PT Telaga Ende Tegaskan Proses Pemasangan Meteran Listrik di Desa Watu Baru Tetap Berjalan

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kantor PT Telaga Ende (Dok.flobamor.com)

Ilustrasi Kantor PT Telaga Ende (Dok.flobamor.com)

Flobamor.com, Manggarai Barat – PT Telaga Ende akhirnya memberikan klarifikasi terkait keluhan warga Dusun Jimbor, Desa Watu Waru, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggrai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengenai pemasangan meteran listrik yang hingga kini belum terealisasi.

Perwakilan PT Telaga Ende, Paul, menjelaskan bahwa pihak perusahaan telah menjalankan seluruh tahapan pekerjaan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, proses awal dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat terkait instalasi listrik dan pemasangan meteran.

“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga terkait instalasi listrik dan meteran. Dari hasil kesepakatan lisan saat itu, warga bersedia menyetor panjar sebesar Rp1.500.000,” jelas Paul ketika dihubungi Redaksi Flobamor.com, Kamis (21/5/2026) siang.

Namun demikian, ia menyebutkan bahwa pembayaran dari warga bervariasi, bahkan ada yang hingga kini belum melakukan penyetoran.
Selain sosialisasi, PT Telaga Ende juga menyatakan bahwa pekerjaan instalasi listrik di rumah warga dusun Jombor telah diselesai dikerjakan.

BACA JUGA:  Layanan SIM Keliling Satlantas Polres Mabar: Solusi Mudah Untuk Masyarakat dalam Mengurus Sim

“Terkait instalasi listrik di rumah warga, tim kami sudah mengerjakan semuanya,” tegas Paul.

Paul menjelaskan, setelah pekerjaan instalasi selesai, pihak perusahaan PT. Telaga Ende melanjutkan proses administrasi berupa pengurusan NIDI dan SLO sebagai syarat pemasangan meteran listrik.

“Kami juga sudah memproses seluruh berkas warga untuk tahap NIDI dan SLO, dan semuanya sudah diproses,” tambahnya.

Paul mengatakan, berkas lengkap warga kemudian dibawa ke kantor PLN untuk proses pemasangan meteran sekaligus pembayaran biaya pemasangan.

“Kami membawa seluruh berkas lengkap warga ke kantor PLN untuk proses meteran listrik, sekaligus melakukan pembayaran biaya penyambungan atau biaya meteran,” katanya.

Meski demikian, hingga saat ini meteran listrik belum juga terpasang. Menurut Paul, hal tersebut disebabkan karena sistem kelistrikan di Dusun Jimbor menggunakan arus dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sehingga membutuhkan meteran jenis khusus.

“Kami terus menanyakan perkembangan ke pihak PLN, namun jawaban yang kami terima meterannya belum tersedia. Karena di Dusun Jimbor menggunakan arus dari PLTS, maka harus memakai meter limitit atau meteran khusus,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dosen Terlapor Pelecehan Seksual Resmi Dipecat, Rektor Unika Ruteng Tegaskan Komitmen Perlindungan Korban

PT Telaga Ende memastikan proses pemasangan masih terus berjalan dan berharap masyarakat dapat memahami kendala teknis yang sedang dihadapi. Hingga kini, pihak perusahaan selalu berkoordinasi dengan PLN agar pemasangan meteran listrik bagi warga Dusun Jimbor dapat segera terealisasi.

Paul menegaskan bahwa proses pemasangan meteran listrik bagi warga tidak dapat dilakukan secara langsung, karena harus menunggu tahapan dan izin resmi dari pihak PLN.

Menurutnya, PT Telaga Ende baru menerima perintah dari PLN untuk masuk arus jaringan listrik pada April 2026. Setelah arus jaringan listrik dinyatakan masuk dan aktif, barulah pihak perusahaan diperbolehkan melanjutkan proses pemasangan meteran listrik milik warga.

“Perintah dari PLN untuk masuk arus jaringan listrik baru kami terima pada April 2026. Setelah arus jaringan masuk, barulah kami diperbolehkan melakukan proses pemasangan meteran warga,” jelas Paul.

BACA JUGA:  Orang Tua Wali Bongkar Dugaan Pemborosan Dana Rp4,8 Miliar di SMKN 1 Labuan Bajo

Ia menambahkan, keterlambatan tersebut bukan karena pekerjaan dihentikan, melainkan masih menunggu tahapan teknis dan persetujuan dari PLN agar proses berkas meteran dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Paul juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihak PT Telaga Ende telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp 41 juta untuk mendukung seluruh proses pemasangan listrik bagi warga Desa Watu Baru.

Dana tersebut, kata dia, digunakan untuk berbagai kebutuhan teknis dan administrasi, mulai dari pembelian material instalasi listrik, pembayaran proses NIDI dan SLO, biaya tenaga instalasi, hingga pembayaran Biaya Penyambungan meteran listrik.

“Kami juga sudah mengucurkan dana sekitar Rp41 juta untuk kebutuhan pekerjaan ini. Anggaran itu digunakan untuk belanja material instalasi, pembayaran proses NIDI dan SLO, biaya tenaga instalasi, serta pembayaran Biaya Penyambungan meteran listrik,” pungkasnya.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Viral! Sopi Ilegal Dijual Bebas di Dila Tedeng Mart Lembor, Warga Pertanyakan Pengawasan Aparat
Kasus Dugaan Pemerasan Jaksa di NTT Terus Bergulir, Kontraktor Ngaku Tak Sanggup Lagi Dijadikan ATM
Program MBG Diperluas ke Lapas, 36 Dapur Ditargetkan Beroperasi Akhir Mei 2026
DPR Kritik Anggaran Kopdes Merah Putih Rp1,6 M, Terlalu Mewah dan Tak Menjawab Kebutuhan Desa
Kemendagri Pastikan 9.000 PPPK di NTT Tak Dirumahkan pada 2027
Usai Diperiksa KPK soal Dugaan Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi Kabur Hindari Wartawan
Usut Dugaan Korupsi, Kejari TTU Geledah Kantor PDAM Tirta Cendana
Diduga Salah Tangkap, Tim Polda NTT Amankan Gula Halus yang Dikira Sabu

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00 WITA

PT Telaga Ende Tegaskan Proses Pemasangan Meteran Listrik di Desa Watu Baru Tetap Berjalan

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:34 WITA

Viral! Sopi Ilegal Dijual Bebas di Dila Tedeng Mart Lembor, Warga Pertanyakan Pengawasan Aparat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:04 WITA

Kasus Dugaan Pemerasan Jaksa di NTT Terus Bergulir, Kontraktor Ngaku Tak Sanggup Lagi Dijadikan ATM

Senin, 11 Mei 2026 - 00:53 WITA

Program MBG Diperluas ke Lapas, 36 Dapur Ditargetkan Beroperasi Akhir Mei 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:14 WITA

DPR Kritik Anggaran Kopdes Merah Putih Rp1,6 M, Terlalu Mewah dan Tak Menjawab Kebutuhan Desa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!