Flobamor.com – Sebuah peristiwa yang memicu keprihatinan publik terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.
Seorang pasien lanjut usia bernama Veronika Ninur (66) diduga tidak segera mendapatkan pertolongan setelah terjatuh dari kursi hingga tergeletak di lantai, tepat di samping ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Berdasarkan pantauan langsung Redaksi Flobamor.com di lokasi kejadian, Veronika tergeletak di lantai, tampak dalam kondisi lemah. Tubuhnya bergetar, ia menangis histeris sambil berteriak meminta tolong. Kondisi tersebut sontak mengundang perhatian para pengunjung rumah sakit yang melihat langsung kejadian itu.

Mirisnya, saat pasien tergeletak di dekat ruang IGD, tidak satupun tenaga medis Rumah Sakit yang segera memberikan pertolongan. Beruntung, beberapa saat kemudian, seorang pria yang diketahui bukan anggota keluarga pasien berinisiatif menghampiri Veronika dan membantunya mengangkat korban ke dalam ruang pelayanan agar segera mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan keluarga, pada saat kejadian, menantu korban, Susanti Liana Homon, sedang berada di bagian farmasi untuk mengambil obat sehingga tidak mengetahui secara langsung saat ibu mertuanya terjatuh.
“Waktu ibu jatuh di lantai, saya sedang ambil obat di farmasi. Saya tidak tahu saat dia jatuh,” ujar Susanti kepada wartawan Flobamor.com, Kamis (6/8/2026).
Peristiwa tersebut memunculkan keluhan dari sejumlah pengunjung yang mempertanyakan sikap dari pihak Rumah Sakit dan kesiapsiagaan pelayanan di RSUD Komodo Labuan Bajo terhadap pasien yang membutuhkan pertolongan darurat.
Salah seorang pengunjung bernama Heri mengaku prihatin melihat kondisi pasien yang tergeletak sambil meminta bantuan.
“Pasien dalam kondisi sakit parah, tapi kenapa pihak rumah sakit atau dokter yang menangani ibu itu diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Saya menilai penanganan di RS Komodo ini tidak beres,” ujarnya.
Diketahui, Veronika Ninur merupakan warga Kampung Heak, Desa Golo Ndeweng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.
Berdasarkan keterangan dari Susanti Liana Homon yang merupakan Menantu korban Veronika Ninur menjelaskan bahwa, Pasien Veronika Ninur mulai menjalani perawatan di RSUD Komodo sejak 17 Juli 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Veronika didiagnosis mengalami gangguan saraf disertai penyakit paru-paru.
Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, pada 28 Juli 2026 dokter memperbolehkan pasien pulang dan menjalani rawat jalan.
Keluarga pun diminta membawa Veronika kembali datang kontrol sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pada Kamis (6/8/2026), Veronika kembali menjalani kontrol ke dokter spesialis paru. Menurut Susanti, setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa kondisi pasien dinilai membaik dan memperbolehkannya pulang dengan jadwal kontrol berikutnya pada 4 September 2026.
Namun, beberapa saat setelah pemeriksaan selesai, Veronika mendadak jatuh dari kursi, tempat ia duduk. Saat ia jatuh, tubuhnya gemetar, menangis histeris, dan berteriak meminta pertolongan.
“Tadi kami datang kontrol ke dokter paru. Setelah diperiksa, dokter menyuruh ibu pulang dan datang kontrol lagi tanggal 4 September 2026. Tetapi beberapa saat kemudian ibu jatuh, tubuhnya gemetar dan menangis sambil meminta tolong,” kata Susanti.
Ia mengaku khawatir karena kondisi kesehatan ibu mertuanya belum menunjukkan perkembangan yang berarti meski telah menjalani pengobatan.
“Ibu Veronika tidak pernah sembuh,” tuturnya.
Menunggu Klarifikasi Pihak Rumah Sakit
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Komodo Labuan Bajo belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Redaksi Flobamor.com telah berupaya mengonfirmasi pihak rumah sakit dan tetap membuka ruang hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, agar pihak RSUD Komodo Labuan Bajo dapat memberikan penjelasan atau klarifikasi atas peristiwa tersebut.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












