Flobamor.com — Di tengah situasi darurat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), Tim SAR Gabungan bergerak cepat menyelamatkan tiga warga Kabupaten Manggarai Timur yang membutuhkan penanganan medis segera.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Potensi SAR turun langsung dalam proses evakuasi tiga korban dari Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Selasa (18/8/2026).
Ketiganya dilaporkan mengalami cedera serius patah tulang (Fraktur) dan dislokasi akibat gempa. Salah satu korban bahkan merupakan seorang anak perempuan berusia 5 tahun.
Untuk mempercepat proses penyelamatan, Basarnas mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo.
“Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Ketiganya mengalami fraktur dan dislokasi tulang,” ujar Mohammad Syafii dalam keterangan tertulis diterima Redaksi Flobamor.com, Selasa (18/8).
Helikopter Basarnas tiba di Posko Utama Satar Kampas sekitar pukul 10.28 WITA. Tanpa menunggu lama, ketiga korban langsung dievakuasi menuju Labuan Bajo.
Sekitar pukul 11.00 WITA, helikopter tiba dengan selamat di Bandara Komodo.
Ketiga korban kemudian langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dengan pendampingan dokter dan tim medis.

Mohammad Syafii menegaskan, Tim SAR Gabungan akan terus bersiaga untuk merespons setiap laporan warga yang membutuhkan pertolongan, terutama di wilayah terdampak gempa.
“Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo,” tegasnya.
Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana evakuasi terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan darurat pascagempa M7,7 yang mengguncang wilayah Flores.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com










