Pecah Tangis Mahasiswa Undip Asal Alor NTT Curhat ke Mentan: Harga Beras di Alor Tembus Rp30.000 Per Kg, Anak-Anak Terpaksa Makan Umbi

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Adriano Padama curhat kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai sulitnya distribusi pangan dan mahalnya harga beras di daerah asalnya. Momen haru terjadi saat Mentan Amran menjadi pembicara dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (6/8/2026).

Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Adriano Padama curhat kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai sulitnya distribusi pangan dan mahalnya harga beras di daerah asalnya. Momen haru terjadi saat Mentan Amran menjadi pembicara dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (6/8/2026).

Flobamor.com- Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Adriano Padama curhat kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai sulitnya distribusi pangan dan mahalnya harga beras di daerah asalnya. Momen haru terjadi saat Mentan Amran menjadi pembicara dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (6/8/2026).

Sembari menitikan air mata, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional itu mengungkapkan bahwa akses distribusi pangan di wilayah asalnya masih mengandalkan kapal dan bergantung pada kondisi cuaca.

“Saat musim hujan, mungkin karena kami dekat samudera, hujannya itu betul-betul sangat parah,” ujarnya kepada Mentan Amran dikutip dari tayangan di Youtube Undip TV Official.

BACA JUGA:  Adriano Padama, Mahasiswa UNDIP Asal Alor NTT Dapat Beasiswa S2 Ke Inggris Usai Viral Ngadu Beras Mahal Ke Mentan

Harga Beras Melambung, di Pedalaman Capai Rp 30.000 per Kg

Menurut Adriano, ketika kondisi itu terjadi, yang menjadi masalah adalah kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai sekitar 24.000-27.000 ton per tahun. Sementara kemampuan produksi daerah hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan sehingga harga beras sering naik dan mahal.

Lanjut dia, harga beras di wilayah perkotaan Alor sekitar Rp 13.000-Rp 15.000 per kilogram. Sementara di wilayah pedalaman, harga normal berkisar Rp 17.000-Rp 18.000 per kilogram.

“Tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram,” ungkap Adriano.

Dengan kondisi itu, Adriano khawatir anak-anak kecil di Alor terpaksa beralih mengonsumsi umbi-umbian.

BACA JUGA:  Polsek Alak Limpahkan Tersangka Kasus Penganiayaan di Pelabuhan Tenau ke Kejari Kota Kupang

“Yang saya tahu kalau mereka makan umbi-umbian sejak kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas, sehingga akan membesar. Dan mohon maaf lubang pembuangan (kotoran) mereka akan mengecil dan itu betul-betul sangat menyakitkan,” katanya.

Mentan Telpon Dirut Bulog, Minta Kirim Beras dan Bangun Gudang

Mendengar keluhan itu, Mentan Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog melalui sambungan telepon di hadapan seluruh peserta. Ia memerintahkan Bulog segera mengirim beras ke Alor dan juga membangun satu gudang penyimpanan di sana.

“Pak Dirut Bulog, Kabupaten Alor ada gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana. Hari ini juga kirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.500 per kilogram,” ujarnya.

BACA JUGA:  Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Jalani Pemeriksaan Perdana di Kejaksaan Agung

Mentan Amran juga menegaskan akan memantau perkembangannya. Selain itu juga meminta Adriano ikut memantau dan melaporkan perkembangan kepadanya.

“Hari ini juga dikirim. Saya akan pantau langsung. Ambil nomor teleponnya, nanti (Adriano) laporkan lagi kepada saya perkembangan di lapangan,” tegas Mentan Amran.

Mentan Amran juga meminta Bulog memastikan ketersediaan infrastruktur distribusi agar pasokan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan di Alor

Sebagai bentuk kepedulian kepada mahasiswa tersebut, Mentan Amran bahkan menyatakan akan membantu biaya tempat tinggal mahasiswa selama menempuh pendidikan di Semarang. “Saya selesaikan. Kos-kos kamu dua tahun saya bantu. Yang penting kamu belajar dengan sungguh-sungguh dan sukses,” pintanya.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!