Jaksa Bongkar Dugaan Korupsi Bansos PKH, Kantor Dinsos Wonosobo Digeledah, Ratusan ATM Penerima Manfaat Disita

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Wonosobo menggeledah Kantor Dinas Sosial Wonosobo terkait kasus dugaan korupsi Bansos PKH, Kamis (6/8/2026) (Foto: Dok.isth)

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Wonosobo menggeledah Kantor Dinas Sosial Wonosobo terkait kasus dugaan korupsi Bansos PKH, Kamis (6/8/2026) (Foto: Dok.isth)

Flobamor.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo menggeledah sejumlah lokasi terkait penyidikan dugaan korupsi penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan yakni Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonosobo.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Wonosobo, Agung Dhedi Dwi Handes. Ia menyebut, penggeledahan itu dilakukan Senin (3/8/2026).

“Tim Jaksa Penyidik yang terbagi menjadi 3 tim serentak melakukan penggeledahan pada 3 lokasi yang berbeda, yaitu di kediaman seseorang yang berinisial MA, Y, dan di Kantor Dinas Sosial,” kata Dhedi dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Agung menjelaskan, kasus tersebut terungkap berawal dari laporan masyarakat terkait adanya dugaan penyimpangan penyaluran bansos PKH tersebut melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

BACA JUGA:  RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara

“Kasus ini itu berawal dari adanya laporan masyarakat mengenai dugaan penyimpangan penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan atau PKH melalui Kartu Keluarga Sejahtera se-Kecamatan Kalikajar,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kata Agung, ditemukan adanya penyimpangan dalam pendistribusian KKS. Sejumlah kartu ATM dan buku tabungan penerima manfaat justru dikuasai oleh pihak lain, bukan oleh KPM sebagaimana mestinya.

“Dalam pelaksanaannya di Kecamatan Kalikajar ditemukan fakta bahwa proses penyaluran bantuan tidak dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam Perpres dan Peraturan Menteri Sosial,” pintanya.

“Dari penyimpangan tersebut terdapat KPM yang menerima sebagian atau tidak menerima bantuan sosial PKH sama sekali oleh penerima bantuan tersebut,” lanjutnya.

Bahkan, berdasarkan keterangan sejumlah penerima manfaat, ada warga yang baru menerima atau menguasai KKS pada tahun 2026, padahal program PKH telah berjalan sejak 2018.

BACA JUGA:  Ketua LPPDM Apresiasi Langkah Cepat Tipikor Polres Manggarai Barat Usut Dugaan Korupsi Dana Banpol NasDem

Dalam proses penyidikan, tim Pidana Khusus Kejari Wonosobo telah memeriksa sekitar 20 saksi dari berbagai pihak. Meski demikian, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena tim penyidik masih mendalami alat bukti dan akan menetapkan tersangka apabila telah diperoleh alat bukti yang cukup,” jelas Agung.

Ia juga menegaskan pihaknya belum dapat mengungkap identitas maupun peran pihak yang diperiksa, termasuk terkait inisial MA dan Y yang sempat beredar di media sosial.

“Kami masih menghormati asas praduga tak bersalah. Motif dugaan tindak pidana tersebut juga masih menjadi bagian dari materi penyidikan,” katanya.

BACA JUGA:  Didukung Tiga Tu'a Golo dan Mantan Kades, Fransiskus Severius Vedi Mantap Maju Kembali di Pilkades Tondong Belang

Agung mengungkapkan, saat penggeledahan, penyidik juga menemukan hampir 600 kartu ATM milik penerima manfaat yang belum didistribusikan.

“Tim penyidik menemukan hampir sekitar 600 kartu ATM milik penerima manfaat yang tidak didistribusikan kepada penerima manfaat, termasuk buku rekeningnya,” ujarnya.

Apakah ATM tersebut masih terdapat dana yang seharusnya diterima masyarakat atau tidak, ini masih perlu pendalaman bersama pihak perbankan,” lanjutnya.

Selain ATM dan buku tabungan, penyidik juga menemukan petunjuk adanya penggunaan mesin EDC dalam proses pencairan bantuan. Dugaan sementara, sebagian dana bantuan tidak diberikan seluruhnya kepada penerima manfaat.

“Proses pencairannya memang melalui sarana mesin EDC. Ini masih kami dalami karena barang bukti yang ditemukan cukup banyak,” ungkap Agung.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Bau Busuk Kepung Pasar Lembor! Sampah Plastik dan Limbah Ikan Berserakan, Pengunjung Sampai Muntah
Geger! Solus Rafael dan Istri Diduga Lakukan Pungli di Lahan Depan Pertamina Wardun Labuan Bajo, Pengusaha Bongkar Pengakuan
Misteri pembongkaran Makam leluhur di Pantai Wae Rana Labuan Bajo, Arwin Mengaku Tak Bisa Buka Suara Tanpa Izin Marriott
251 Sekolah di Manggarai Barat Masuk Program Revitalisasi, Kejaksaan Beri Peringatan Keras soal Modus Penyimpangan
Dari Lingkaran Militer ke Istana, Ini Sosok Jenderal Ariyo Windutomo yang Ditunjuk Prabowo Jadi Plt KSP
Prabowo Resmi Pecat Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan Usai Ditetapkan Tersangka
Bidik Potensi Penyimpangan Dana Revitalisasi Sekolah, Kejati NTT Luncurkan Aplikasi SI-PENDEKAR
Aset Pemda Mabar Diduga Jadi Ladang Cuan Mantan Kadis Cipta Karya, Jaksa Siap Turun Tangan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:17 WITA

Bau Busuk Kepung Pasar Lembor! Sampah Plastik dan Limbah Ikan Berserakan, Pengunjung Sampai Muntah

Jumat, 6 November 2026 - 10:50 WITA

Geger! Solus Rafael dan Istri Diduga Lakukan Pungli di Lahan Depan Pertamina Wardun Labuan Bajo, Pengusaha Bongkar Pengakuan

Kamis, 5 November 2026 - 13:05 WITA

Misteri pembongkaran Makam leluhur di Pantai Wae Rana Labuan Bajo, Arwin Mengaku Tak Bisa Buka Suara Tanpa Izin Marriott

Rabu, 4 November 2026 - 22:16 WITA

251 Sekolah di Manggarai Barat Masuk Program Revitalisasi, Kejaksaan Beri Peringatan Keras soal Modus Penyimpangan

Rabu, 4 November 2026 - 16:10 WITA

Dari Lingkaran Militer ke Istana, Ini Sosok Jenderal Ariyo Windutomo yang Ditunjuk Prabowo Jadi Plt KSP

Berita Terbaru

error: Content is protected !!