Sejumlah Perusahan Media di Indonesia Lakukan Layoff, Presenter Kompas TV Nangis Histeris

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Jakarta, Flobamor.com- Publik dikejutkan dengan kabar Kompas TV resmi menghentikan siaran dan memutuskan hubungan kerja puluhan karyawan atau layoff.

Keputusan ini menjadi sorotan tajam, terlebih momen perpisahan presenter Gita Maharkesri yang tak kuasa menahan tangis saat siaran terakhir, viral luas di media sosial.

Gita, salah satu anchor senior Kompas TV, menyampaikan salam perpisahan penuh haru saat membawakan program Kompas Sport Pagi.

Video tangisannya saat pamit tersebar luas, memicu gelombang simpati dari netizen.

Namun ternyata, krisis di industri media Indonesia tak hanya menimpa Kompas TV.

Sejumlah perusahaan media lain juga terpaksa melakukan PHK massal dalam beberapa tahun terakhir.

Gelombang PHK di Industri Media

Tak hanya Kompas TV, sederet perusahaan media di Indonesia juga telah mengumumkan langkah efisiensi serupa, berupa PHK massal.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk akun X @PartaiSocmed, berikut deretan media yang terdampak:

BACA JUGA:  Spanyol Juara Piala Dunia! Gol Ferran Torres di Menit ke-116 Hancurkan Mimpi Argentina

iNews

Seluruh kantor biro daerah resmi ditutup per 30 April 2025. MNC Group selaku pemilik dilaporkan melakukan PHK terhadap 400 karyawan.

“Breaking!
Inews per 30 April menutup semua kantor bironya di Indonesia. MNC group layoff 400 pegawainya,” cuit @PartaiSocmed.

CNN Indonesia TV

Mengonfirmasi adanya PHK massal sekitar 200 karyawan, termasuk di divisi newsroom dan teknis.

– MNC Group

Selain iNews, media MNC group juga memangkas lebih dari 400 karyawan di beberapa divisi.

Restrukturisasi redaksi juga dilakukan, dari 10 pemimpin redaksi kini hanya tersisa 3.

– Kompas TV

Mengumumkan PHK 150 karyawan dan menghentikan siaran televisi digital, fokus beralih ke platform digital dan streaming.

– TV One

Melakukan pengurangan tenaga kerja, sebanyak 75 pegawai diberhentikan sebagai bagian restrukturisasi.

BACA JUGA:  Lima Bulan Kasus Kematian Restiana Tija Mandek di Polres Manggarai, LPPDM Gelar Aksi Demo Tuntut Kepastian Hukum

– Viva.co.id
Dikabarkan akan menutup kantor operasional di Pulogadung dalam waktu dekat, sejalan dengan pemangkasan pegawai.

– Emtek Group

Melakukan efisiensi dengan memangkas 100 karyawan dari berbagai unit usaha.

– Global TV (GTV)

Mengurangi 30% tenaga kerja di bagian produksi sebagai upaya penyesuaian biaya.

– TVRI
Menghentikan kontrak kontributor dan pekerja lepas di sejumlah daerah untuk efisiensi anggaran.

– RRI (Radio Republik Indonesia)
Memutus kontrak pekerja outsourcing dan non-PNS, mengikuti langkah efisiensi serupa.

– ANTV

Mengonfirmasi pemecatan 57 karyawan akibat restrukturisasi operasional.

– Net TV

Melakukan PHK massal usai proses akuisisi oleh MD Entertainment.

– Republika

Merumahkan 60 karyawan termasuk 29 wartawan dalam rangka efisiensi operasional.

Fenomena di Balik Gelombang PHK Massal

Para pengamat industri menilai, gelombang PHK massal ini terjadi sebagai dampak transformasi digital, pergeseran perilaku konsumsi informasi, dan tekanan ekonomi nasional.

BACA JUGA:  Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun

Iklan

Iklan yang menjadi tulang punggung pendapatan media, semakin banyak beralih ke platform digital nonkonvensional seperti media sosial, YouTube, hingga influencer marketing.

Fenomena ini juga dianggap sebagai efek disrupsi teknologi yang memaksa media untuk beradaptasi atau mati.

Banyak media akhirnya beralih ke strategi digital-first, menutup lini cetak atau siaran konvensional, dan fokus ke konten online serta streaming.

Tanda Krisis atau Transformasi?

PHK massal yang melanda industri media menandakan tantangan serius dalam keberlanjutan jurnalisme profesional.

Namun di sisi lain, ini juga menjadi peluang bagi perusahaan media untuk bertransformasi, memperkuat model bisnis digital, dan mengeksplorasi sumber pendapatan baru.

Meski demikian, para pekerja media berharap agar transformasi tidak mengorbankan hak-hak karyawan dan tetap menjaga standar jurnalisme berkualitas di era digital.

Berita Terkait

Tujuh Korban Gempa Flores di Manggarai Timur Dievakuasi Menggunakan Helikopter
Tiga Warga Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas, Satu Korban Anak Berusia 5 Tahun
Kapolri Tinjau Langsung Korban Pascagempa di Manggarai dan Manggarai Timur
Bhabinkamtibmas Polsek Lembor Bersama Koramil Lembor Turun Langsung Salurkan Bantuan Kepada Korban Pascagempa
Yogi Asmaranto Terancam Dilaporkan Ke Polres Mabar atas Dugaan Kasus Penipuan Cek Palsu dan Utang Piutang
Plt Bupati Pati Salah Baca Pancasila saat Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI
BMKG Catat 2.403 Kali Gempa Susulan Guncang Flores hingga 18 Agustus
Mendagri Serukan Gubernur Se-Indonesia Beri Bantuan ke Korban Gempa NTT

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:40 WITA

Tujuh Korban Gempa Flores di Manggarai Timur Dievakuasi Menggunakan Helikopter

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:45 WITA

Tiga Warga Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas, Satu Korban Anak Berusia 5 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:24 WITA

Kapolri Tinjau Langsung Korban Pascagempa di Manggarai dan Manggarai Timur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:17 WITA

Bhabinkamtibmas Polsek Lembor Bersama Koramil Lembor Turun Langsung Salurkan Bantuan Kepada Korban Pascagempa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:42 WITA

Yogi Asmaranto Terancam Dilaporkan Ke Polres Mabar atas Dugaan Kasus Penipuan Cek Palsu dan Utang Piutang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!