Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Doc. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

Foto: Doc. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

Flobamor.com- Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengungkap rincian bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Total bantuan tahap pertama yang disiapkan mencapai 6.801,99 ton beras dengan nilai sekitar Rp95,22 miliar.

Mentan Amran mengatakan, bantuan tersebut berasal dari anggaran yang memang telah disiapkan Bapanas, termasuk anggaran untuk penanganan bencana alam dan bantuan pangan.

“Jadi memang anggaran bencana itu, anggaran bantuan pangan, anggaran bencana alam, anggaran SPHP gitu ya, anggaran gerakan pangan murah itu sudah dianggarkan di Badan Pangan Nasional. Jadi ketika ada bencana kita tinggal menyalurkan melalui Bulog,” kata Mentan Amran, Senin (16/8/2026).

Mentan Amra menyebut, bantuan pangan untuk korban bencana gempa di NTT yang telah dikirim pemerintah mencapai sekitar Rp100 miliar. Bantuan tersebut berupa beras.

BACA JUGA:  Wakil Gubernur NTT dan Wakil Bupati Alor Tanggung Biayai Kuliah Adriano, Mahasiswa yang Berani Sampaikan Aspirasi ke Mentan

bantuan yang nilainya mencapai Rp100 miliar tersebut bukan seluruhnya merupakan bantuan khusus bencana. Dari total 6.801,99 ton, sebanyak 990,33 ton merupakan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam.

Adapun lima kabupaten yang terdampak dan mengajukan bantuan bencana tersebut adalah Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.

“Jadi untuk bencana NTT itu kan yang terdampak itu hanya 5 kabupaten: Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo,” ujarnya.

Untuk Kabupaten Manggarai, bantuan bencana yang diusulkan mencapai 81,63 ton. Manggarai Timur mengusulkan 153,78 ton, Ngada 86,88 ton, Sikka 6,88 ton, dan Nagekeo 661,18 ton.

“Jadi jumlahnya itu 990,33 ton ya,” kata Mentan Amran.

Selain bantuan khusus bencana, Bapanas juga menyalurkan bantuan pangan reguler kepada masyarakat di lima kabupaten tersebut.

BACA JUGA:  Polsek Maulafa Gelar Razia Miras Ilegal, Puluhan Liter Sopi Diamankan

Untuk Kabupaten Manggarai, bantuan reguler mencapai 1.799,70 ton. Manggarai Timur 1.661,25 ton, Ngada 444,21 ton, Nagekeo 525,14 ton, dan Sikka 1.281,36 ton.

“Jadi jumlah bantuan pangan reguler ya. Jadi kita kan sebelum ada bencana alam ini kita ada bantuan pangan (beras) untuk 3 bulanan. 10 kilogram dikalikan 3 bulan kan. Ini jumlahnya 5.811,66 ton ya,” jelasnya.

Dengan demikian, jika bantuan bencana dan bantuan reguler digabungkan, total beras yang dialokasikan mencapai 6.801,99 ton.

Amran mengatakan, nilai bantuan tersebut dihitung menggunakan HET beras medium di wilayah timur sebesar Rp14.000 per kg.

Jika dikalikan dengan total bantuan 6.801,99 ton, nilai beras tersebut mencapai sekitar Rp95,22 miliar.

BACA JUGA:  Pria di NTT Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Terhadap Anak Tirinya Sendiri

“Jadi kalau dengan yang sekarang-sekarang kan itu tahap pertama mengusulkan. Sekarang ada tahap kedua lagi, yaitu kalau sampai dengan saat ini mungkin Rp100 miliar lebih,” kata Sarwo.

Amran menegaskan bantuan dari Bapanas yang dimaksud dalam alokasi tersebut saat ini hanya berupa beras. Belum ada bantuan minyak goreng maupun komoditas pangan lainnya.

“Belum ada minyak goreng ya, hanya beras aja,” ucapnya.

Penyaluran bantuan tersebut juga telah dimulai. Bapanas, katanya, telah menugaskan jajaran untuk mengawal distribusi bantuan hingga sampai ke titik penerima.

“Itu sudah mulai disalurkan. Sudah sampai di titik, karena kita tugaskan satu deputi, kemudian beberapa direktur ke sana untuk mengawal, termasuk dari satgas pangan untuk mengawal bantuan itu sampai ke titiknya,” pintanya.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo
OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Berita Terbaru

error: Content is protected !!