Merauke, Flobamor.com – Dunia hiburan tanah air kehilangan salah satu putra terbaik Papua. Klemens Awi, yang akrab disapa Celo, aktor sekaligus komedian asal Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (19/9/2025) pukul 01.15 WIB di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kabar duka ini cepat menyebar luas di kalangan masyarakat Papua dan pecinta hiburan komedi Indonesia. Media sosial pun langsung dipenuhi ucapan belasungkawa, doa, serta kenangan indah bersama almarhum.
Perjalanan Karier: Dari YouTube ke Layar Lebar
Nama Klemens Awi mulai dikenal luas sejak awal 2010-an bersama grup komedi Epen Cupen. Lewat gaya khas Papua yang jujur, sederhana, sekaligus penuh kritik sosial, Epen Cupen berhasil menggebrak dunia hiburan Indonesia melalui video-video pendek di YouTube.
Ketenaran mereka merambah layar kaca hingga perfilman nasional, salah satunya lewat film “Epen Cupen The Movie” (2015) yang sukses menarik perhatian publik. Kehadiran Celo dengan logat khas Papua dan pembawaannya yang apa adanya menjadikannya sosok ikonik yang mudah dicintai masyarakat.
“Beliau bukan hanya pelawak, tapi juga simbol kebanggaan orang Papua. Celo mengajarkan kita untuk tertawa, sekaligus bangga dengan identitas kita,” ujar Yonas, salah seorang penggemar di Merauke.
Riwayat Kesehatan
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Celo diketahui menurun. Ia sempat berjuang melawan komplikasi penyakit, mulai dari gangguan ginjal, jantung, paru-paru, hingga penurunan trombosit. Kondisi tersebut membuatnya kerap keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.
Menjelang akhir hayatnya, kesehatan Celo kian melemah. Meski tim medis RS Polri Kramat Jati telah berupaya maksimal, Tuhan berkehendak lain.
Rencana Pemakaman
Saat ini jenazah almarhum masih disemayamkan di kamar jenazah RS Polri Kramat Jati. Pihak keluarga berencana membawa jenazah ke kampung halamannya di Merauke, Papua Selatan, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
Duka dan Warisan
Kepergian Celo meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga masyarakat Indonesia yang tumbuh bersama tawa dan canda khasnya. Ia dikenang sebagai sosok rendah hati, sederhana, dan konsisten memperkenalkan budaya Papua lewat seni peran dan komedi.
“Celo membuat orang Indonesia mengenal Papua dengan cara yang indah: lewat tawa. Ia akan selalu hidup dalam karya dan kenangan,” ungkap rekannya sesama komedian.
Dengan berpulangnya Klemens Awi, Indonesia kehilangan seorang seniman yang telah mempersembahkan tawa tulus bagi rakyatnya. Namun, warisan karya dan semangatnya akan tetap abadi di hati para penggemarnya.












