Pembagian Bantuan PKH di BRI Lembor Ricuh, Warga Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pengerusakan HP

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penganiayaan 

Lembor, Flobamor.com – Suasana pembagian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Bank BRI Unit Lembor, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak ricuh pada Senin (3/11/2025) malam. Seorang warga penerima bantuan berinisial PJ (43) bersama istrinya R (42) menjadi korban dugaan penganiayaan dan pengerusakan barang oleh seorang perempuan berinisial PL, yang kini telah dilaporkan ke Polsek Lembor.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WITA di Kantor BRI Unit Lembor, yang berlokasi di Malawatar, Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor. Saat itu, korban dan istrinya datang ke bank untuk mencairkan bantuan sosial PKH sebagaimana dijadwalkan oleh pihak pendamping desa.

BACA JUGA:  Kejati NTT Tetapkan Eks Wali Kota Kupang Jadi Tersangka Kasus Pengalihan Aset

Menurut keterangan korban kepada pihak kepolisian, sekitar pukul 19.00 WITA, PJ sedang berkoordinasi dengan pendamping PKH dan pihak bank terkait mekanisme pencairan dana bantuan. Setelah mendapatkan arahan, istri PJ menyerahkan berkas persyaratan kepada petugas. Namun, situasi tiba-tiba memanas ketika seorang perempuan berinisial PL yang juga berada di lokasi, berteriak dengan nada tinggi ke arah PJ sambil berkata,

“Kami tidak butuh wartawan di sini! Nanti saya lapor kalian berdua ke polisi!”

Mendengar ucapan itu, PJ yang merasa tersinggung mencoba menghampiri pelaku untuk menanyakan maksud perkataannya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya datang sebagai penerima bantuan PKH, bukan dalam kapasitas sebagai wartawan.

BACA JUGA:  Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Namun, sebelum sempat menjelaskan lebih jauh, pelaku langsung menampar pipi kiri PJ di depan sejumlah warga dan nasabah yang tengah antre di kantor BRI tersebut.

Melihat suaminya dipukul, istri korban berusaha melerai dan menanyakan alasan pelaku bertindak kasar. Bukannya berhenti, pelaku justru menampar dahi istri korban dan merampas ponsel miliknya, lalu melempar ponsel tersebut ke tumpukan batu hingga menyebabkan layar pecah dan rusak berat.

Merasa terhina dan dirugikan secara fisik maupun materi, pasangan suami istri itu kemudian mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Lembor sekitar pukul 19.10 WITA untuk melaporkan tindakan tersebut. Laporan diterima oleh petugas dengan dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengerusakan barang.

BACA JUGA:  Tim Jatanras Polresta Kupang Kota Berhasil Menangkap Dua Eksekutor Curanmor dan Penadah

Korban dan keluarganya berharap agar pelaku PL dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tak lama setelah laporan dibuat, sekitar pukul 21.20 WITA, petugas Kanit SPKT Polsek Lembor mendampingi korban menuju Puskesmas Wae Nakeng untuk menjalani pemeriksaan medis (visum et repertum) sebagai bukti pendukung laporan polisi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian Polsek Lembor tengah memproses laporan tersebut untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Berita Terkait

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!