Kejati NTT Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Rumah Eks Pejuang Timor Timur

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT) Zet Tadung Allo, S.H., M.H

Kupang, Flobamor.com- Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) tengah menyelidiki proyek pembangunan rumah eks pejuang Timor Timur (Timtim) di Kabupaten Kupang. Kejati NTT menyelidiki ada atau tidaknya tindak pidana terkait proyek 2.100 rumah yang mengalami kerusakan cukup banyak meski belum diserahterimakan.

Kajati NTT, Zet Tadung Allo, dalam keterangannya diterima Flobamor.com Selasa (29/4/2025) mengatakan bahwa kejati NTT sedang mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) mengenai pembangunan proyek itu. Terlebih, proyek tersebut menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang cukup besar.

BACA JUGA:  Fokus Pengamanan Eksternal, Polres Manggarai Pastikan Kongres PMKRI Berjalan Aman

“Masih dalam tahap penyelidikan, dan saat ini kami sedang mengumpulkan data untuk memastikan strategi yang tepat. Yang jelas, kami peduli terhadap penggunaan anggaran besar ini agar benar-benar bermanfaat dan tidak menjadi pemborosan, anggaran,” tegas Zet Selasa (29/4/2025)

Tidak semua penggunaan anggaran yang kurang efektif bisa langsung dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. Meski demikian, Zet menegaskan, Kejati NTT tidak akan ragu untuk menindaklanjutinya sebagai kasus korupsi jika ditemukan indikasi pengurangan kualitas bangunan, pembangunan fiktif, atau penyalahgunaan dana.

“Jika ada pembangunan yang hanya pura-pura atau mengurangi kualitas demi keuntungan pribadi, itu jelas termasuk korupsi,” tegas mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

BACA JUGA:  Misteri Proyek Jembatan Rp900 Juta di Cunca Wulang Berujung Petaka

Penyelidikan ini, kata Zet, sudah menjadi bagian dari komitmen Kejati NTT dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik, terutama bagi program-program yang menyangkut kesejahteraan masyarakat dengan APBN.

Diberitakan sebelumnya, Kajati NTT, Zet Tadung Allo, mengecek perumahan untuk eks pejuang Timtim di Kabupaten Kupang. Zet memantau langsung progres serta kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung.

Total ada sebanyak 2.100 rumah yang dibangun menggunakan Dana APBN sejak 2022-2023. Namun, kondisi perumahan banyak yang rusak meski belum diserahterimakan.

“Saya melihat langsung kondisi pembangunan ini dan yang paling mengkhawatirkan adalah banyaknya bangunan yang sudah mengalami retak, padahal belum diserahterimakan,” ujar Zet dalam siaran pers yang diterima Flobamor.com Jumat (20/2/2025) lalu.

BACA JUGA:  Pembagian Bantuan PKH di BRI Lembor Ricuh, Warga Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pengerusakan HP

Hasil pemantauan Zet, kondisi bangunan jelas menunjukkan adanya ketidaksesuaian mutu pekerjaan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Zet menduga kemungkinan ada beberapa bagian pekerjaan yang disubkontrakkan sehingga berpotensi menurunkan kualitas bangunan.

“Pengawasan harus lebih ketat karena pemborosan anggaran. Memang belum tentu korupsi, tetapi pengurangan mutu pekerjaan bisa menjadi indikasi korupsi. Ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat yang akan menempati rumah ini,” tegas Zet.

Berita Terkait

Tujuh Korban Gempa Flores di Manggarai Timur Dievakuasi Menggunakan Helikopter
Tiga Warga Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas, Satu Korban Anak Berusia 5 Tahun
Kapolri Tinjau Langsung Korban Pascagempa di Manggarai dan Manggarai Timur
Bhabinkamtibmas Polsek Lembor Bersama Koramil Lembor Turun Langsung Salurkan Bantuan Kepada Korban Pascagempa
Yogi Asmaranto Terancam Dilaporkan Ke Polres Mabar atas Dugaan Kasus Penipuan Cek Palsu dan Utang Piutang
Plt Bupati Pati Salah Baca Pancasila saat Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI
BMKG Catat 2.403 Kali Gempa Susulan Guncang Flores hingga 18 Agustus
Mendagri Serukan Gubernur Se-Indonesia Beri Bantuan ke Korban Gempa NTT

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:40 WITA

Tujuh Korban Gempa Flores di Manggarai Timur Dievakuasi Menggunakan Helikopter

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:45 WITA

Tiga Warga Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas, Satu Korban Anak Berusia 5 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:24 WITA

Kapolri Tinjau Langsung Korban Pascagempa di Manggarai dan Manggarai Timur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:17 WITA

Bhabinkamtibmas Polsek Lembor Bersama Koramil Lembor Turun Langsung Salurkan Bantuan Kepada Korban Pascagempa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:42 WITA

Yogi Asmaranto Terancam Dilaporkan Ke Polres Mabar atas Dugaan Kasus Penipuan Cek Palsu dan Utang Piutang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!