Kepala Perum Bulog Kanwil NTT Pastikan Stok Beras Aman Jelang Nataru

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K.Kanam (Baju Biru)

Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K.Kanam (Baju Biru)

Kupang, Flobamor.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan kesiapan penuh dalam menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat. Kekhawatiran akan lonjakan permintaan dan potensi kelangkaan dipastikan tidak perlu terjadi, sebab stok beras di NTT berada dalam kondisi aman, stabil, dan sangat mencukupi.

Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah  Nusa Tenggara Timur (Kanwil NTT), Arrahim K. Kanam, menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah secara nasional hingga akhir November mencapai 3,8 juta ton, sementara stok khusus untuk wilayah NTT berada pada posisi kuat dan terjaga.

“Bulog memastikan stok beras untuk kebutuhan Provinsi NTT berada dalam kondisi aman dan sangat mencukupi, bahkan hingga tahun depan. Stok ini siap menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru, termasuk Lebaran,” ujar Arrahim kepada Flobamor.com, Selasa (16/12/2025).

BACA JUGA:  Cafe Pioner Nekat Beroperasi di Tengah Permukiman Warga, Izin Keramaian Diduga "Dilegalkan" Oknum

Untuk menjaga stabilitas harga di pasar, Bulog mempercepat penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga awal Desember 2025, realisasi penyaluran SPHP di NTT telah mencapai 29.270 ton, yang didistribusikan melalui pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Desa Merah Putih, distributor resmi, serta berbagai mitra Bulog lainnya.

Tak hanya itu, Bulog juga mempercepat penyelesaian penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) alokasi Oktober–November yang mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah penerima maupun jenis bantuan.

BACA JUGA:  Cegah Korupsi, Dana Revitalisasi Sekolah Disalurkan Langsung ke Kepala Sekolah

Data penerima Bantuan Pangan:

• Juni–Juli 2025: 605.291 Penerima Bantuan Pangan (PBP)

• Oktober–November 2025: 653.746 PBP

Setiap penerima mendapatkan beras 10 kilogram per bulan, ditambah minyak goreng 2 liter.

“PBP yang sebelumnya hanya menerima beras, kini mendapatkan tambahan minyak goreng. Ini tentu memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat,” jelas Arrahim.

Meski NTT bukan daerah sentra produksi pangan, Bulog tetap berkomitmen menyerap hasil petani lokal. Hingga Desember 2025, Bulog Kanwil NTT telah menyerap:

• Gabah setara beras: 6.025 ton

• Jagung: 334 ton

Langkah ini dinilai penting dalam menjaga keseimbangan pasokan sekaligus mendukung petani di tengah fluktuasi produksi daerah.

BACA JUGA:  Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Menghadapi potensi cuaca ekstrem pada periode Desember–Januari, Bulog juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Satgas Pangan, dan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi penimbunan beras, spekulasi harga, serta gangguan distribusi akibat badai dan hambatan pelayaran.

“Pengawasan di lapangan menjadi kunci agar stabilitas harga tetap terjaga. Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang solid, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Arrahim.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, Bulog telah menyiapkan skema penguatan cadangan pangan untuk memastikan distribusi tetap lancar meski menghadapi tantangan logistik pada puncak musim hujan.

Penulis: Redaksi Flobamor.com/ Deni

Berita Terkait

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo
OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Berita Terbaru

error: Content is protected !!