392 Rumah di Pong Majok Rusak Diguncang Gempa, Kades Soroti Dapur Umum Kemensos

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

392 Rumah di Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rusak Diguncang Gempa  (Foto. Doc: Flobamor.com)

392 Rumah di Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rusak Diguncang Gempa (Foto. Doc: Flobamor.com)

Flobamor.com — Dampak gempa yang mengguncang wilayah Flores kembali menyisakan luka bagi warga. Di Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, sebanyak 392 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa yang tercatat sejak Minggu, 16 Agustus hingga Rabu, 26 Agustus 2026.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Pong Majok, Sebastinus Nun, melalui pesan WhatsApp kepada Flobamor.com pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 14.51 WITA.

Dari total 392 rumah yang terdampak, sebanyak 312 rumah mengalami rusak ringan, 18 rumah rusak sedang, dan 62 rumah mengalami rusak berat.

Angka tersebut menggambarkan betapa besar dampak bencana yang dirasakan masyarakat Pong Majok. Sejumlah warga hingga kini masih harus bertahan di tenda-tenda darurat karena rumah mereka tidak lagi aman untuk ditempati.
Kades Soroti Koordinasi Dapur Umum Kemensos

Di tengah kondisi tersebut, perhatian juga tertuju pada keberadaan dapur umum Kementerian Sosial (Kemensos) di Wae Mowol, yang sebelumnya diberitakan membuka akses pelayanan bagi desa-desa terdampak gempa di wilayah Lembor.

Kades Sebastinus Nun menanggapi pemberitaan Flobamor.com pada Selasa, 25 Agustus 2026, berjudul “Dapur Umum Kemensos di Lembor Wae Mowol Buka Akses Seluruh Desa Terdampak Gempa”.

Menurutnya, Desa Pong Majok sebelumnya belum mendapatkan pemberitahuan maupun koordinasi terkait pelayanan dapur umum tersebut.

“Padahal faktanya, kami belum menerima pemberitahuan maupun koordinasi apa pun sebelumnya. Karena itu saya sempat menegaskan, jika dalam 1–2 hari ke depan belum ada perbaikan dan upaya koordinasi, hal ini akan saya laporkan langsung kepada Bupati Manggarai Barat,” ujar Sebastinus.

BACA JUGA:  Analisis Hukum terhadap Kasus Viral Penagihan Utang di Manggarai Barat

Namun, persoalan tersebut kemudian mendapat respons dari pihak Kemensos. Pihak kementerian mendatangi Sebastinus secara langsung, menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya penyampaian informasi, sekaligus menawarkan solusi berupa pendirian dapur mandiri di Desa Pong Majok.

Sebastinus mengaku masih mempertimbangkan usulan tersebut. Pasalnya, masa pelayanan dapur umum di Wae Mowol disebut tinggal dua hari lagi.

“Bukan berarti saya menolak. Namun jika masa pelayanannya dapat diperpanjang, barulah saya akan berkoordinasi kembali untuk mendirikan dapur mandiri di sini. Besar harapan saya, masa pelayanan ini dapat diperpanjang,” katanya.

Sebastinus menegaskan, persoalan tersebut bukanlah bentuk penolakan terhadap dapur umum Kemensos.

“Itu dapur umum milik bersama, bukan milik satu desa” pintanya.

Ia berharap keberadaan dapur umum benar-benar mampu menjangkau seluruh masyarakat terdampak secara adil dan merata.

“Dapur umum itu milik bersama, bukan milik satu desa. Penempatan di Wae Mowol hanya sebagai titik pusat pelayanan. Kendala utamanya selama ini adalah belum ada pemberitahuan dan koordinasi kepada desa lain, khususnya Desa Pong Majok,” tegasnya.

Ia berharap penjelasan tersebut dapat meluruskan informasi sekaligus mencegah munculnya polemik di tengah masyarakat.

“Seluruh warga terdampak berhak mendapat pelayanan yang adil, setara, dan merata,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Bos Agen Travel Labuan Bajo Bebas dari Tahanan Usai Kembalikan Uang Wisatawan Asing Rp85,2 Juta
392 Rumah di Pong Majok Rusak Diguncang Gempa, Kades Soroti Dapur Umum Kemensos
Dapur umum Kementerian Sosial (Kemensos) di Desa Wae Mowol, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (Foto. Doc: Flobamor.com)

Meski menghadapi kerusakan cukup besar, Desa Pong Majok telah menerima sejumlah bantuan dari pemerintah maupun organisasi dan kelompok masyarakat.

Bantuan pemerintah antara lain berupa beras, susu, selimut, mi instan, dan terpal.

Sementara Bajo Talk Indonesia Foundation bersama Alumni Magister Kenotariatan dan Rent Car Indonesia menyalurkan dua kardus susu Nona Mas, delapan lembar terpal, delapan kardus mi instan, serta satu kardus susu.

Bantuan juga datang dari Wahana Visi Indonesia (WVI) berupa tujuh lembar terpal, tikar, dan senter.

Tidak hanya itu, bantuan dari Koramil 1630-02/Lembor menyasar 40 warga di Dusun Rangga dan Dempol dengan bantuan beras lima kilogram, air bersih, kopi, telur, dan mi instan.

Bupati Manggarai Barat juga telah datang langsung ke Desa Pong Majok dan menyerahkan bantuan berupa beras, selimut, susu, mi instan, serta air minum, termasuk kepada warga di Kampung Ledang.

Di tengah bantuan yang mulai berdatangan, kondisi warga di Kampung Ledang masih memprihatinkan.

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, wartawan Flobamor.com meninjau langsung kondisi warga dan bangunan terdampak gempa di Kampung Ledang, RT 015 dan RT 016.

Ketua RT 015, Ferdianus Udi, mengatakan sejumlah warga masih bertahan di tenda darurat karena rumah mereka mengalami kerusakan dan dinilai tidak layak dihuni.

Ia juga menyerahkan daftar nama warga yang rumahnya mengalami kerusakan kepada wartawan untuk dipublikasikan agar menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait.

BACA JUGA:  Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru Kasus Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Berikut Daftar Rumah Rusak di RT 015 dan RT 016.

RT 015
Rusak Berat/Parah:
Remygius Purnama,Husensius Sesa, Agalinus Ndadu, Marselinus Jemarun, Hironimus Sandi, Isidorus Madu, Ferdianus Udi, Hubertus Gas, Yuvensius Nadun, Seprianus Geong.

Rusak Ringan:
Kornelis Nudin, Benedictus Nali, Henrikus Nandi, Wihelmus Kantur, Marselinus, Madun, Rosalia Mumu, Rivantus Galus, Matius Mbambu, Yuvensius Ade, Fransiskus Solanus Agung, Florianus Pamput.

RT 016
Rusak Berat/Parah:
Robertus Suwandi, Marselinus Anto, Alois Sius Dul, Tobias Nabun, Herman Hon, Yuvensius Fridua Rosmalen, Pius Arjon Dir, Kanisius Pangka, Rafael Harun, Benedictus Anggul, Lorensius Hanu, Belasius Pandis, Hendrikus Sulfandi, Ariovan Anto.

Rusak Ringan:
• Yohanes Darut, Paskalis Adi

Rusak Sebagian:

• Fransiskus Salesius Lon, Fihelmus Don, bagian dapur

Warga: Kami Tidak Meminta Berlebih
Di tengah ketidakpastian pascabencana, warga hanya berharap pemerintah tidak berhenti pada pendataan.

Mereka berharap data kerusakan yang telah dihimpun pemerintah desa segera ditindaklanjuti dengan bantuan nyata, khususnya untuk pemulihan tempat tinggal.

“Kami berharap, semoga setelah situasi ini membaik, pemerintah segera menindaklanjuti data kerusakan yang telah didata oleh Pemdes. Kami tidak meminta berlebih; bantuan apa pun untuk tempat tinggal kami akan kami terima dengan penuh syukur,” harap warga.

Penulis : Bonefasius Jatang

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Gubernur Melki Lantik Hans Sodo Jadi Sekda NTT Ditengah Duka Pascagempa Flores
Berbagi Kasih Ditengah Pascagempa, Babinsa Koramil Lembor Hadirkan Senyum untuk Anak-anak Terdampak
Prabowo Kucurkan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Ternyata Segini Jatah Tiap Provinsi dan Kabupaten
Presiden Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Bertolak ke Nagekeo Tinjau Korban Gempa
Dapur Umum Kemensos di Lembor Wae Mowol Buka Akses untuk Seluruh Desa Terdampak Gempa
Turis Asing Tenggelam Saat Snorkeling di Long Pink Beach TN Komodo
Praperadilan Ditolak, Admin Tik Tok Lika-Liku NTT Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus UU ITE
Pemprov NTT Kucurkan Rp25 M Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:59 WITA

Gubernur Melki Lantik Hans Sodo Jadi Sekda NTT Ditengah Duka Pascagempa Flores

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:21 WITA

392 Rumah di Pong Majok Rusak Diguncang Gempa, Kades Soroti Dapur Umum Kemensos

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:28 WITA

Berbagi Kasih Ditengah Pascagempa, Babinsa Koramil Lembor Hadirkan Senyum untuk Anak-anak Terdampak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:18 WITA

Prabowo Kucurkan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Ternyata Segini Jatah Tiap Provinsi dan Kabupaten

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:47 WITA

Presiden Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Bertolak ke Nagekeo Tinjau Korban Gempa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!