Surat Terbuka untuk Uskup Labuan Bajo Soroti Dampak Mutasi Pegawai di Manggarai Barat, Keluarga Disebut Banyak Terpisah

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Terbuka untuk Uskup Labuan Bajo Soroti Dampak Mutasi Pegawai di Manggarai Barat, Keluarga Disebut Banyak Terpisah

Surat Terbuka untuk Uskup Labuan Bajo Soroti Dampak Mutasi Pegawai di Manggarai Barat, Keluarga Disebut Banyak Terpisah

FLOBAMOR.COM – Sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Uskup Labuan Bajo, Mgr. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si., menjadi sorotan setelah berisi keresahan terkait dampak sosial kebijakan mutasi pegawai di Kabupaten Manggarai Barat.

Surat tersebut ditulis oleh Mario Pranda dan ditujukan langsung kepada Uskup Labuan Bajo sebagai pemimpin Gereja Katolik di wilayah tersebut.

Dalam suratnya, Mario Pranda menyampaikan salam hormat sekaligus harapan agar Uskup selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan hikmat dalam menggembalakan umat.

Namun, di balik salam pembuka itu, Mario menyampaikan kegelisahan mendalam mengenai kondisi sosial masyarakat Manggarai Barat yang menurutnya sedang menghadapi persoalan serius akibat kebijakan mutasi pegawai dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menilai situasi daerah memang tampak tenang di permukaan, tetapi menyimpan banyak persoalan sosial yang dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga pegawai.

BACA JUGA:  1.967 CPNS Mengundurkan Diri, Begini Respon Ketua DPR Puan Maharani

“Situasi Manggarai Barat yang kita lihat saat ini di permukaan memang tampak tenang, datar, dan cenderung baik-baik saja. Namun, di balik ketenangan semu tersebut, terdapat jeritan dan air mata tersembunyi dari sekian banyak keluarga yang sedang mengalami keretakan fondasi sosial akibat kebijakan administratif,” tulis Mario dalam suratnya.

Mario kemudian memohon agar Gereja Katolik mengambil sikap pastoral terhadap proses mutasi pegawai yang terjadi selama sekitar satu setengah tahun terakhir.

Menurutnya, pelaksanaan mutasi tersebut bertentangan dengan nilai-nilai luhur Gereja dan hukum Kanonik yang menjunjung tinggi keutuhan keluarga.

BACA JUGA:  Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Wakil Ketua DPR: Bukti Kerja Nyata dan Reformasi Berjalan

Ia menyebut banyak keluarga harus menghadapi kenyataan pahit akibat kebijakan tersebut.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa sejumlah suami dan istri harus hidup terpisah karena penempatan tugas yang berbeda lokasi. Bahkan, anak-anak dan orang tua disebut ikut terdampak akibat perpisahan tersebut.

“Akibat proses mutasi ini, ratusan pegawai harus mengalami kenyataan pahit yang memilukan hati, di mana suami terpisah dari istrinya, istri kehilangan kebersamaan dengan suaminya, serta orang tua dan anak-anak terpaksa saling terpisah,” tulisnya lagi.

Mario menilai kondisi tersebut mencederai esensi dasar keluarga Katolik yang utuh dan harmonis.

Karena itu, ia meminta Gereja Katolik secara resmi menyampaikan sikap kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat agar kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keutuhan keluarga.

BACA JUGA:  Usai Diberitakan Dugaan Jual Beli Proyek, Wabup Mabar Langsung Perintahkan Kadis PKO Segera Lakukan Monitoring

Menurut Mario, suara Gereja memiliki peran penting untuk mengingatkan para pengambil kebijakan agar tidak hanya berfokus pada regulasi administratif semata.

“Mengingat dampak sosial dan spiritual yang begitu besar, saya sangat memohon agar Gereja Katolik secara resmi dapat menyampaikan sikap pastoral yang tegas ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat,” tulisnya.

Di akhir surat, Mario Pranda menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian pastoral dari Uskup Labuan Bajo terhadap persoalan yang ia sampaikan.

Ia juga menegaskan bahwa surat tersebut dibuat dengan penuh kerendahan hati sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat Manggarai Barat saat ini.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kecelakaan Tunggal di Jalur Trans Flores! Sopir Diduga Mengantuk, Lima Penumpang Dilarikan ke Puskesmas Wae Nakeng
Breaking News: Jenderal Polisi Aktif Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi MBG
Bos Agen Travel Labuan Bajo Bebas dari Tahanan Usai Kembalikan Uang Wisatawan Asing Rp85,2 Juta
Bupati Gowa Husniah Talenrang Akhirnya Buka Suara soal Hak Angket DPRD : Jangan Bawa-bawa Ranah Pribadi
ART Asal Manggarai Timur Ditemukan Tewas di Perumahan Elite Makassar, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Kapolri Rotasi Besar-Besaran! 190 Kapolres/Kapolresta Se-Indonesia Berganti, Ini Daftar Lengkapnya
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Wakil Ketua DPR: Bukti Kerja Nyata dan Reformasi Berjalan
Kejagung Buka Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek CCTV Fiktif MBG, 41 Nama Masuk Radar Penyidik

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:23 WITA

Kecelakaan Tunggal di Jalur Trans Flores! Sopir Diduga Mengantuk, Lima Penumpang Dilarikan ke Puskesmas Wae Nakeng

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:54 WITA

Breaking News: Jenderal Polisi Aktif Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi MBG

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:19 WITA

Bos Agen Travel Labuan Bajo Bebas dari Tahanan Usai Kembalikan Uang Wisatawan Asing Rp85,2 Juta

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:42 WITA

Bupati Gowa Husniah Talenrang Akhirnya Buka Suara soal Hak Angket DPRD : Jangan Bawa-bawa Ranah Pribadi

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:02 WITA

Kapolri Rotasi Besar-Besaran! 190 Kapolres/Kapolresta Se-Indonesia Berganti, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!