Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng, Beata Palmin, M.Pd., saat memberikan pelatihan penyusunan kurikulum bagi guru-guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak di Aula St. Yosef, Efata, Ruteng, Rabu (23/9/2026).

Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng, Beata Palmin, M.Pd., saat memberikan pelatihan penyusunan kurikulum bagi guru-guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak di Aula St. Yosef, Efata, Ruteng, Rabu (23/9/2026).

RUTENG, Flobamora.com – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak didorong menyusun kurikulum yang benar-benar berpijak pada kebutuhan anak. Bukan hanya memenuhi tuntutan administrasi pendidikan, kurikulum perlu menggambarkan minat, karakteristik, tahap perkembangan, hingga hasil asesmen setiap peserta didik.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar proses pembelajaran PAUD semakin kontekstual, bermakna, dan berpusat pada anak.

Dorongan itu disampaikan Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng, Beata Palmin, M.Pd., dalam Pelatihan Penyusunan Kurikulum bagi Guru-Guru PAUD di Aula St. Yosef, Efata, Ruteng, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Guru PAUD Dampingan Plan Indonesia dalam Mendukung Akreditasi.”

Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi guru sekaligus mendorong satuan PAUD memiliki kualitas layanan pendidikan yang lebih baik dan siap mengikuti proses akreditasi.

Dalam pelatihan, Beata mengajak para guru memahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan, minat, karakteristik, dan tahap perkembangan yang berbeda.

Karena itu, penyusunan kurikulum perlu diawali dengan kemampuan guru membaca kondisi nyata peserta didik.

BACA JUGA:  Hukum Dipermainkan dengan Atur Putusan, Ketua PN Jaksel Diduga Terima Suap Rp 60 Miliar

Para guru diarahkan untuk menganalisis kebutuhan dan minat anak berdasarkan kelompok usia sebelum menentukan pengalaman serta strategi pembelajaran.

Dalam kegiatan tersebut, Angela Naur, selaku kofasilitator sekaligus Dosen PG PAUD UNIKA Santu Paulus Ruteng, turut mendampingi peserta dalam menyusun kurikulum.

Angela membantu para guru menganalisis minat peserta didik sekaligus memperhatikan kondisi geografis dan lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.

Menurutnya, guru perlu memiliki kemampuan mengidentifikasi minat, kebutuhan belajar, serta hasil asesmen yang menggambarkan kompetensi masing-masing anak.

Analisis tersebut mencakup anak usia 3–4 tahun pada Kelompok Bermain, 4–5 tahun pada TK Kelompok A, dan 5–6 tahun pada TK Kelompok B.

Dengan memahami karakteristik setiap kelompok usia, guru diharapkan mampu merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan anak.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses analisis kebutuhan peserta didik setelah mendapatkan contoh dan penjelasan dari fasilitator.

Pada sesi berikutnya, Beata memperkenalkan prinsip dan struktur Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) PAUD berbasis pembelajaran mendalam atau Deep Learning.

BACA JUGA:  Tuduhan Pemerasan Rp700 Juta di Kasus Tanah 6,2 Hektare Golo Mori Diduga Hoaks

Materi yang diberikan mencakup konsep dan latar belakang KSP PAUD, komponen serta struktur KSP, konsep pembelajaran mendalam, hubungan KSP dengan Deep Learning, hingga strategi mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran PAUD.

Beata menjelaskan, prinsip dasar Kurikulum PAUD menekankan sejumlah aspek, yakni akuntabel, kontekstual, esensial, partisipatif, serta berpusat pada anak.

Para guru juga diperkenalkan dengan struktur kurikulum yang mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler serta bagaimana pengalaman belajar anak dapat dirancang secara lebih bermakna.

Guru Kompeten Jadi Kunci PAUD Berkualitas

Beata mengatakan, pelatihan tersebut memberikan ruang bagi guru untuk memperkuat kemampuan menyusun kurikulum yang tidak berhenti pada pemenuhan administrasi.

Menurutnya, kurikulum harus memiliki keterkaitan dengan kondisi nyata peserta didik sehingga pembelajaran yang dirancang benar-benar relevan dengan kebutuhan anak.

“Guru mendapat ruang untuk menghubungkan hasil asesmen dengan kebutuhan belajar, pengalaman anak, dan strategi pembelajaran,” jelas Beata kepada media ini di Efata, Rabu (23/9/2026).

Ia menegaskan, peningkatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam membangun satuan PAUD yang berkualitas sekaligus mempersiapkan lembaga menghadapi proses akreditasi.

“Mewujudkan PAUD berkualitas melalui guru yang kompeten dan satuan pendidikan yang siap akreditasi,” katanya.

BACA JUGA:  Kunjungan Kapolresta Kupang ke Kejari: Pastikan Penegakan Hukum Selaras dengan KUHP Baru

Melalui pelatihan tersebut, guru PAUD di Cibal Barat dan Lelak diharapkan semakin mampu merancang pembelajaran yang berpusat pada anak serta menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan peserta didik.

Beata menekankan bahwa pengembangan kurikulum PAUD harus menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran.

Guru tidak cukup hanya menentukan materi yang akan diberikan, tetapi perlu terlebih dahulu memahami siapa anak yang akan belajar, apa yang diminatinya, apa yang dibutuhkannya, dan kompetensi apa yang telah dimilikinya.

“Guru tidak hanya menentukan materi pembelajaran, tetapi terlebih dahulu mengenali apa yang diminati anak, apa yang mereka butuhkan, serta kompetensi apa yang sudah mereka miliki berdasarkan hasil asesmen,” tegas Beata yang juga Ketua Jurusan Prodi PG PAUD UNIKA Santu Paulus Ruteng.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut memberikan ruang kepada guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan mendalam.

“Dengan kemampuan tersebut, guru dapat memperkuat kualitas layanan PAUD sekaligus mendukung kesiapan satuan pendidikan dalam proses akreditasi,” pungkasnya.

Penulis : Selvianus Hadun

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun
Terungkap 6 Kesenjangan Pendidikan Anak di Manggarai, Plan dan UNIKA Dorong Model PAUD–SD Terintegrasi
Cegah Korupsi, Dana Revitalisasi Sekolah Disalurkan Langsung ke Kepala Sekolah
KSP Tegaskan Program Revitalisasi Sekolah Dikelola Satuan Pendidikan, Bukan Pemda
Janji Bayar Berkali-kali Tak Terwujud, Utang Rp535 Juta dan Dugaan Cek Bodong Seret Yogi Asmaranto ke Polres Mabar Senin Depan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Minggu, 20 September 2026 - 13:54 WITA

Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 

Minggu, 20 September 2026 - 13:11 WITA

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Minggu, 20 September 2026 - 12:59 WITA

Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terbaru

Foto: Konferensi Pers APBNKiTA Tahun Anggaran Edisi September 2026

BERITA TERKINI

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:11 WITA

Foto: Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara menyampaikan pemaparan APBN KiTA di Kementerian Keuangan di Jakarta, 18 September 2026.

BERITA TERKINI

Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Minggu, 20 Sep 2026 - 12:59 WITA

error: Content is protected !!