Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret jalan aspal retak di kabupaten Manggarai Timur usai Gempa susulan yang mengguncang wilayah Flores, Minggu (16/8/2026)

Potret jalan aspal retak di kabupaten Manggarai Timur usai Gempa susulan yang mengguncang wilayah Flores, Minggu (16/8/2026)

Flobamor.com- Badan Geologi mengingatkan adanya potensi tanah bergerak di sejumlah wilayah Indonesia pada September 2026. Termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan pemetaan potensi tanah bergerak dilakukan berdasarkan hasil tumpang susun atau overlay antara peta kerentanan gerakan tanah Badan Geologi dan prakiraan curah hujan bulanan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

“Peta potensi terjadi gerakan tanah ini masih bersifat regional, serta tabel informasi potensi terjadi gerakan tanah masih sebatas tingkat kecamatan. Namun demikian peta potensi ini dapat digunakan sebagai langkah awal mitigasi bencana gerakan tanah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Siti kepada Wartawan, Jumat (21/8/2026).

Siti menjelaskan, peta potensi tanah bergerak dapat berubah setiap bulan karena sangat bergantung pada prakiraan curah hujan. NTT menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam daftar wilayah dengan potensi tanah bergerak tinggi pada September 2026. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya di wilayah yang memiliki lereng curam dan rawan longsor.

BACA JUGA:  Mentan Amran Turun Langsung Ke Alor NTT Usai Dengar Keluhan Harga Beras Tembus Rp30.000 Per Kg

NTT menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam daftar wilayah dengan potensi tanah bergerak tinggi pada September 2026. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya di wilayah yang memiliki lereng curam dan rawan longsor.

Flores Timur Masuk Potensi Menengah hingga Menengah Tinggi

Di Kabupaten Flores Timur, sejumlah kecamatan masuk kategori potensi tanah bergerak menengah. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Adonara, Adonara Barat, Adonara Timur, Kelubagolit, Solor Barat, Solor Selatan, Solor Timur, Tanjung Bunga, Titehena, Witihama, dan Wotan Ulumado.

Sementara itu, dua kecamatan masuk kategori potensi tanah bergerak menengah-tinggi, yakni Kecamatan Ile Buran dan Wulanggitang.

Masyarakat di wilayah tersebut diminta lebih waspada ketika hujan deras mengguyur, terutama jika berlangsung dalam waktu lama. Potensi tanah bergerak juga dapat memicu longsor maupun banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

7 Kecamatan di Lembata Masuk Potensi Menengah

BACA JUGA:  Hotel Mawatu Rangkul UMKM Lokal, Angkat Ekonomi Rakyat dan Perkuat Wajah Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Selain Flores Timur, sejumlah wilayah di Kabupaten Lembata juga masuk dalam pemetaan potensi tanah bergerak.

Kecamatan Atadei, Buyasari, Ile Ape, Naga Wutung, Nubatukan, Omesuri, dan Wulandoni masuk kategori potensi tanah bergerak menengah.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi lingkungan ketika hujan deras terjadi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghindari aktivitas di bawah atau pada lereng yang curam.

Kenali Tanda-tanda Tanah Bergerak

Siti mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal terjadinya tanah bergerak. Di antaranya muncul mata air baru atau air berubah keruh secara tiba-tiba, terbentuk pembendungan alami sungai akibat longsoran, serta muncul retakan pada tanah.

Tanda lainnya yakni tiang listrik atau pohon yang mulai miring ke arah lereng.

“Jika ditemukan tanda-tanda tanah bergerak tersebut agar segera berkoordinasi dengan instansi terkait,” tegas Siti.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pemotongan lereng terlalu tegak serta menghindari aktivitas di area bawah maupun lereng yang curam sebagai langkah antisipasi.

BACA JUGA:  Tersangka Korupsi MBG Bertambah! Komisaris PT YAT Ditahan Kejagung

Selain wilayah NTT, wilayah yang berpotensi mengalami tanah bergerak tinggi yaitu Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat.

“Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan,” ungkap Siti.

Siti mengimbau wilayah-wilayah tersebut agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya gerakan tanah dan banjir bandang/aliran bahan rombakan. Terutama pada saat terjadi hujan deras atau hujan yang berlangsung dalam waktu lama.

“Beberapa hal yang harus dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan ini adalah tidak melakukan pemotongan lereng terlalu tegak, menghindari aktivitas di bawah atau pada lereng yang curam, ” pintanya.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat
Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Sungguh Miris! Tujuh Hari Bertahan di Pengungsian, Warga Bea Muring Manggarai Timur Hanya Terima 1,5 Kg Beras Bantuan hingga 10 Bungkus Mi Instan
BKH dan Senator Stevi Harman Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Rahong Utara
KPK Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-Coba Korupsi Bantuan Korban Gempa NTT
Tujuh Hari Pascagempa M7,7, Warga Bea Muring Manggarai Timur Belum Tersentuh Bantuan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka kasus dugaan Penipuan dan Penggelapan
Mentan Amran Turun Tangan! 34 Ribu Pengungsi Gempa Flores Dipastikan Tak Kekurangan Beras

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:57 WITA

Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:24 WITA

Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Sungguh Miris! Tujuh Hari Bertahan di Pengungsian, Warga Bea Muring Manggarai Timur Hanya Terima 1,5 Kg Beras Bantuan hingga 10 Bungkus Mi Instan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WITA

BKH dan Senator Stevi Harman Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Rahong Utara

Berita Terbaru

error: Content is protected !!