Surat Pengukuhan Tanah Warga Diduga Dipersulit, Sikap Diam Fungsionaris Adat Nggorang Dipertanyakan

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fungsionaris Adat Nggorang, Haji Ramang Ishaka (Dok.istimewa)

Fungsionaris Adat Nggorang, Haji Ramang Ishaka (Dok.istimewa)

Flobamor.com, Labuan Bajo – Sejumlah warga pemilik lahan di wilayah sebelah barat Bandara Internasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, mengeluhkan sikap fungsionaris adat Nggorang, Haji Ramang Ishaka, dan Muhamad Syair yang dinilai berbelit-belit dalam mengeluarkan surat pengukuhan tanah atas 17 bidang lahan milik warga.

Warga menilai proses pengurusan surat pengukuhan tanah tersebut sengaja diperlambat tanpa alasan yang jelas. Bahkan, muncul dugaan sebagian bidang tanah telah diperjualbelikan tanpa sepengetahuan pemilik hak.

Salah satu pemilik lahan, Feri, mengaku sudah lebih dari dua bulan bolak-balik mendatangi kediamannya Haji Ramang Ishaka dan Muhamad Syair, demi mengurus surat pengukuhan tanah miliknya. Namun hingga kini, dokumen yang dibutuhkan tersebut belum juga diterbitkan.

“Sudah berkali-kali saya datang ke Haji Ramang dan Muhamad Syair, tapi mereka saling lempar. Jawabannya selalu tunggu dan tunggu terus. Sampai kapan?” ujar Feri kepada wartawan Flobamor.com, Selasa (26/5/2026).

BACA JUGA:  Rezim Otoriter Pembungkam Jurnalis Dunia, China Urutan Pertama

Menurut Feri, setiap kali dirinya menemui Haji Ramang Ishaka, ia diarahkan untuk berkoordinasi dengan Muhamad Syair. Namun ketika mendatangi pihak yang dimaksud, jawaban yang diterimanya justru kembali diarahkan kepada Haji Ramang.

Kondisi tersebut membuat warga mulai mempertanyakan keseriusan pihak fungsionaris adat dalam menyelesaikan persoalan administrasi tanah masyarakat.

“Kami hanya ingin hak kami diproses dengan jelas. Tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Kami merasa dipermainkan,” ungkap Feri dengan nada kecewa.

Feri bahkan menduga sebagian dari total 17 bidang tanah yang sedang diurus warga telah dijual tanpa sepengetahuan para pemilik lahan.

“Kami curiga ada sebagian bidang tanah itu sudah dijual. Karena kalau tidak ada masalah, kenapa surat pengukuhan terus dipersulit dan tidak segera dikeluarkan?” jelas Feri.

BACA JUGA:  Klarifikasi Dinkes Mabar Soal Pasien BPJS di Puskesmas Wae Nakeng Disuruh Beli Obat di Apotek

Ia menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka dirinya bersama warga lain akan menempuh jalur hukum dan melaporkan persoalan tersebut ke Polres Manggarai Barat.

“Kalau nanti terbukti ada tanah warga yang dijual tanpa hak, kami akan laporkan ke polisi. Kami akan terus perjuangkan hak kami karena dari dulu kami hanya diberi janji,” tegas Feri.

Berdasarkan dokumen yang diperlihatkan kepada Flobamor.com, Feri menunjukkan bukti surat penyerahan tanah dan Surat Hak Milik atas lahan berukuran 20 x 80 meter yang menjadi dasar kepemilikannya.

Karena itu, ia mempertanyakan alasan surat pengukuhan tanah tersebut hingga kini belum juga diterbitkan oleh pihak adat.

“Ada apa sebenarnya sampai surat pengukuhan ini dipersulit? Kami hanya ingin hak kami diberikan secara jelas dan sah,” ujarnya.

Keluhan serupa disebut juga dialami sejumlah pemilik lahan lain yang masuk dalam 17 bidang tanah di kawasan tersebut. Warga khawatir persoalan tersebut dapat memicu konflik agraria berkepanjangan apabila tidak segera diselesaikan secara terbuka dan transparan.

BACA JUGA:  Polsek Alak Limpahkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Pelabuhan Tenau ke Kejari Kota Kupang

Sikap diam fungsionaris adat Nggorang pun kini mulai menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai tidak adanya penjelasan resmi semakin memperkuat dugaan adanya persoalan dalam pengurusan surat pengukuhan tersebut.

“Kami hanya meminta kejelasan. Kalau memang tidak ada masalah, kenapa harus dipersulit?” kata salah satu warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan Flobamor.com telah berupaya menghubungi Haji Ramang Ishaka selaku Fungsionaris Adat Nggorang maupun Haji Syair guna meminta klarifikasi dan tanggapan terkait persoalan tersebut. Namun upaya konfirmasi belum membuahkan hasil.

Meski sambungan telepon dalam keadaan aktif dan panggilan masuk, Haji Ramang Ishaka tidak memberikan respons.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Ajang Voli Paling Ditunggu Warga Mabar, Idul Adha Cup 1447 H Siap Digelar Meriah di Golo Mori
Kasusnya Mengejutkan! Puluhan Warga Labuan Bajo Siap Laporkan Haji Ramang Ishaka ke Polres Mabar
Diduga Persulit Surat Pengukuhan Tanah, Haji Ramang Ishaka Terancam Digugat Warga
Dua Turis Asal Austria Tewas di Cunca Wulang, Hasanudin Desak Evaluasi Total Infrastruktur Wisata Labuan Bajo
Labuan Bajo Darurat Rentenir, Korban Mengaku Dicekik Bunga Pinjaman 30 Persen
Haji Ramang Ishaka Diduga Gelapkan Uang Rp2 Miliar di Kasus Tanah Bandara Komodo Labua Bajo
Kapolres Mabar Ingatkan Penyebar Foto Korban Tragedi Cunca Wulang Terancam Dipidana
Liburan Berujung Maut, Dua Turis Austria Tewas Usai Jembatan Cunca Wulang Ambruk

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:12 WITA

Ajang Voli Paling Ditunggu Warga Mabar, Idul Adha Cup 1447 H Siap Digelar Meriah di Golo Mori

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:16 WITA

Surat Pengukuhan Tanah Warga Diduga Dipersulit, Sikap Diam Fungsionaris Adat Nggorang Dipertanyakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:38 WITA

Kasusnya Mengejutkan! Puluhan Warga Labuan Bajo Siap Laporkan Haji Ramang Ishaka ke Polres Mabar

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:27 WITA

Diduga Persulit Surat Pengukuhan Tanah, Haji Ramang Ishaka Terancam Digugat Warga

Senin, 25 Mei 2026 - 22:02 WITA

Dua Turis Asal Austria Tewas di Cunca Wulang, Hasanudin Desak Evaluasi Total Infrastruktur Wisata Labuan Bajo

Berita Terbaru

error: Content is protected !!