Flobamor.com – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Adriano Jeconia Padama (17), mendapat beasiswa usai menyampaikan persoalan harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia bakal mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 ke Inggris.
Hal itu disampaikan Rektor Undip, Suharnomo. Keberanian Dede mendapat apresiasi, sehingga kampus memutuskan memberikan dukungan pendidikan agar Dede dapat melanjutkan studinya hingga jenjang S2.
“Kami akan memberikan beasiswa untuk kita kirim ke Inggris, ke University of Sheffield, S2. Jadi 3,5 tahun lulus dari Undip. Kami akan kirimkan ke Sheffield,” kata Suharnomp di Undip Kecamatan Tembalang, Senin (10/8/2026) malam.
Dede nantinya akan mengikuti program MA Politics, Governance, and Public Policy melalui skema double degree antara Undip dan University of Sheffield, Inggris.
“Biasanya one and one, double degree. Satu tahun di Magister Administrasi Publik di Undip, satu tahun di University of Sheffield,” ujar Suharnomo.
Suharnomo mengatakan beasiswa tersebut akan mencakup kebutuhan Dede selama menempuh pendidikan. Dia menyebut nilai beasiswanya cukup fantastis.
“Cukup besar (nilainya) pokoknya, kalau hidup di Inggris. Besar banget. Rp 1 miliar lah kalau 1 tahun. More less (kurang lebih) ya,” katanya.
Menurut Suharnomo, program tersebut merupakan bentuk dukungan dari pihak Undip agar Dede dapat berkembang dan nantinya memberikan dampak yang lebih luas. Sementara untuk biaya pendidikan S1 yang sijalani Adriano, ia mendapat beasiswa dari pemerintah tempat asalnya.
“Kemarin 4 tahun akan fully funded (dibiayai) oleh Pak Wakil Gubernur dan Bupati, maka kami akan memastikan langkah lanjutan dari Mas Adriano,” ungkapnya.
Dede sendiri mengaku senang bisa mendapatkan beasiswa kuliah untuk S1 dan S2 sekaligus. Alumni SMAN 1 Kalabahi itu juga mengaku tidak menyangka aksinya bisa berujung pada kesempatan melanjutkan pendidikan ke Inggris.
“Saya sebenarnya tidak expect akan jadi seperti ini, karena di pikiran saya adalah saya sampaikan dulu apa yang harus saya sampaikan. Tapi jika sudah sampai segini ya hendak Tuhan,” kata Dede.
Anak dari pasangan Semuel Padama dan Ade Irma itu pun berharap perhatian yang muncul setelah aksinya dapat terus berlanjut pada perbaikan kondisi masyarakat di Alor. Ia pun sempat mengikuti kunjungan ke Alor bersama Mentan.
“Ketika kami sampai di sana, masyarakat setempat sebenarnya bisa bertani, hanya saja mereka tidak punya pasokan air. Sehingga pemerintah akan diupayakan untuk membangun sumur bor,” ujar Dede.
Dalam kunjungan tersebut, kata Adriano, Mentan juga memberikan bantuan beberapa bibit, seperti padi, kakao, dan kelapa. Kakao dinilai dapat menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat Alor dalam jangka panjang.
“Kondisi di sana sekarang gudang sudah penuh dengan beras. Bantuan yang diberikan pemerintah itu ada berupa traktor. Lalu ada bibit kelapa dan bibit padi,” pintanya.
“Pak Amran memberikan 20 titik pompa air untuk mendukung para petani lokal sehingga produksi mandiri kami bisa meningkat, sehingga kami tidak akan selalu bergantung pada cuaca,” tutup Dede.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












