Adriano Padama, Mahasiswa UNDIP Asal Alor NTT Dapat Beasiswa S2 Ke Inggris Usai Viral Ngadu Beras Mahal Ke Mentan

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa baru Undip Adriano Jeconia Padama, Rektor Undip Prof Suharnomo dan kepala Bulog Jateng, Sri Muniati (kiri ke kanan) memberikan keterangan kepada warrawan di kampus Undip Tembalang Semarang, Senin 10 Agustus 2026

Mahasiswa baru Undip Adriano Jeconia Padama, Rektor Undip Prof Suharnomo dan kepala Bulog Jateng, Sri Muniati (kiri ke kanan) memberikan keterangan kepada warrawan di kampus Undip Tembalang Semarang, Senin 10 Agustus 2026

Flobamor.com – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Adriano Jeconia Padama (17), mendapat beasiswa usai menyampaikan persoalan harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia bakal mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 ke Inggris.

Hal itu disampaikan Rektor Undip, Suharnomo. Keberanian Dede mendapat apresiasi, sehingga kampus memutuskan memberikan dukungan pendidikan agar Dede dapat melanjutkan studinya hingga jenjang S2.

“Kami akan memberikan beasiswa untuk kita kirim ke Inggris, ke University of Sheffield, S2. Jadi 3,5 tahun lulus dari Undip. Kami akan kirimkan ke Sheffield,” kata Suharnomp di Undip Kecamatan Tembalang, Senin (10/8/2026) malam.

Dede nantinya akan mengikuti program MA Politics, Governance, and Public Policy melalui skema double degree antara Undip dan University of Sheffield, Inggris.

BACA JUGA:  Pecah Tangis Mahasiswa Undip Asal Alor NTT Curhat ke Mentan: Harga Beras di Alor Tembus Rp30.000 Per Kg, Anak-Anak Terpaksa Makan Umbi

“Biasanya one and one, double degree. Satu tahun di Magister Administrasi Publik di Undip, satu tahun di University of Sheffield,” ujar Suharnomo.

Suharnomo mengatakan beasiswa tersebut akan mencakup kebutuhan Dede selama menempuh pendidikan. Dia menyebut nilai beasiswanya cukup fantastis.

“Cukup besar (nilainya) pokoknya, kalau hidup di Inggris. Besar banget. Rp 1 miliar lah kalau 1 tahun. More less (kurang lebih) ya,” katanya.

Menurut Suharnomo, program tersebut merupakan bentuk dukungan dari pihak Undip agar Dede dapat berkembang dan nantinya memberikan dampak yang lebih luas. Sementara untuk biaya pendidikan S1 yang sijalani Adriano, ia mendapat beasiswa dari pemerintah tempat asalnya.

“Kemarin 4 tahun akan fully funded (dibiayai) oleh Pak Wakil Gubernur dan Bupati, maka kami akan memastikan langkah lanjutan dari Mas Adriano,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bupati Edi Endi Serahkan Ranperda Pembentukan 31 Desa Baru ke DPRD Manggarai Barat

Dede sendiri mengaku senang bisa mendapatkan beasiswa kuliah untuk S1 dan S2 sekaligus. Alumni SMAN 1 Kalabahi itu juga mengaku tidak menyangka aksinya bisa berujung pada kesempatan melanjutkan pendidikan ke Inggris.

“Saya sebenarnya tidak expect akan jadi seperti ini, karena di pikiran saya adalah saya sampaikan dulu apa yang harus saya sampaikan. Tapi jika sudah sampai segini ya hendak Tuhan,” kata Dede.

Anak dari pasangan Semuel Padama dan Ade Irma itu pun berharap perhatian yang muncul setelah aksinya dapat terus berlanjut pada perbaikan kondisi masyarakat di Alor. Ia pun sempat mengikuti kunjungan ke Alor bersama Mentan.

BACA JUGA:  Cegah Korupsi, Dana Revitalisasi Sekolah Disalurkan Langsung ke Kepala Sekolah

“Ketika kami sampai di sana, masyarakat setempat sebenarnya bisa bertani, hanya saja mereka tidak punya pasokan air. Sehingga pemerintah akan diupayakan untuk membangun sumur bor,” ujar Dede.

Dalam kunjungan tersebut, kata Adriano, Mentan juga memberikan bantuan beberapa bibit, seperti padi, kakao, dan kelapa. Kakao dinilai dapat menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat Alor dalam jangka panjang.

“Kondisi di sana sekarang gudang sudah penuh dengan beras. Bantuan yang diberikan pemerintah itu ada berupa traktor. Lalu ada bibit kelapa dan bibit padi,” pintanya.

“Pak Amran memberikan 20 titik pompa air untuk mendukung para petani lokal sehingga produksi mandiri kami bisa meningkat, sehingga kami tidak akan selalu bergantung pada cuaca,” tutup Dede.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun
Terungkap 6 Kesenjangan Pendidikan Anak di Manggarai, Plan dan UNIKA Dorong Model PAUD–SD Terintegrasi
Cegah Korupsi, Dana Revitalisasi Sekolah Disalurkan Langsung ke Kepala Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Minggu, 20 September 2026 - 13:54 WITA

Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 

Minggu, 20 September 2026 - 13:11 WITA

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Berita Terbaru

Foto: Konferensi Pers APBNKiTA Tahun Anggaran Edisi September 2026

BERITA TERKINI

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:11 WITA

error: Content is protected !!