Flobamor.com – Euforia Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tak hanya menyedot perhatian pencinta sepak bola, tetapi juga melahirkan aksi unik yang kini viral di media sosial.
Selembar Surat Perjanjian Taruhan Final Piala Dunia 2026 bernomor PD/001/VII/26 menjadi perbincangan publik setelah ditandatangani di Desa Noebeba, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Dalam surat tersebut, dua warga sepakat mempertaruhkan aset bernilai fantastis demi membela tim jagoannya di partai puncak Piala Dunia. Yakobus Tefa tampil sebagai pendukung Timnas Spanyol, sementara Marten Misa berdiri teguh mendukung Timnas Argentina.
Yang membuat publik terkejut bukan hanya keberanian kedua pendukung itu, tetapi juga nilai taruhan yang mencapai Rp215 juta.
Berdasarkan isi surat perjanjian, objek taruhan meliputi:
• Sebidang tanah berukuran 20 x 15 meter.
• 18 ekor sapi.
• Total nilai aset yang dipertaruhkan mencapai Rp215.000.000.
Surat tersebut disusun layaknya dokumen resmi. Selain ditandatangani oleh kedua pihak, dokumen itu juga dibubuhi dua materai Rp10.000, stempel Pemerintah Desa Noebeba, dan ditandatangani oleh sejumlah saksi, salah satunya Apris Tefa.
Lebih mengejutkan lagi, surat perjanjian tersebut memuat klausul sanksi yang tidak main-main. Dalam dokumen itu ditegaskan bahwa, apabila salah satu pihak kalah namun tidak memenuhi kewajibannya atau membatalkan taruhan, maka penyelesaiannya akan ditempuh melalui hukum adat dengan denda yang nilainya lebih besar dari objek taruhan. Bahkan, jika persoalan tidak selesai, kasus tersebut dapat dilanjutkan ke kepolisian.
Bunyi klausul itu menyatakan:
“Apabila salah satu pihak tidak membayar atau membatalkan pertaruhan yang dimaksud, maka akan berlanjut dengan hukum adat (denda) yang lebih besar daripada nilai taruhan atau berlanjut hingga kepolisian.”
Keberadaan klausul tersebut membuat banyak warganet menilai taruhan ini bukan sekadar candaan antarpendukung sepak bola, tetapi sebuah kesepakatan yang dibuat secara serius.
Tak butuh waktu lama, foto surat perjanjian itu pun menyebar luas di berbagai platform media sosial dan grup percakapan. Beragam komentar pun bermunculan.
Sebagian menganggap aksi itu sebagai bentuk kreativitas dan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Final Piala Dunia, sementara yang lain menilai bahwa nilai taruhan tersebut terlalu besar dan berisiko.
Beberapa komentar netizen bahkan mengundang tawa, seperti:
“Ini baru taruhan resmi, pakai materai dan stempel desa.”
“18 ekor sapi itu nilainya bukan main, satu kampung bisa ikut pesta.”
“Kalau Spanyol menang, Yakobus dapat peternakan. Kalau Argentina juara, Marten jadi tuan tanah.”
Hingga kini, surat perjanjian tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Terlepas dari siapa yang nantinya keluar sebagai juara dunia, kisah taruhan tanah dan 18 ekor sapi asal NTT ini sudah lebih dulu mencuri perhatian publik dan menjadi salah satu cerita paling unik yang mengiringi Final Piala Dunia 2026.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












