Terungkap 6 Kesenjangan Pendidikan Anak di Manggarai, Plan dan UNIKA Dorong Model PAUD–SD Terintegrasi

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plan International Indonesia bersama Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai menggelar workshop hasil analisis asesmen pengembangan Model PAUD -SD Satu Atap Kabupaten Manggarai, Sabtu (19/9/2026), di Aula St. Aloisius Efata Ruteng. Foto: Doc.isth)

Plan International Indonesia bersama Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai menggelar workshop hasil analisis asesmen pengembangan Model PAUD -SD Satu Atap Kabupaten Manggarai, Sabtu (19/9/2026), di Aula St. Aloisius Efata Ruteng. Foto: Doc.isth)

RUTENG, Flobamor.com- Plan International Indonesia bersama Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai menggelar workshop hasil analisis asesmen pengembangan Model PAUD -SD Satu Atap Kabupaten Manggarai, Sabtu (19/9/2026), di Aula St. Aloisius Efata Ruteng.

Workshop tersebut membahas hasil asesmen Tim Peneliti UNIKA Santu Paulus Ruteng sebagai dasar untuk mengembangkan model transisi PAUD ke SD yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kondisi setiap desa.

Plan International Indonesia bersama Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai menggelar workshop hasil analisis asesmen pengembangan Model PAUD -SD Satu Atap Kabupaten Manggarai, Sabtu (19/9/2026), di Aula St. Aloisius Efata Ruteng. (Foto: Doc.isth)

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pemerintah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan untuk memvalidasi temuan lapangan serta menyusun langkah pengembangan model secara bersama.

Asesmen Menjangkau 19 Desa

Ketua Tim Peneliti UNIKA Santu Paulus Ruteng, Dr. Ferdinandus Arifin Sulaiman, M.Pd., yang kerap disapa Dr. Dedi memimpin tim yang melibatkan empat peneliti. Tim mengumpulkan data dari 19 desa di Kabupaten Manggarai, sekitar 30 guru PAUD, sekitar 30 guru SD, serta 62 keluarga yang memiliki riwayat pendidikan PAUD.

Dr. Dedi menjelaskan, asesmen bertujuan memperoleh gambaran nyata mengenai akses PAUD, kesiapan satuan pendidikan dan guru, dukungan keluarga, serta dukungan pemerintah.

“Assessment dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata tentang akses PAUD, kesiapan satuan dan guru, dukungan keluarga, serta dukungan pemerintah. Data ini menjadi dasar agar model PAUD – SD Satu Atap yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik desa di Kabupaten Manggarai,” jelasnya.

Enam Kesenjangan Masih Perlu Diperkuat

Hasil asesmen menunjukkan bahwa guru PAUD memiliki modal pedagogis yang cukup kuat. Namun, tim menemukan kesenjangan dalam proses transisi anak dari PAUD menuju SD.

BACA JUGA:  Yogi Asmaranto Terancam Dilaporkan Ke Polres Mabar atas Dugaan Kasus Penipuan Cek Palsu dan Utang Piutang

Guru kelas awal SD juga melihat transisi PAUD – SD sebagai persoalan nyata. Tim menemukan keterhubungan antara PAUD dan SD masih terbatas, sementara pengelolaan informasi perkembangan anak masih berlangsung secara sporadis. Kondisi tersebut membutuhkan sistem informasi dan koordinasi yang lebih terstruktur.

Tim juga menemukan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung transisi anak, tetapi akses terhadap kegiatan parenting masih menjadi salah satu tantangan. Tim turut mengamati kondisi satuan pendidikan sebagai bagian dari asesmen.

Dari hasil sintesis, tim mengidentifikasi enam kesenjangan sistem, yakni kesenjangan transisi, koordinasi, informasi, dukungan profesional, dukungan keluarga, serta dukungan pemerintah dan sumber daya. Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menyusun arah pengembangan model PAUD – SD Satu Atap di Kabupaten Manggarai.

Model Tidak Sekadar Menyatukan Gedung

Tim peneliti mengusulkan Model Sistem Transisi Pembelajaran PAUD–SD Terintegrasi. Tim menyiapkan tiga alternatif implementasi yang dapat menyesuaikan kondisi desa, yakni Satu Atap berbasis lokasi, pasangan feeder PAUD – SD, dan klaster transisi berbasis desa.

Tim masih akan memvalidasi dan menyempurnakan alternatif tersebut bersama para pemangku kepentingan.

Tim juga mengarahkan pengembangan model melalui satu model payung tingkat kabupaten dengan sembilan standar inti. Model tersebut memiliki dua lapisan, yakni keputusan desa dan proses transisi.

Tim juga menyusun Protokol Transisi Anak sebagai panduan operasional dalam proses perpindahan anak dari PAUD ke SD.

BACA JUGA:  Firal! Jenazah Pria di NTT Dimakamkan Bersama Motor, Ini Penyebabnya

Dr. Dedi menegaskan bahwa pengembangan PAUD–SD Satu Atap perlu melihat kesinambungan pengalaman belajar anak, bukan hanya penyediaan sarana.

“PAUD – SD Satu Atap yang kita butuhkan bukan sekadar menyatukan tempat, tetapi menyatukan pengalaman belajar anak,” tegasnya.

Plan Dorong Hasil Asesmen Menjadi Kebijakan

Natalia Hethy Dudi atau Ibu Hethy dari Plan International Indonesia mengatakan workshop dan FGD penting untuk memvalidasi hasil asesmen UNIKA Ruteng dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, data penelitian perlu mendapat masukan dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan agar hasil asesmen dapat berkembang menjadi rekomendasi dan langkah konkret.

“Hasil assessment tidak berhenti sebagai laporan penelitian, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan langkah konkret dalam pengembangan model PAUD – SD Satu Atap,” ujar ibu Hethy.

Plan International Indonesia berharap workshop menghasilkan pemahaman bersama mengenai kondisi layanan PAUD dan transisi PAUD – SD di Manggarai.

Plan juga mengharapkan validasi hasil asesmen, masukan dari pemerintah dan stakeholder, identifikasi kesenjangan, pengembangan praktik baik, rekomendasi yang sesuai dengan konteks daerah, serta komitmen para pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti hasil workshop.

Pemerintah Siapkan Arah Kebijakan

Sekretaris Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Yohanes Emiliano A. Ndahur, S.STP., M.A., menyampaikan apresiasi kepada Plan International Indonesia atas kerja sama yang terus terbangun.

Ia mengatakan Dinas PPO menunggu hasil asesmen sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pendidikan PAUD.

BACA JUGA:  Polsek Lembor dan Warga Bersatu, Jalan Rusak di Welak Ditambal Demi Keselamatan

Kabupaten Manggarai saat ini memiliki 306 satuan PAUD. Dinas PPO juga terus mengembangkan layanan PAUD di desa-desa serta memberikan perhatian terhadap pendidikan anak usia dini.

Pemerintah juga membutuhkan rekomendasi model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Hasil asesmen tersebut diharapkan membantu pemerintah memperkuat kebijakan transisi PAUD – SD, koordinasi antarsatuan pendidikan, kapasitas guru, keterlibatan keluarga, dukungan sarana, serta sistem data dan monitoring.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberlanjutan

Kerja sama Plan International Indonesia dan UNIKA St. Paulus Ruteng telah berlangsung sejak 2025. UNIKA kemudian melaksanakan dua penelitian sebagai bagian dari kerja sama tersebut.

Tim peneliti melihat penelitian sebagai sarana untuk mendekatkan pengetahuan dan hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat.

Hethy menilai keterlibatan UNIKA penting karena perguruan tinggi memiliki kapasitas akademik dan metodologis untuk mengolah data serta memberikan perspektif berbasis bukti.

Sementara itu, Dinas PPO memiliki mandat dan kewenangan untuk mengintegrasikan hasil pembelajaran program ke dalam sistem pendidikan daerah.

Dr. Dedi berharap kolaborasi tersebut berlanjut setelah workshop. Tim peneliti mendorong para pihak untuk menguji model melalui tahap percontohan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi sebelum memperluas penerapannya di Kabupaten Manggarai.

Solusi utama yang muncul dari asesmen ialah membangun sistem transisi PAUD – SD secara terintegrasi melalui penguatan kolaborasi guru, penyelarasan pembelajaran sesuai tahap perkembangan anak, peningkatan kapasitas guru dan kepala satuan pendidikan, keterlibatan orang tua serta masyarakat, dan dukungan kebijakan pemerintah daerah.

Penulis : Selvianus Hadun

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Cegah Korupsi, Dana Revitalisasi Sekolah Disalurkan Langsung ke Kepala Sekolah
KSP Tegaskan Program Revitalisasi Sekolah Dikelola Satuan Pendidikan, Bukan Pemda
Janji Bayar Berkali-kali Tak Terwujud, Utang Rp535 Juta dan Dugaan Cek Bodong Seret Yogi Asmaranto ke Polres Mabar Senin Depan
Kepsek di Manggarai Barat Diterpa Isu Intervensi Proyek Revitalisasi, Wabup Yulianus Weng Beri Peringatan Tegas
Hotmix Baru Sehari, Proyek Jalan Rp14,5 Miliar Watu Cie–Deno Manggarai Timur Sudah Rusak
Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat
Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah
Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:01 WITA

Terungkap 6 Kesenjangan Pendidikan Anak di Manggarai, Plan dan UNIKA Dorong Model PAUD–SD Terintegrasi

Sabtu, 19 September 2026 - 20:27 WITA

Cegah Korupsi, Dana Revitalisasi Sekolah Disalurkan Langsung ke Kepala Sekolah

Sabtu, 19 September 2026 - 20:05 WITA

KSP Tegaskan Program Revitalisasi Sekolah Dikelola Satuan Pendidikan, Bukan Pemda

Sabtu, 19 September 2026 - 18:55 WITA

Janji Bayar Berkali-kali Tak Terwujud, Utang Rp535 Juta dan Dugaan Cek Bodong Seret Yogi Asmaranto ke Polres Mabar Senin Depan

Sabtu, 19 September 2026 - 15:46 WITA

Kepsek di Manggarai Barat Diterpa Isu Intervensi Proyek Revitalisasi, Wabup Yulianus Weng Beri Peringatan Tegas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!