Kejagung Buka Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek CCTV Fiktif MBG, 41 Nama Masuk Radar Penyidik

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Flobamor.com – Dugaan korupsi proyek pengadaan kemera pengawas (CCTV) fiktif di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) mulai dilakukan penyelidikan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kasus ini terungkap setelah mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyerahkan sejumlah data dan dokumen kepada penyidik.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, membenarkan bahwa pihaknya kini tengah mendalami dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan 5000 CCTV fiktif tersebut.

“Untuk pengadaan CCTV memang sedang kami cek ya, sedang kami cek,” ujar Syarief di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

BACA JUGA:  Lima Bulan Kasus Kematian Restiana Tija Mandek di Polres Manggarai, LPPDM Gelar Aksi Demo Tuntut Kepastian Hukum

Tak hanya menyoroti proyek CCTV, penyidik juga tengah mengkaji 41 nama yang diduga berkaitan dengan dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Daftar nama tersebut sebelumnya diserahkan Sony Sonjaya kepada Kejagung sebagai bagian dari laporan yang disampaikannya.

“Nama-nama itu sedang kami pelajari apakah merupakan suatu tindak pidana atau penyimpangan lain, atau sesuatu yang lebih besar. Itu yang sedang kami dalami,” kata Syarief.

BACA JUGA:  Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Sementara itu, kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa dugaan penyimpangan proyek CCTV menjadi salah satu alasan kliennya mengajukan status Justice Collaborator (JC).

Menurut Krisna, proyek tersebut mencakup pemasangan sekitar 5.000 unit CCTV beserta perangkat sidik jari (fingerprint) yang ditempatkan di berbagai titik layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Satu SPPG itu ada lima CCTV. Jadi semuanya harus dipasang sekitar 5.000 CCTV dan alat sidik jari,” ungkap Krisna.

BACA JUGA:  Pupuk Indonesia Bawa Harapan Baru: Wujudkan Manggarai Sejahtera dan Bebas Stunting Lewat Program Tajumase

Ia menjelaskan, sistem tersebut dirancang untuk memverifikasi penerima manfaat Program MBG melalui sidik jari agar identitas mereka dapat dicocokkan dengan data dalam sistem SPPG.

Hingga kini, Kejaksaan Agung masih terus mengumpulkan bukti dan mendalami seluruh informasi yang diterima guna memastikan apakah dugaan tersebut memenuhi unsur tindak pidana korupsi atau justru mengarah pada penyimpangan dengan skala yang lebih besar.

Penulis : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Tragedi Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Korban Meninggal Bertambah Jadi 5 Orang
Pengawas Proyek KDMP di Desa Pong Majok Menghilang, Dandim Turun Tangan Selesaikan Pembayaran Upah Pekerja
Modus Izin Tinggal! Kelakuan Bejat Oknum Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Diduga Peras WNA, Uang Pelicin Tembus Rp145,5 Miliar
Dandim Turun Tangan Selesaikan Polemik Upah Buruh Pekerjaan Proyek Fisik KDMP di Liang Sola, Kepala Tukang Minta Maaf
Update Kasus MBG! Sony Sonjaya Ungkap Dugaan Proyek CCTV Fiktif Rp300 Miliar
Fransisco Bongkar Dugaan Suap Saksi Kunci Kasus Pemerasan Kontraktor di Kupang
Vonis Eks Bupati Lombok Barat Zaini Arony Dipangkas MA, dari 9 Tahun Jadi 5 Tahun Penjara
Tumbangkan Tuan Rumah Lo’ok Ca Nai 2-0, Putri Komodo Selatan Kirim Sinyal Keras Perburuan Gelar Juara Idul Adha Cup 1447 H

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:38 WITA

Kejagung Buka Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek CCTV Fiktif MBG, 41 Nama Masuk Radar Penyidik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:51 WITA

Tragedi Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Korban Meninggal Bertambah Jadi 5 Orang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:56 WITA

Pengawas Proyek KDMP di Desa Pong Majok Menghilang, Dandim Turun Tangan Selesaikan Pembayaran Upah Pekerja

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:40 WITA

Modus Izin Tinggal! Kelakuan Bejat Oknum Pejabat Imigrasi Ngurah Rai Diduga Peras WNA, Uang Pelicin Tembus Rp145,5 Miliar

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:11 WITA

Dandim Turun Tangan Selesaikan Polemik Upah Buruh Pekerjaan Proyek Fisik KDMP di Liang Sola, Kepala Tukang Minta Maaf

Berita Terbaru

error: Content is protected !!