Dandim Turun Tangan Selesaikan Polemik Upah Buruh Pekerjaan Proyek Fisik KDMP di Liang Sola, Kepala Tukang Minta Maaf

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat bersama Danramil 1630-02/Lembor, dan  Awak Media beserta sejumlah buruh pekerja KDMP di Desa Liang Sola, Jumat (26/6/2026) (Dok.istimewa)

Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat bersama Danramil 1630-02/Lembor, dan Awak Media beserta sejumlah buruh pekerja KDMP di Desa Liang Sola, Jumat (26/6/2026) (Dok.istimewa)

Flobamor.com – Pembangunan fisik Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, kini telah mencapai progres sekitar 80 persen untuk tahap pertama. Di balik capaian pembangunan tersebut, sempat muncul keluhan dari sejumlah buruh harian yang mengaku belum menerima upah kerja selama satu bulan.

Namun, persoalan itu akhirnya berhasil diselesaikan setelah Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf. Budiman Manurung, S.E., M.I.P., turun langsung ke lokasi proyek pada Jumat (26/6/2026) untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi.

Salah seorang pekerja mengaku sebelumnya sempat khawatir karena upah yang menjadi haknya belum diterima meski telah bekerja selama sebulan.

“Saya sudah kerja selama satu bulan, tapi pembayaran upah hingga kini belum terealisasi. Ketika saya minta, kepala tukang menjawab uang belum masuk,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dandim bersama jajaran Koramil 1630-02/Lembor yang langsung hadir di lokasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Dandim Manggarai Barat dan terimakasih kepada Danramil 1630-02/Lembor dan segenap anggota karena sudah hadir di tengah-tengah kami untuk menyelesaikan persoalan ini. Puji Tuhan saya sangat senang karena upah kerja saya selama satu bulan sudah dicairkan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Segini Besaran Anggaran Dana Desa 2025 di Kabupaten Manggarai Barat, NTT! Cek Desamu Disini

Dandim: Hanya Terjadi Miskomunikasi

Saat ditemui di lokasi proyek, Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat Letkol Inf. Budiman Manurung, S.E., M.I.P., menjelaskan bahwa setelah menerima informasi tersebut, dirinya langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Menurutnya, hasil pengecekan menunjukkan bahwa pekerjaan proyek tetap berjalan normal dan para buruh masih bekerja seperti biasa. Setelah dilakukan klarifikasi dengan pengawas lapangan, diketahui bahwa persoalan yang terjadi bukan karena dana belum tersedia, melainkan akibat miskomunikasi antara kepala tukang dan para pekerja.

“Hari ini kami datang langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pekerjaan dan sekaligus merespon terkait keluhan dari buruh pekerja. Setelah kami cek dan melakukan klarifikasi dengan pengawas dan kepala tukang, ternyata ada miskomunikasi antara kepala tukang dengan anggota pekerja. Persoalan ini sudah diselesaikan dan gaji pekerja selama 25 hari sudah dibayarkan. Jadi sebenarnya tidak ada persoalan,” tegas Dandim dikonfirmasi Redaksi Flobamor.com di lokasi Proyek pada Jumat (26/6/2026) siang.

BACA JUGA:  Kos Teddy Homestay di Labuan Bajo Milik Eks Politisi Golkar Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, komunikasi yang baik antara seluruh pihak sangat penting agar hak-hak pekerja tidak terabaikan.

“Saya berharap ke depan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Komunikasi harus berjalan dengan baik sehingga setiap persoalan bisa segera diselesaikan,” pintanya.

Dandim menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap seluruh kegiatan pembangunan KDMP di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Ia mengaku akan terus berkoordinasi dengan Danramil, Babinsa, serta pengawas lapangan agar kondisi para pekerja selalu terpantau.

“Saya akan terus berkomunikasi dengan Danramil dan Babinsa mengenai kondisi pekerjaan di lapangan, termasuk memastikan apakah para pekerja sudah menerima upahnya. Saya tidak ingin ada pekerja yang sudah menyelesaikan pekerjaannya tetapi belum dibayar,” tegasnya.

Ia juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Koramil untuk lebih sigap memantau setiap perkembangan pembangunan, termasuk mengecek kehadiran pekerja, kendala yang dihadapi, hingga memastikan pembayaran upah berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, Dandim mengingatkan bahwa aspek keselamatan kerja harus tetap menjadi prioritas utama selama proses pembangunan berlangsung.

BACA JUGA:  Turis Asing Tenggelam Saat Snorkeling di Long Pink Beach TN Komodo

“Faktor keamanan itu yang paling penting. Bagaimanapun juga keselamatan kerja harus menjadi prioritas,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Tukang, Siprianus Agung, mengakui kesalahan yang menyebabkan keterlambatan pembayaran upah para pekerja. Ia menjelaskan bahwa dana upah sebenarnya telah lama diterima, namun belum sempat dibagikan kepada para buruh harian.

“Saya mohon maaf Pak. Ini memang kesalahan saya. Uang pekerja sudah lama masuk, tetapi saya belum membagikannya kepada para pekerja. Sekali lagi saya mohon maaf,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh upah pekerja langsung diselesaikan pada hari itu juga setelah dilakukan pertemuan di lokasi proyek.

Dengan selesainya pembayaran upah kepada para pekerja, persoalan yang sempat menjadi sorotan terkait pekerjaan proyek pembangunan KDMP di Desa Liang Sola kini telah berakhir.

Komandan Kodim (Dandim)1630/Manggarai Barat menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai ketentuan.

“Pengawasan tidak hanya difokuskan pada kualitas pembangunan, tetapi juga pada pemenuhan hak-hak para pekerja, sehingga seluruh proses pembangunan dapat berlangsung secara tertib, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Letkol Inf. Budiman Manurung.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!