Labuan Bajo, Flobamor.com — Lembaga Pengkaji dan Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) menyatakan siap menggelar aksi demo damai jilid II di Labuan Bajo. Aksi ini digelar sebagai bentuk desakan kepada Polda NTT dan Polres Manggarai Barat agar segera menuntaskan penyelidikan tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah yang menewaskan empat wisatawan asal Spanyol di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, pada 26 Desember 2025 lalu.
Ketua LPPDM, Marsel Nagus Ahang, dalam keterangannya kepada media Flobamor.com menegaskan bahwa aksi lanjutan tersebut menyoroti lambannya perkembangan penyelidikan serta minimnya keterbukaan informasi publik terkait penanganan kasus oleh aparat penegak hukum.
Menurut Marsel, hingga kini pemberitaan menyebutkan bahwa tersangka baru sebatas kapten kapal dan anak buah kapal (ABK). Namun, Marsel menilai penetapan tersebut belum menyentuh akar persoalan.
“Yang patut dipertanyakan, bagaimana dengan pihak KSOP? Kami menduga kuat ada unsur kelalaian bahkan kesengajaan. Seharusnya KSOP juga diperiksa secara serius dan ditetapkan tersangka” tegas Marsel Kepada Flobamor.com pada Sabtu (24/1/2026).
Marsel menilai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo memiliki peran vital dalam pengawasan keselamatan pelayaran, termasuk memastikan kelayakan kapal wisata sebelum beroperasi. Oleh karena itu, menurut LPPDM, tanggung jawab hukum tidak bisa dibebankan hanya kepada awak kapal.
“Penting ada keterbukaan informasi kepada publik agar tidak ada kesan kasus ini ditutup-tutupi,” tambahnya.
Dalam tuntutannya, LPPDM mendesak agar Polda NTT dan Polres Manggarai Barat segera menggelar perkara, serta menetapkan Kepala KSOP Labuan Bajo sebagai tersangka.
Adapun sasaran aksi demo damai jilid II meliputi Kantor KSOP Labuan Bajo, Polres Manggarai Barat, DPRD Manggarai Barat, serta Kantor Bupati Manggarai Barat.
Marsel juga meminta dengan tegas agar Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan DPRD tidak tinggal diam.
“Pemkab dan DPRD harus buka mata dan segera mengambil sikap tegas untuk memantau perkembangan kasus tenggelamnya KM Putri Sakinah. Jangan biarkan tragedi kemanusiaan ini berlalu tanpa kejelasan hukum,” pungkasnya.












