Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPC PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika

Foto: Ketua DPC PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika

Flobamor.com, RUTENG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng menyampaikan ultimatum tegas kepada Pemerintah Pusat terkait penanganan pascabencana gempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pernyataan ini disampaikan Ketua DPC PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika, saat dihubungi wartawan Flobamor.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (16/8/2026) pukul 18.55 WITA.

Gempa bumi tektonik berkedalaman 15 km itu sempat memicu peringatan dini tsunami. Bencana ini tidak hanya merusak fasilitas umum dan pemukiman di wilayah pesisir utara, tetapi juga memutus akses logistik serta jaringan komunikasi di sejumlah wilayah pedalaman Flores.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Yuliaus Weng Resmi Buka Turnamen Voli Idul Adha Cup 1447 H di Soknar Golo Mori

Margareta menyoroti kecenderungan penanganan bencana yang dinilai berpotensi sentralistis. Ia menuntut skema penyaluran bantuan, baik logistik maupun medis harus dijalankan secara adil, transparan, dan sistematis.

Menurutnya, Pemerintah Pusat beserta Satgas Penanggulangan Bencana tidak boleh hanya memusatkan perhatian pada wilayah yang dekat dengan pusat pengungsian atau yang banyak disorot media. Seluruh titik terdampak, khususnya wilayah Manggarai Raya yang mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, wajib mendapatkan perlakuan yang setara.

BACA JUGA:  Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun

“Pemerintah pusat tidak boleh pilih kasih. Jangan sampai bantuan menumpuk di area yang mudah dijangkau saja, sementara warga lain justru terisolasi dan luput dari penanganan. Seluruh korban gempa di tanah Flores memiliki hak yang sama atas perlindungan dan bantuan negara,” ujarnya.

Ia mendesak jajaran kementerian terkait hingga Kepala BNPB untuk turun langsung ke lapangan menyisir setiap sudut lokasi terdampak di Flores. Kehadiran para pejabat dianggap sangat penting guna memangkas birokrasi yang kaku, sehingga kebutuhan dasar pengungsi seperti tenda layak, obat-obatan, dan air bersih segera terpenuhi tanpa hambatan administratif.

BACA JUGA:  Dua Pejabat Bank NTT Ditahan, Kasus Kredit Bermasalah Rugikan Negara Rp3 Miliar

“Pemerintah pusat harus hadir langsung di lapangan, melihat kondisi riil rakyat yang tertimpa musibah, dan memotong rantai birokrasi yang lamban. PMKRI Cabang Ruteng akan membentuk tim posko pengawasan independen untuk memantau alur distribusi bantuan dari pusat hingga ke desa-desa di Manggarai Raya demi memastikan tidak ada penyelewengan maupun ketimpangan,” tegasnya.

PMKRI Cabang Ruteng juga menegaskan komitmennya untuk mempersatukan seluruh jaringan dan relawan guna mengawal proses pemulihan sosial-ekonomi masyarakat Flores hingga kondisi benar-benar pulih sepenuhnya.

Penulis : Bonefasius Jatang

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!