Layanan Kesehatan Dipertanyakan: Pasien BPJS di Puskesmas Wae Nakeng Disuruh Beli Obat di Apotek

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Wae Nakeng dan Apotek Merdeka Lembor (foto Flobamor.com)

Puskesmas Wae Nakeng dan Apotek Merdeka Lembor (foto Flobamor.com)

Lembor, Flobamor.comKeterbatasan stok obat di Puskesmas Wae Nakeng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai keluhan dari masyarakat, khususnya dari keluarga pasien. Pasalnya, sejumlah pasien yang berobat menggunakan layanan BPJS Kesehatan justru diminta menebus sebagian obat di apotek yang diduga bekerja sama dengan pihak puskesmas.

Kondisi ini dinilai memberatkan pasien, terutama bagi masyarakat yang datang berobat dengan harapan memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

Berdasarkan pantauan media Flobamor.com di Puskesmas Wae Nakeng pada Jumat (6/3/2026) siang, salah satu keluarga pasien mengaku kecewa karena setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan resep dari tenaga medis, mereka hanya memperoleh sebagian obat dari puskesmas. Sementara untuk obat lainnya, pasien diarahkan untuk membeli di apotek di luar fasilitas kesehatan.

“Harusnya kalau kami berobat di puskesmas dengan BPJS, obatnya sudah tersedia di sini. Tapi kenyataannya kami disuruh ke apotek untuk membeli obat. Apa gunanya BPJS,” ungkap salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Minta Evaluasi Total MBG

Situasi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat itu. Warga berharap pelayanan kesehatan yang mereka terima benar-benar sesuai dengan hak mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Salah satu pasien yang ditemui media ini di Puskesmas Wae Nakeng berharap pihak puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan obat. Mereka menilai, fasilitas kesehatan pemerintah seharusnya mampu menyediakan obat-obatan dasar bagi pasien yang datang berobat, khususnya bagi peserta BPJS.

Selain itu, keluarga pasien juga meminta adanya transparansi terkait kerja sama antara pihak puskesmas dengan apotek tertentu. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesan bahwa pasien secara tidak langsung diarahkan untuk membeli obat di luar fasilitas kesehatan yang seharusnya menyediakan obat secara gratis melalui program BPJS.

Sementara itu, salah satu pegawai di Puskesmas Wae Nakeng yang ditemui media ini pada Jumat (6/3/2026) siang, membenarkan adanya keterbatasan stok obat di fasilitas tersebut.

BACA JUGA:  Pengepul BBM Bersubsidi Marak di SPBU Lembor, Kapolsek: Catat dan Laporkan, Kami Tindak!

“Di sini sebenarnya sudah disediakan obat, tapi ada beberapa obat yang kehabisan stok sehingga kami menyarankan pasien untuk membeli obat di apotek,” ungkapnya sembari memberikan catatan berisi jenis obat yang harus dibeli pasien di luar puskesmas.

Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai langkah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat terkait kekosongan stok obat tersebut, petugas medis itu tidak memberikan jawaban dan memilih bungkam.

Sesampainya di apotek, petugas pelayanan di Apotek Merdeka Lembor yang diduga bekerja sama dengan pihak Puskesmas Wae Nakeng juga menyampaikan kepada keluarga pasien bahwa karcis atau catatan resep yang diberikan oleh pihak puskesmas harus ditinggalkan di apotek.

Petugas Apotek Merdeka Lembor tersebut berdalih bahwa karcis tersebut harus disimpan oleh pihak apotek sebagai bagian dari pencatatan administrasi.

“Untuk karcis dari puskesmas ini harus kami simpan di apotek sebagai catatan kami. Karena memang seperti itu aturannya,” ujar petugas pelayanan apotek Merdeka Lembor kepada keluarga pasien.

BACA JUGA:  Update Pemeriksaan 4 Anggota BAIS TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Pernyataan tersebut semakin menimbulkan pertanyaan dari keluarga pasien, terutama terkait mekanisme kerja sama antara Puskesmas Wae Nakeng dengan apotek tersebut, serta dasar aturan yang mewajibkan pasien menyerahkan karcis dari puskesmas kepada pihak apotek.

Keluarga pasien berharap pihak terkait, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, dengan kepala Puskesmas Wae Nakeng dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pelayanan obat bagi pasien BPJS, termasuk memastikan bahwa hak pasien untuk memperoleh obat di fasilitas kesehatan pemerintah tidak diabaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Wae Nakeng serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat guna memperoleh penjelasan resmi terkait keterbatasan stok obat dan mekanisme pelayanan bagi pasien BPJS di fasilitas kesehatan tersebut.

Penulis: Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Praperadilan Ditolak, Admin Tik Tok Lika-Liku NTT Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus UU ITE
Pemprov NTT Kucurkan Rp25 M Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores
Penyaluran Bantuan Pascagempa di Kecamatan Lembor Berjalan Bertahap dari Desa ke Desa
Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September
Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat
Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Sungguh Miris! Tujuh Hari Bertahan di Pengungsian, Warga Bea Muring Manggarai Timur Hanya Terima 1,5 Kg Beras Bantuan hingga 10 Bungkus Mi Instan
BKH dan Senator Stevi Harman Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Rahong Utara

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:17 WITA

Praperadilan Ditolak, Admin Tik Tok Lika-Liku NTT Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus UU ITE

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:37 WITA

Pemprov NTT Kucurkan Rp25 M Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Penyaluran Bantuan Pascagempa di Kecamatan Lembor Berjalan Bertahap dari Desa ke Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:57 WITA

Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:24 WITA

Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat

Berita Terbaru

Pemprov NTT Kucurkan Rp25 Miliar Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores (Foto: DPC.isth)

BERITA TERKINI

Pemprov NTT Kucurkan Rp25 M Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:37 WITA

error: Content is protected !!