Kupang, Flobamor.com – Keberanian Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, menyuarakan berbagai persoalan masyarakat di hadapan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan ribuan mahasiswa berbuah apresiasi.
Tak hanya mendapat perhatian dari pemerintah pusat, perjuangan Adriano kini mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo sepakat membantu membiayai pendidikan Adriano menggunakan uang pribadi masing-masing.
Johni Asadoma menyatakan dirinya akan menanggung biaya kuliah Adriano selama dua tahun. Sementara dua tahun berikutnya akan ditanggung secara pribadi oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo.
Keputusan tersebut disampaikan Johni setelah dirinya mengunjungi kediaman Adriano. Sebelumnya, Johni turut mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, Sabtu (8/8/2026).
Nama Adriano mendadak viral setelah menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di kampung halamannya secara langsung kepada Menteri Pertanian.
Aspirasi tersebut disampaikan di hadapan sekitar 5.500 mahasiswa, dosen, serta pejabat Kementerian Pertanian.
Keberanian Adriano mendapat respons langsung dari Menteri Pertanian. Andi Amran kemudian datang ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memberikan sejumlah bantuan.
Bantuan tersebut antara lain berupa bibit padi, jambu mete, kakao, jagung, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung masyarakat dan sektor pertanian di Alor.
Tak hanya itu, Menteri Pertanian juga memberikan bantuan biaya kost Adriano selama dua tahun.
Amran turut berjanji menyampaikan kebutuhan pembangunan sumur bor serta perbaikan bendungan di Alor kepada Menteri Pekerjaan Umum.
Kini, dukungan terhadap Adriano kembali datang dari pemerintah daerah. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menilai keberanian mahasiswa tersebut menyampaikan persoalan masyarakat di hadapan ribuan orang merupakan sesuatu yang luar biasa.
Menurut Johni, keberanian seperti yang ditunjukkan Adriano jarang ditemukan, terlebih dari seorang mahasiswa baru yang berasal dari daerah seperti Alor.
“Adriano mempunyai keberanian yang luar biasa dalam menyampaikan aspirasi dan sarannya kepada Mentan di depan 5.500 mahasiswa, dosen dan pejabat Kementan. Ini sesuatu yang sangat jarang dilakukan oleh seorang mahasiswa baru, apalagi dari Alor, NTT, yang mungkin belum pernah didengar orang,” kata Johni di Kupang, Minggu (9/8/2026).
Johni mengatakan Adriano bukan hanya berani berbicara, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat di tanah kelahirannya.
“Adriano (Dede) mahasiswa baru, tapi mempunyai kepedulian terhadap kesulitan masyarakat di kampungnya,” lanjutnya.
Menurut Johni, keberanian Adriano harus menjadi contoh bagi generasi muda di Alor dan NTT. Ia berharap anak-anak muda tidak takut menyampaikan gagasan, kritik, maupun persoalan masyarakat melalui forum yang tepat.
“Keberaniannya akan memotivasi dan mendorong anak-anak Alor/NTT untuk juga peduli dan berani menyuarakan pikiran, gagasan dan ide-ide mereka di forum apa pun,” jelasnya.
Dukungan pembiayaan pendidikan dari Wakil Gubernur NTT dan Wakil Bupati Alor ini diharapkan membuat Adriano dapat menjalani perkuliahan dengan lebih tenang hingga menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.
Bagi Johni, bantuan tersebut bukan sekedar persoalan biaya pendidikan. Lebih dari itu, dukungan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap keberanian dan kepedulian seorang anak muda Alor yang memilih menyuarakan persoalan masyarakat hingga mendapat perhatian pemerintah, bahkan sampai ke tingkat nasional.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












