Pengawas Proyek KDMP di Desa Pong Majok Menghilang, Dandim Turun Tangan Selesaikan Pembayaran Upah Pekerja

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pong Majok (Dok.istimewa)

Proyek Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pong Majok (Dok.istimewa)

Flobamor.com – Di balik tuntasnya persoalan pembayaran upah para pekerja proyek pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur(NTT) muncul polemik terhadap peran pengawas proyek bernama Yos.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Flobamor.com, mandeknya pembayaran upah para pekerja diduga berkaitan dengan minimnya kehadiran Yos di lokasi proyek selama proses pekerjaan pembangunan berlangsung.

Sejumlah sumber menyebutkan, Yos lebih sering berada di wilayah Manggarai Timur maupun Ruteng dibanding menjalankan fungsi pengawasan di lokasi proyek di Desa Pong Majok. Kondisi tersebut diduga menyebabkan koordinasi antara pekerja, pelaksana proyek, dan pihak yang bertanggung jawab terhadap pembayaran upah tidak berjalan maksimal.

Akibatnya, pembayaran upah pekerja sempat tertunda hingga menimbulkan keresahan karena sebagian besar buruh menggantungkan kebutuhan hidup keluarga dari penghasilan pekerjaan proyek tersebut.

BACA JUGA:  Kebakaran Kembali Melanda Pasar Lembor, Satu Stan Ludes Terbakar, Polisi dan TNI Bergerak Cepat Padamkan Api

Ironisnya, saat Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf. Budiman Manurung, S.E., M.I.P., bersama Danramil 1630-02/Lembor, turun langsung ke lokasi proyek untuk memimpin mediasi dan mencari solusi atas persoalan tersebut, namun Yos tidak berada di lokasi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Flobamor.com, ketidakhadiran pengawas proyek itu turut menjadi perhatian sejumlah pihak, sebab posisi pengawas memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran pelaksanaan proyek, termasuk koordinasi administrasi dan penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

Meski demikian, berkat mediasi yang difasilitasi Dandim bersama Danramil 1630-02/Lembor dan jajaran, persoalan pembayaran upah buruh pekerja akhirnya berhasil diselesaikan. Seluruh pekerja kini telah menerima hak mereka, sehingga polemik yang sempat menghambat proyek dapat diselesaikan melalui musyawarah.

BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas Nunleu Amankan Pria Mabuk yang Resahkan Warga dengan Sajam

Kepala tukang proyek, Philipus Adur, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Dandim dan Danramil yang dinilai telah menjadi penengah hingga persoalan dapat diselesaikan dengan baik.

Menurut Philipus, sejak awal para pekerja hanya menginginkan satu hal, yakni hak mereka dibayarkan sesuai kesepakatan kerja.

Keterlambatan pembayaran, kata dia, sempat membuat banyak pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga karena sebagian besar menggantungkan penghasilan dari pekerjaan proyek tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dandim dan Bapak Danramil beserta anggota yang sudah hadir memediasi persoalan ini. Kehadiran beliau memberikan harapan bagi kami. Setelah sekian lama menunggu kepastian, akhirnya hak para pekerja dapat dibayarkan. Kami merasa lega karena persoalan ini bisa diselesaikan secara baik, damai, dan penuh kekeluargaan,” ujar Philipus kepada Redaksi Flobamor.com di lokasi proyek, Jumat (26/6/2026)

BACA JUGA:  Kejari Mabar Tetapkan Dirut PT.PCM Tersangka Kasus Korupsi Jalan Golo Welu-Orong

Ia menambahkan, selama proses mediasi, segala persoalan dibahas secara terbuka sehingga menghasilkan solusi yang baik dan dapat diterima semua pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Flobamor.com sudah berupaya menghubungi Yos untuk memperoleh klarifikasi terkait informasi mengenai ketidakhadirannya di lokasi proyek serta dugaan minimnya pengawasan yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab tersendatnya pembayaran upah para pekerja.

Namun upaya konfirmasi melalui via chat WhatsApp maupun via telepon tidak pernah digubris.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Modus Izin Tinggal! Kelakuan Bejat Oknum Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Diduga Peras WNA, Uang Pelicin Tembus Rp145,5 Miliar
Dandim Turun Tangan Selesaikan Polemik Upah Buruh Pekerjaan Proyek Fisik KDMP di Liang Sola, Kepala Tukang Minta Maaf
Update Kasus MBG! Sony Sonjaya Ungkap Dugaan Proyek CCTV Fiktif Rp300 Miliar
Fransisco Bongkar Dugaan Suap Saksi Kunci Kasus Pemerasan Kontraktor di Kupang
Vonis Eks Bupati Lombok Barat Zaini Arony Dipangkas MA, dari 9 Tahun Jadi 5 Tahun Penjara
Tumbangkan Tuan Rumah Lo’ok Ca Nai 2-0, Putri Komodo Selatan Kirim Sinyal Keras Perburuan Gelar Juara Idul Adha Cup 1447 H
Bareskrim Usut Dugaan Mafia Tanah 11 Hektare di Keranga, Pegawai BPN hingga Sejumlah Nama Dipanggil Penyidik
Terungkap! Gudang Bir Milik PT Multi Niaga Jaya Abadi Diduga Tak Kantongi Izin Gudang di Labuan Bajo

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:56 WITA

Pengawas Proyek KDMP di Desa Pong Majok Menghilang, Dandim Turun Tangan Selesaikan Pembayaran Upah Pekerja

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:40 WITA

Modus Izin Tinggal! Kelakuan Bejat Oknum Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Diduga Peras WNA, Uang Pelicin Tembus Rp145,5 Miliar

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:11 WITA

Dandim Turun Tangan Selesaikan Polemik Upah Buruh Pekerjaan Proyek Fisik KDMP di Liang Sola, Kepala Tukang Minta Maaf

Senin, 22 Juni 2026 - 20:52 WITA

Update Kasus MBG! Sony Sonjaya Ungkap Dugaan Proyek CCTV Fiktif Rp300 Miliar

Senin, 22 Juni 2026 - 19:17 WITA

Fransisco Bongkar Dugaan Suap Saksi Kunci Kasus Pemerasan Kontraktor di Kupang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!