Pesta Miras di Pioner Cafe Labuan Bajo Berakhir Ricuh, Ketentraman Warga Kembali Terusik

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, Flobamor.com Ketenteraman malam di kawasan wisata premium Labuan Bajo kembali terusik Pada Rabu malam (15/10/2025) dini hari, sekitar pukul 01.18 WITA, kericuhan mengguncang di Cafe Pioner, salah satu tempat hiburan malam yang berlokasi di Jl. Sulu, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Pantauan Flobamor.com di  Cafe Pioner, pada Rabu malam(15/10) dini hari, insiden itu bermula ketika seorang pengunjung yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras memicu keributan di dalam kafe. Situasi sempat memanas dan berujung pada adu mulut hingga aksi dorong antara sesama pengunjung dan petugas keamanan.

“Bukan pertama kali dia bikin onar. Sudah beberapa kali dia seperti ini,” ujar salah satu sekurity kafe kepada pengunjung lain.

BACA JUGA:  Praktik Penimbunan BBM Oplosan di Pringsewu Digerebek, Pelaku Raup Miliaran Selama Dua Tahun

Kericuhan tersebut menambah panjang daftar keluhan warga terhadap keberadaan Cafe Pioner yang dianggap kerap menimbulkan gangguan kenyamanan dan ketertiban lingkungan. Selain suara musik yang berdentum hingga larut malam, warga juga mengeluhkan kemacetan di jalan sempit menuju Puncak Waringin dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) akibat parkir kendaraan pengunjung.

Lebih dari itu, lokasi kafe yang berdampingan dengan Madrasah Tsanawiyah (MTs), Puskesmas Umum, dan permukiman padat penduduk dinilai bertentangan dengan prinsip tata ruang yang menjamin ketenangan warga.

“Kami sudah sering mengadu, tapi tak pernah ada tindakan. Musik dari kafe itu menggema sampai larut malam, anak-anak susah belajar dan tidur,” ungkap seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Bambu Asal Manggarai Barat Resmi Menembus Pasar Dunia, 15 Ribu Batang Diekspor ke Polandia

Warga kini mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar meninjau ulang izin operasional Cafe Pioner serta menertibkan tempat hiburan malam lain yang dinilai tidak sesuai dengan karakter Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas nasional.

Mereka menilai, citra Labuan Bajo sebagai gerbang pariwisata premium Indonesia bisa tercoreng bila aktivitas malam tak diatur dengan ketat.

“Wisata kelas dunia seharusnya menghadirkan kenyamanan, bukan kegaduhan,” ujar seorang tokoh masyarakat Kelurahan Labuan Bajo.

Sementara itu, Pepen selaku Owner Pioner Cafe, ketika dihubungi redaksi Flobamor.com pada Rabu (15/10/2025), mengaku belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh terkait insiden kericuhan yang terjadi di tempat usahanya tersebut. Ia mengatakan, hingga saat ini dirinya masih menunggu laporan resmi dari pihak keamanan (security) Cafe  Pioner yang bertugas pada malam kejadian.

BACA JUGA:  Kejagung Tegaskan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus Saksi

“Security-nya ada izin keluar sebentar, karena kebetulan saya tidak berada di kafe saat kejadian. Kalau ada dia sebentar saya tanyakan,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.

Hingga berita ini diturunkan, Redaksi Flobamor.com masih berupaya menghubungi Satpol PP dan Kapolres Manggarai Barat untuk dimintai tanggapan terkait penanganan insiden yang terjadi di Cafe Pioner Labuan Bajo.

Berita Terkait

Mendagri Salurkan Tali Asih untuk Ahli Waris Korban Meninggal Gempa NTT
Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, Mendagri Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban
Polri Peduli Kemanusiaan, Bantuan untuk Korban Gempa Flores NTT Terus Dikirim
Pelukan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Bawah Reruntuhan Gempa, Dua Anak Tewas Bersama Sang Ibu di Manggarai Timur
HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan
Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih
Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:52 WITA

Mendagri Salurkan Tali Asih untuk Ahli Waris Korban Meninggal Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:27 WITA

Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, Mendagri Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Polri Peduli Kemanusiaan, Bantuan untuk Korban Gempa Flores NTT Terus Dikirim

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Pelukan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Bawah Reruntuhan Gempa, Dua Anak Tewas Bersama Sang Ibu di Manggarai Timur

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:15 WITA

HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!