Sungguh Miris! Tujuh Hari Bertahan di Pengungsian, Warga Bea Muring Manggarai Timur Hanya Terima 1,5 Kg Beras Bantuan hingga 10 Bungkus Mi Instan

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Pilu penyaluran bantuan gempa kepada warga Bea Muring, Desa Leong, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Sabtu (22/8/2026) Foto.Doc. Flobamor.com

Potret Pilu penyaluran bantuan gempa kepada warga Bea Muring, Desa Leong, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Sabtu (22/8/2026) Foto.Doc. Flobamor.com

Flobamor.com — Tujuh hari berlalu pasca gempa bumi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Namun, bagi warga Bea Muring, Desa Leong, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, masa-masa sulit itu belum juga berakhir.

Di tengah rumah-rumah yang rusak dan warga yang terpaksa bertahan di tenda darurat, bantuan yang diterima warga masih jauh dari kebutuhan mereka.

Bantuan yang datang pun harus dibagi kepada 293 keluarga terdampak. Dalam kondisi serba terbatas, warga hanya mendapatkan jatah beras hanya 1,5 kilogram per kepala keluarga (KK), sementara bantuan lainnya berupa mi instan, gula, ikan kaleng hingga kebutuhan bagi ibu hamil juga dibagikan secara terbatas.

Ketua BPD Desa Leong, Petrus Kasi Sayang, mengungkapkan bahwa bantuan beras yang diterima dari daerah telah disalurkan kepada 293 keluarga yang menjadi sasaran terdampak gempa. Bantuan tersebut diterima warga Desa Leong pada Sabtu (22/8/2026) siang.

BACA JUGA:  HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan

“Bantuan beras dari daerah kemarin kami sudah bagi ke 293 sasaran. Kebagian 1,5 kilogram per KK sasaran gempa,” ungkap Petus melalui pesan tertulis yang diterima Redaksi Flobamor.com, Sabtu (22/8/2026) siang.

Selain beras, kata Petus, bantuan yang tersedia antara lain telur sebanyak 60 butir yang dibagikan kepada ibu hamil di Desa Leong, mentega enam saset kecil, ikan kaleng tiga kaleng, mi instan 10 bungkus, serta gula sebanyak dua kilogram.

Sungguh Miris! Tujuh Hari Bertahan di Pengungsian, Warga Bea Muring Manggarai Timur Hanya Terima 1,5 Kg Beras dan 10 Bungkus Mi Instan
Potret pilu penyaluran bantuan di tengah warga Bea Muring, Desa Leong, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasca gempa Flores, mereka harus kehilangan tempat tinggal dan bertahan di tengah keterbatasan. Sabtu (22/8) (Foto: Doc. Flobamor.com

Keterbatasan bantuan tersebut membuat pihak desa harus berupaya membaginya sesuai kebutuhan dan kondisi warga.

Mirisnya, sebagian bantuan juga terpaksa diserahkan ke rumah duka setelah adanya warga yang meninggal dunia akibat gempa di Dusun Rejo, Desa Leong.

“Mi 10 bungkus, gula dua kilogram. Kami terpaksa serah ke rumah duka karena ada satu yang meninggal akibat gempa di Dusun Rejo, Desa Leong,” jelas Petrus.

BACA JUGA:  Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026

Bantuan beras 1,5 Kilogram

Tujuh Hari Menunggu, Bantuan Baru Datang

Kisah memilukan juga disampaikan Irwan, salah seorang warga penerima bantuan.

Ia mengaku harus menunggu selama tujuh hari setelah gempa sebelum akhirnya mendapatkan bantuan, pada Sabtu (22/8/2026) siang.
Ironisnya, bantuan beras yang diterima hanya 1,5 Kilogram untuk satu keluarga.

“Satu setengah kilogram beras yang diterima hanya sekali masak, langsung habis dalam sehari, yaitu pagi, siang dan malam” ungkap Irwan dengan nada prihatin.

Bagi warga yang kehilangan rumah dan harus bertahan hidup dalam kondisi darurat, jumlah tersebut tentu sangat terbatas. Mereka bukan hanya membutuhkan makanan untuk satu atau dua hari, tetapi bantuan berkelanjutan hingga kondisi kembali pulih.

293 Warga terancam Kehilangan Rumah, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan

Kondisi warga Desa Leong semakin memprihatinkan karena sebanyak 293 keluarga terdampak gempa harus menghadapi kerusakan rumah dan kehilangan tempat tinggal yang layak. Sebagian warga terpaksa tidur di tenda-tenda darurat seadanya.

BACA JUGA:  Fransisco Bongkar Dugaan Suap Saksi Kunci Kasus Pemerasan Kontraktor di Kupang

Malam hari yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat berubah menjadi perjuangan untuk bertahan. Di tengah keterbatasan tempat berlindung, warga masih dihantui kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

Warga berharap bantuan yang disalurkan benar-benar layak dan mampu memenuhi kebutuhan mereka selama berada di lokasi pengungsian. Bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah kebutuhan pokok dan perlengkapan mendesak untuk menunjang kehidupan sehari-hari dan membantu mereka bertahan di tengah kondisi pascagempa.

“Jujur saja, kami sangat membutuhkan Beras, mie instan, telur, terpal, selimut, dan air minum,” keluh Irwan.

Menurutnya, terpal sangat dibutuhkan agar warga memiliki tempat berlindung yang lebih layak. Beras dan makanan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara selimut dan air minum menjadi kebutuhan penting bagi warga yang masih bertahan dalam kondisi darurat.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo
OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Berita Terbaru

error: Content is protected !!