Fantastis! Segini Besaran Dana Pembangunan Gedung Kopdes Merah Putih

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota membeberkan kebutuhan anggaran pembangunan satu gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mencapai Rp1,6 miliar. (Dok.istimewa)

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota membeberkan kebutuhan anggaran pembangunan satu gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mencapai Rp1,6 miliar. (Dok.istimewa)

Flobamor.com, Jakarta Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota membeberkan kebutuhan anggaran pembangunan satu gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mencapai Rp1,6 miliar.

Angka tersebut dipaparkan Joao dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Ia menjelaskan, perhitungan biaya telah disesuaikan dengan kondisi geografis di seluruh Indonesia.

“Satu gedung KDKMP kita anggarkan Rp1.658.000.000 atau sekitar Rp2,9 juta per meter persegi,” ujarnya.

Menurut Joao, angka tersebut masih tergolong rasional. Ia bahkan menilai penggunaan skema indeks harga justru berpotensi membuat total anggaran proyek melonjak drastis.

BACA JUGA:  Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026

“Kalau menggunakan indeks untuk pembangunan gerai secara nasional, anggarannya bisa mencapai Rp600 triliun,” jelasnya.

Ia juga menyinggung perbedaan biaya pembangunan antarwilayah. Di Papua, biaya per meter disebut jauh lebih tinggi dibanding daerah lain seperti NTT dan Sumatera, sementara di Jawa relatif lebih rendah.

Namun, pemaparan tersebut langsung mendapat respons kritis dari anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Aimah Nurul Anam. Ia menilai desain gedung dengan anggaran Rp1,6 miliar terlalu mewah untuk ukuran koperasi desa.

BACA JUGA:  Jamwas Sidak Kejari Mabar, Kinerja dan Disiplin Jadi Sorotan

“Ini bagus, tapi terlalu mewah untuk tingkat desa. Bagi saya ini pemborosan,” tegas Mufti.

Ia juga menyoroti konsep bangunan yang dinilai belum menjawab kebutuhan utama koperasi, terutama dalam penyimpanan hasil pangan yang mudah rusak.

“Kalau yang disimpan adalah pangan, dua hari saja bisa busuk. Maka yang dibutuhkan itu cold storage, bukan sekadar bangunan megah,” ujarnya.

Mufti mendorong agar desain gedung disederhanakan demi efisiensi anggaran. Menurutnya, dengan anggaran sekitar Rp500 juta, pembangunan koperasi bisa lebih efektif dan menjangkau lebih banyak wilayah.

BACA JUGA:  Spanyol Juara Piala Dunia! Gol Ferran Torres di Menit ke-116 Hancurkan Mimpi Argentina

“Lebih baik anggaran diperkecil, konsep diminimalis, tapi manfaatnya maksimal,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah menargetkan setiap koperasi desa memiliki fasilitas gudang lengkap dengan cold storage pada akhir 2025.

“Sebanyak 80 ribu koperasi telah dibentuk, dan pada akhir tahun ini masing-masing akan memiliki gudang dengan fasilitas penyimpanan dingin,” ujar Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Penulis: Redaksi 

Editor: Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Pelukan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Bawah Reruntuhan Gempa, Dua Anak Tewas Bersama Sang Ibu di Manggarai Timur
HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan
Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih
Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat
Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT
Potret Pilu Pascagempa NTT: Pasien RSUD Ruteng Terbaring di Jalan, Suasana Rumah Sakit Mencekam
Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Pelukan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Bawah Reruntuhan Gempa, Dua Anak Tewas Bersama Sang Ibu di Manggarai Timur

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:15 WITA

HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:32 WITA

Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!