PPK Tanggapi Pemberitaan Proyek Jalan Labuan Bajo–Ruteng yang Dikerjakan PT AKAS

Senin, 12 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, Flobamor.com – Terkait sorotan pemberitaan sejumlah media online mengenai kerusakan pada ruas Jalan Nasional Labuan Bajo-Malwatar batas Kota Ruteng, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) HRS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) 3.2 PJN Wilayah III Provinsi NTT, Parsaoran Samosir, angkat bicara.

Parsaoran Samosir mengatakan, proyek pembangunan jalan hotmix tersebut telah rampung dikerjakan pada tahun anggaran 2024 oleh PT. Akas dengan nilai kontrak mencapai Rp120 miliar yang bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun demikian, kerusakan ringan yang ditemukan di beberapa titik telah masuk dalam masa pemeliharaan.

BACA JUGA:  Telan Dana Rp125 Miliar, Proyek Jalan Nasional Labuan Bajo-Ruteng Dinilai Janggal: Kualitas Buruk, Material Ilegal dan Potensi Korupsi

“Memang benar ada kerusakan ringan di beberapa titik. Tapi itu sudah kami tindak lanjuti. Saat ini kontraktor pelaksana tengah melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan satu tahun,” ujar Saor kepada Flobamor.com, Senin siang (12/5/2025).

BACA JUGA:  Oknum Jaksa di NTT Diduga Peras Kontraktor Ratusan Juta, Fakta Persidangan Mulai Terungkap

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya perbaikan di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak. Menurut Saor pihaknya secara aktif merespons laporan masyarakat dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Setelah kami turun ke lapangan, kami temukan kerusakan ringan di beberapa bagian. Kami langsung berikan instruksi kepada kontraktor untuk memperbaikinya,” ujar Saor.

Ia menegaskan, segala bentuk kerusakan, baik ringan, sedang, hingga berat selama masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab penuh kontraktor pelaksana.

BACA JUGA:  10 Anggota DPRD Manggarai Barat Terseret Skandal Kunker Fiktif, Ratusan Juta Uang Rakyat Raib

“Ruas Jalan Labuan Bajo–Ruteng ini masih dalam masa pemeliharaan. Jadi, apa pun bentuk kerusakannya sudah menjadi kewajiban kontraktor untuk memperbaiki,” ujar Saor.

Dengan pernyataan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa proses pemeliharaan masih berjalan dan pemerintah tetap berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur yang telah dibangun.

Berita Terkait

Dua Turis Asal Austria Tewas di Cunca Wulang, Hasanudin Desak Evaluasi Total Infrastruktur Wisata Labuan Bajo
Labuan Bajo Darurat Rentenir, Korban Mengaku Dicekik Bunga Pinjaman 30 Persen
Haji Ramang Ishaka Diduga Gelapkan Uang Rp2 Miliar di Kasus Tanah Bandara Komodo Labua Bajo
Kapolres Mabar Ingatkan Penyebar Foto Korban Tragedi Cunca Wulang Terancam Dipidana
Liburan Berujung Maut, Dua Turis Austria Tewas Usai Jembatan Cunca Wulang Ambruk
Dua Turis Austria Tewas di Cunca Wulang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Infrastruktur Wisata
Ancaman Kapolres Mabar terhadap Penyebar Video Tragedi Cunca Wulang Tuai Kecaman dari Praktisi Hukum
Surat Terbuka untuk Uskup Labuan Bajo Soroti Dampak Mutasi Pegawai di Manggarai Barat, Keluarga Disebut Banyak Terpisah

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 22:02 WITA

Dua Turis Asal Austria Tewas di Cunca Wulang, Hasanudin Desak Evaluasi Total Infrastruktur Wisata Labuan Bajo

Senin, 25 Mei 2026 - 21:01 WITA

Labuan Bajo Darurat Rentenir, Korban Mengaku Dicekik Bunga Pinjaman 30 Persen

Senin, 25 Mei 2026 - 18:05 WITA

Haji Ramang Ishaka Diduga Gelapkan Uang Rp2 Miliar di Kasus Tanah Bandara Komodo Labua Bajo

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WITA

Kapolres Mabar Ingatkan Penyebar Foto Korban Tragedi Cunca Wulang Terancam Dipidana

Senin, 25 Mei 2026 - 00:26 WITA

Liburan Berujung Maut, Dua Turis Austria Tewas Usai Jembatan Cunca Wulang Ambruk

Berita Terbaru

error: Content is protected !!