Ruteng, Flobamor.com — Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng resmi mewisuda 1.304 lulusan program sarjana dan ahli madya, Sabtu (6/12/2025), dalam upacara akademik yang digelar di Aula Asumpta. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh agama, sivitas akademika, serta keluarga wisudawan.
Rektor Unika Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.Theol., dalam pidato akademiknya menyampaikan bahwa momentum wisuda tahun ini bukan hanya pengakuan atas capaian akademik, tetapi juga panggilan moral bagi para lulusan untuk menjadi agen perubahan di tengah tantangan era post-truth.
“Kita hidup di era ketika opini lebih cepat dipercaya daripada fakta. Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak boleh pasif terhadap informasi. Kalian harus menjadi pribadi yang kritis, inovatif, adaptif, dan berani memperjuangkan kebenaran,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa gelar akademik yang diperoleh harus diiringi komitmen untuk menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

Profil Lulusan dari 12 Program Studi
Pada tahun akademik 2025, Unika Ruteng meluluskan mahasiswa dari 12 program studi, yakni:
• Pendidikan Teologi (52)
• Pendidikan Bahasa Inggris (139)
• Pendidikan Guru Sekolah Dasar (274)
• Pendidikan Matematika (40)
• Pendidikan Guru PAUD (90)
• Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (107)
• Keperawatan (193)
• Kebidanan (134)
• Agronomi (102)
• Sosial Ekonomi Pertanian (134)
• Peternakan (32)
• Teknik Sipil (7)
Program studi dengan lulusan terbanyak adalah PGSD, sedangkan Teknik Sipil memiliki lulusan paling sedikit pada tahun ini.

LLDikti XV: “Saatnya Menciptakan Pekerjaan, Bukan Sekadar Mencari”
Hal senada disampaikan Kepala LLDikti Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng., dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran lulusan perguruan tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan UMKM.
“Wisuda hari ini harus menjadi awal kontribusi nyata. Ini bukan lagi era menunggu lowongan kerja, tetapi era menciptakan peluang kerja,” ujarnya.
Ia mengapresiasi peran Unika Ruteng yang selama ini menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan jumlah mahasiswa dan aktivitas akademik yang melibatkan masyarakat.

Sambutan berikutnya dari Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, Romo Ledobaldus Roling Mujur. Dia menyampaikan bahwa yayasan menargetkan akreditasi unggul pada tahun 2029, serta merencanakan pembangunan kampus kedua. Hingga 2025, jumlah mahasiswa Unika mencapai lebih dari 8.000 orang, dan untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan, yayasan telah mengirim 26 dosen melanjutkan studi doktoral di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Yogyakarta.
“Kami menargetkan 50 persen dosen Unika bergelar doktor pada tahun 2029. Upaya ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Manggarai Raya dan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.
Momentum Awal Peran di Masyarakat
Wisuda tahun ini menjadi penanda akhir proses akademik sekaligus awal pengabdian profesional para lulusan di dunia kerja, pelayanan publik, wirausaha, dan ruang sosial masyarakat.
Dengan dikukuhkannya 1.304 lulusan tersebut, Unika Santu Paulus Ruteng menegaskan kembali komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang melahirkan sumber daya manusia berintegritas, kompeten, dan siap bersaing dalam menghadapi dinamika era global.












