Mentan Amran Turun Langsung Ke Alor NTT Usai Dengar Keluhan Harga Beras Tembus Rp30.000 Per Kg

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyalurkan Bantuan pangan beras yang disalurkan bagi 37.338 penerima di Kabupaten Alor, NTT. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani turut menyaksikan distribusi bantuan pangan diterima masyarakat. Beras disalurkan sebanyak 30 kilogram per penerima sebagai alokasi bantuan pangan tiga bulan, (Foto: Dok.Flobamor.com)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyalurkan Bantuan pangan beras yang disalurkan bagi 37.338 penerima di Kabupaten Alor, NTT. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani turut menyaksikan distribusi bantuan pangan diterima masyarakat. Beras disalurkan sebanyak 30 kilogram per penerima sebagai alokasi bantuan pangan tiga bulan, (Foto: Dok.Flobamor.com)

 

Flobamor.com- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, Sabtu (8/8/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari curhatan Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) asal Alor yang menceritakan harga beras di sejumlah wilayah di Alor melonjak hingga Rp 25.000-30.000 per kg.

Dalam kunjungannya, Amran menegaskan bahwa kehadirannya di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti sebatas keluhan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi langkah dan tindakan nyata.

Dalam kunjungannya, Amran turut memastikan kondisi ketersediaan pangan, khususnya beras di Kabupaten Alor. Ia mengecek langsung stok beras yang tersimpan di sejumlah gudang Bulog untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap aman dan terpenuhi.

Tak hanya soal stok, Mentan Amran juga memastikan harga beras di Alor tetap terjangkau bagi masyarakat. Saat ini, harga beras di Kabupaten Alor telah berada pada level yang sama dengan Jakarta, yakni Rp13.000 per kilogram.

“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Aspirasi yang disampaikan masyarakat harus dijawab dengan tindakan nyata,” tegas Amran.

BACA JUGA:  Wakil Gubernur NTT dan Wakil Bupati Alor Tanggung Biayai Kuliah Adriano, Mahasiswa yang Berani Sampaikan Aspirasi ke Mentan

Kehadiran pemerintah di daerah, kata Amran, bukan sekedar kunjungan seremonial, tetapi bagian dari upaya memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke daerah.

“Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi. Di bawah naungan Kementerian Pertanian. Beras sudah aman, ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp 13.000, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras,” jelas Amran.

Amran juga meminta Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar apabila masyarakat membutuhkan. Kuota bantuan pangan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 1.200 ton.

BACA JUGA:  Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026

“Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah,” ujarnya.

Dalam catatan Bapanas, realisasi penyaluran beras SPHP di Kabupaten Alor selama periode Maret-Juli 2026 sudah mencapai 764.070 kg. Penyaluran melalui Rumah Pangan Kita (RPK) sebanyak 356.470 kg, pengecer di pasar rakyat sebanyak 352.150 kg, dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 55.450 kg.

Selain melalui SPHP beras, pemerintah juga menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam bentuk bantuan pangan beras dan minyak goreng. Hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan secara nasional telah mencapai 662.867.840 kg beras dan 132.573.568 liter minyak goreng, atau 99,70% dari target penyaluran kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP)

Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur, penyaluran bantuan pangan tahap pertama telah terealisasi 100 persen kepada 837.612 PBP atau setara 16.752.240 kg. Untuk Kabupaten Alor juga telah tersalurkan sebanyak 746.000 kg. Dengan begitu, pemerintah telah menggelontorkan CBP untuk masyarakat Alor sebanyak 1,5 juta kg dari realisasi SPHP beras yang 764 ribu kg ditambah 746 ribu kg.

BACA JUGA:  HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan

Sementara itu, untuk alokasi bantuan pangan Juli-September 2026, Kabupaten Alor memperoleh alokasi bagi 37.338 PBP. Alokasi tersebut memperkuat berbagai instrumen intervensi pemerintah untuk menjaga akses masyarakat terhadap pangan pokok di wilayah kepulauan.

Dengan penyaluran beras SPHP yang telah mencapai 764.070 kg selama periode Maret-Juli 2026 serta dukungan program bantuan pangan kepada 37.338 PBP di Kabupaten Alor, Bapanas bersama Bulog terus memperkuat intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau serta pasokan yang memadai.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun
Terungkap 6 Kesenjangan Pendidikan Anak di Manggarai, Plan dan UNIKA Dorong Model PAUD–SD Terintegrasi
Cegah Korupsi, Dana Revitalisasi Sekolah Disalurkan Langsung ke Kepala Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Minggu, 20 September 2026 - 13:54 WITA

Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 

Minggu, 20 September 2026 - 13:11 WITA

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Berita Terbaru

Foto: Konferensi Pers APBNKiTA Tahun Anggaran Edisi September 2026

BERITA TERKINI

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:11 WITA

error: Content is protected !!