Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Wakil Ketua DPR: Bukti Kerja Nyata dan Reformasi Berjalan

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menyambut positif hasil survei terkait kepercayaan publik ke Polri 82,4 persen (Dok istimewa)

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menyambut positif hasil survei terkait kepercayaan publik ke Polri 82,4 persen (Dok istimewa)

Flobamor.com Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus menunjukkan tren positif. Hasil survei terbaru Litbang Kompas mencatat 82,4 persen masyarakat kini menaruh kepercayaan kepada Korps Bhayangkara, sebuah capaian yang dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan reformasi dan peningkatan kinerja institusi kepolisian.

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menyambut positif hasil survei tersebut. Menurutnya, tingginya kepercayaan publik bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya dengan narasi, tetapi kepercayaan lahir dari kerja nyata yang konsisten. Ketika masyarakat merasakan pelayanan yang semakin baik, penegakan hukum yang tegas, dan kehadiran negara melalui Polri, maka kepercayaan itu tumbuh secara alami,” ujar Sari, Sabtu (27/6/2026).

BACA JUGA:  Tragedi Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Korban Meninggal Bertambah Jadi 5 Orang

Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu menilai Polri berhasil menjawab berbagai kritik publik melalui pembenahan yang nyata, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan hingga penegakan hukum yang lebih profesional.

Salah satu faktor yang dinilai turut mendongkrak kepercayaan masyarakat adalah langkah tegas Polri dalam memberantas berbagai kejahatan yang menjadi perhatian publik. Mulai dari praktik judi online, kejahatan siber, peredaran narkotika yang mengancam generasi muda, hingga penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Di sisi lain, Polri juga dianggap semakin adaptif menghadapi era digital dengan memperkuat layanan publik berbasis teknologi. Langkah ini dinilai membuat pelayanan kepolisian menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

BACA JUGA:  Kades GI Tilap BLT Rp1,3 Miliar, Suruh Perangkat Desa Buat LPJ Fiktif Tutupi Korupsi

Tak hanya itu, Sari menegaskan keberanian Polri menindak anggotanya yang melanggar aturan menjadi indikator penting dalam membangun institusi yang profesional dan bersih.

“Membangun institusi yang profesional dan dipercaya masyarakat harus dimulai dari keberanian menindak pelanggaran di internal. Akuntabilitas adalah fondasi utama penegakan hukum,” tegasnya.

Sari juga menyoroti pengesahan perubahan Undang-Undang tentang Polri sebagai momentum penting untuk memperkuat kelembagaan kepolisian. Namun, ia mengingatkan bahwa bertambahnya kewenangan harus diimbangi dengan peningkatan integritas dan transparansi.

“Semakin besar kewenangan yang dimiliki, semakin besar pula tuntutan untuk bekerja secara profesional, transparan, dan berintegritas. Kepercayaan publik adalah modal terbesar Polri yang harus dijaga melalui reformasi yang berkelanjutan,” katanya.

Berdasarkan survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 9–18 April 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi, sebanyak 82,4 persen responden meyakini kinerja Polri akan terus membaik. Sementara 12,1 persen menyatakan tidak yakin, dan 5,5 persen memilih tidak menjawab.

BACA JUGA:  Pembagian Bantuan PKH di BRI Lembor Ricuh, Warga Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pengerusakan HP

Survei tersebut menggunakan metode wawancara tatap muka dengan margin of error ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Sebagai mitra kerja Polri, Komisi III DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan melalui fungsi anggaran dan pengawasan agar tren positif tersebut dapat terus dipertahankan.

“Saya berharap, Polri semakin memperkuat perannya sebagai institusi penegak hukum yang Presisi, profesional, humanis, responsif, serta mampu menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : De

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih
Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat
Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT
Potret Pilu Pascagempa NTT: Pasien RSUD Ruteng Terbaring di Jalan, Suasana Rumah Sakit Mencekam
Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB
Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun
Keracunan MBG! Ratusan Murid dari 5 Sekolah di Karo Dilarikan Ke Rumah Sakit, Alami Gatal Mulut hingga Sesak Napas

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:32 WITA

Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:19 WITA

Potret Pilu Pascagempa NTT: Pasien RSUD Ruteng Terbaring di Jalan, Suasana Rumah Sakit Mencekam

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:43 WITA

error: Content is protected !!