Juli 2026.

BACA JUGA:  Kadis PKO Mabar Tegaskan SPMB 2026/2027 Gratis, Sekolah Dilarang Pungut Biaya Pendaftaran

Dalam kunjungan tersebut, Johni meninjau seluruh tahapan produksi, mulai dari proses pengawetan, pengeringan, hingga pengolahan bambu menjadi material bangunan berkualitas ekspor.

Ia juga berdialog dengan pengelola mengenai perkembangan industri bambu yang kini tumbuh menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang memiliki prospek besar di pasar global.

Project Officer YBLL, Septiani Solfriyansi Maro, menjelaskan bahwa seluruh bambu yang diekspor berasal dari desa-desa di Kabupaten Manggarai Barat. Setelah dipanen, bambu menjalani proses pengawetan di fasilitas YBLL sebelum dikirim ke Bali untuk menjalani proses karantina sesuai standar ekspor internasional.

Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, bambu kemudian diberangkatkan menuju Polandia.

Menurut Septiani, kualitas menjadi faktor utama yang membuat bambu Manggarai Barat mampu bersaing di pasar internasional.

BACA JUGA:  Tumbangkan Tuan Rumah Lo'ok Ca Nai 2-0, Putri Komodo Selatan Kirim Sinyal Keras Perburuan Gelar Juara Idul Adha Cup 1447 H

Karena itu, pihaknya terus menjaga standar produksi agar produk bambu lokal semakin dipercaya oleh pembeli dari berbagai negara.

“Kami berharap promosi bambu asal Manggarai Barat terus ditingkatkan dengan tetap menjaga kualitas produk. Dengan demikian, pasar ekspor akan semakin luas dan manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses produksinya, bambu melalui tahapan pengeringan dan pengawetan menggunakan teknik khusus sehingga memiliki daya tahan yang jauh lebih lama. Tiang bambu dapat bertahan hingga 10 tahun dengan perawatan rutin, sedangkan atap bambu atau pelupuh mampu digunakan sekitar lima tahun, menjadikannya material ramah lingkungan sekaligus ekonomis.

Sementara itu, Wakil Gubernur Johni Asadoma mengaku bangga melihat kreativitas generasi muda yang mampu mengubah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi.

BACA JUGA:  Bupati Edi Endi  Lantik 15 Pejabat Eselon II, Tekankan Persatuan dan Percepatan Digitalisasi Birokrasi

Menurutnya, keberhasilan ekspor ini menjadi bukti bahwa NTT memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional apabila didukung inovasi, kualitas, dan kolaborasi yang baik.

“Ini adalah kebanggaan bagi NTT. Bambu yang selama ini dianggap sebagai material sederhana ternyata mampu menjadi produk ekspor yang diminati dunia. Potensi seperti ini harus terus dikembangkan agar menjadi identitas baru NTT sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Septiani menegaskan bahwa ekspor 15 ribu batang bambu ke Polandia menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal Manggarai Barat telah berhasil menembus pasar global. Keberhasilan ini diharapkan menjadi awal terbukanya peluang ekspor ke berbagai negara lainnya sekaligus mengangkat nama NTT sebagai salah satu daerah penghasil produk bambu berkualitas dunia.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

KPK Sita Uang Tunai hingga Mobil Alphard, Total Aset Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat
Breaking News! Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang dari Sejumlah Proyek
Spanyol Juara Piala Dunia! Gol Ferran Torres di Menit ke-116 Hancurkan Mimpi Argentina
Viral! Dua Warga NTT Teken Surat Perjanjian Final Piala Dunia 2026, Tanah dan 18 Ekor Sapi Senilai Rp 215 Juta Jadi Taruhan
Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026
Dampak Kebijakan Pemerintah dan Kenaikan BBM, Harga Bahan Pokok Melambung, Pedagang Pasar Lembor Menjerit
Lagi-Lagi Prabowo Sedih! Banyak Pejabat Ambruk dan Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras
Pesan Tegas Presiden Prabowo: Pejabat Militer, Polisi, dan Jaksa Diminta Introspeksi Diri

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:43 WITA

Bambu Asal Manggarai Barat Resmi Menembus Pasar Dunia, 15 Ribu Batang Diekspor ke Polandia

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:46 WITA

KPK Sita Uang Tunai hingga Mobil Alphard, Total Aset Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 20:34 WITA

Breaking News! Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang dari Sejumlah Proyek

Senin, 20 Juli 2026 - 07:20 WITA

Spanyol Juara Piala Dunia! Gol Ferran Torres di Menit ke-116 Hancurkan Mimpi Argentina

Senin, 20 Juli 2026 - 00:32 WITA

Viral! Dua Warga NTT Teken Surat Perjanjian Final Piala Dunia 2026, Tanah dan 18 Ekor Sapi Senilai Rp 215 Juta Jadi Taruhan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!