Labuan Bajo, Flobamor.com – Terkait sorotan pemberitaan sejumlah media online mengenai kerusakan pada ruas Jalan Nasional Labuan Bajo-Malwatar batas Kota Ruteng, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) HRS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) 3.2 PJN Wilayah III Provinsi NTT, Parsaoran Samosir, angkat bicara.
Parsaoran Samosir mengatakan, proyek pembangunan jalan hotmix tersebut telah rampung dikerjakan pada tahun anggaran 2024 oleh PT. Akas dengan nilai kontrak mencapai Rp120 miliar yang bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun demikian, kerusakan ringan yang ditemukan di beberapa titik telah masuk dalam masa pemeliharaan.
“Memang benar ada kerusakan ringan di beberapa titik. Tapi itu sudah kami tindak lanjuti. Saat ini kontraktor pelaksana tengah melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan satu tahun,” ujar Saor kepada Flobamor.com, Senin siang (12/5/2025).

Pantauan di lapangan menunjukkan adanya perbaikan di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak. Menurut Saor pihaknya secara aktif merespons laporan masyarakat dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Setelah kami turun ke lapangan, kami temukan kerusakan ringan di beberapa bagian. Kami langsung berikan instruksi kepada kontraktor untuk memperbaikinya,” ujar Saor.

Ia menegaskan, segala bentuk kerusakan, baik ringan, sedang, hingga berat selama masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab penuh kontraktor pelaksana.
“Ruas Jalan Labuan Bajo–Ruteng ini masih dalam masa pemeliharaan. Jadi, apa pun bentuk kerusakannya sudah menjadi kewajiban kontraktor untuk memperbaiki,” ujar Saor.
Dengan pernyataan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa proses pemeliharaan masih berjalan dan pemerintah tetap berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur yang telah dibangun.











