Tragedi Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Korban Meninggal Bertambah Jadi 5 Orang

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih dan KNMP Tahun 2026 di Apron Skadron 45 Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (17/6/2026). (Sumber : Instagram/@lanud_halim_perdanakusuma)

Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih dan KNMP Tahun 2026 di Apron Skadron 45 Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (17/6/2026). (Sumber : Instagram/@lanud_halim_perdanakusuma)

Flobamor.com- Jumlah calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang meninggal saat pelatihan militer bertambah menjadi lima orang. Merespons kejadian ini, pemerintah mengevaluasi total program pelatihan bernuansa militer guna mengusut penyebab pasti dan mencegah jatuhnya korban susulan.

Kementerian Pertahanan mengungkapkan, hingga hari ini Sabtu (27/6/2026) sudah ada lima orang calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar militer (latsarmil).

“Atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKMP KNMP 2026 yang sedang mengikuti pelatihan bela negara dan manajerial,” kata Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia di kantor Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

BACA JUGA:  Dilaporkan ke Polres Mabar Sejak 2024, Kasus Dugaan Penipuan Yogi Asmaranto Tak Kunjung Diproses, Korban Mengaku Kecewa

Ketut menjelaskan, calon manajer kelima Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia adalah Nola Dya Sari yang mengikuti latsarmil di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan.

Ia menjelaskan, pada Jumat (26/6/2026) kemarin, Nola masih mengikuti pembelajaran terkait teknik perkebunan di ruang kelas. Namun, pada Jumat petang pukul 18.45 WIB, Nola mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas.

“Tim kesehatan satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang,” ujar Ketut.

BACA JUGA:  Ketua DPD NasDem Manggarai Barat Dilaporkan ke Polres Mabar, LPPDM Ungkap Dugaan Korupsi Dana Banpol Ratusan Juta

Ketut menuturkan, Nola tiba di Instalasi Gawat Darurat RS Singkawang pada Jumat malam pukul 19.20 WIB dan langsung mendapatkan perawatan medis

Setelah itu, Nola dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Azis Singkawang untuk mendapatkan penanganan lebih komprehensif.

Begitu tiba di RSUD Abdul Azis pada pukul 20.20 WIB, Nola langsung mendapatkan penanganan lanjutan oleh tim medis.

“Dalam proses penanganan berlangsung, terjadi henti jantung sehingga dilakukan resisutasi jantung,” kata Ketut

Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia,” jelas Ketut.

BACA JUGA:  Fantastis! SMKN 1 Labuan Bajo Kelola Dana Rp5 Miliar Per Tahun, Dana Komite Mencekik, Dana Bos Rp 2,79 Miliar Dipertanyakan

Ketut menyebutkan, sebelum mengikuti latsarmil, Nola telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi ketentuan yang berlaku dengan catatan kelebihan berat badan.

“Saat ini hasil evaluasi medis terus didalami untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait kondisi yang dialami,” pintanya.

Sebelumnya, sudah ada empat calon manajer Kopdes Merah Putih yang dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil.

Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang wafat akibat cardiac arrest, Anisa Muyassaroh karena heat stroke, Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi tuberkulosis (TB), dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan
Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih
Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat
Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT
Potret Pilu Pascagempa NTT: Pasien RSUD Ruteng Terbaring di Jalan, Suasana Rumah Sakit Mencekam
Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB
Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:15 WITA

HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:32 WITA

Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:43 WITA

error: Content is protected !!