Diduga Persulit Surat Pengukuhan Tanah, Haji Ramang Ishaka Terancam Digugat Warga

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tua Adat Nggorang, Haji Ramang Ishaka (Dok.istimewa)

Tua Adat Nggorang, Haji Ramang Ishaka (Dok.istimewa)

Flobamor.com, Labuan Bajo – Sejumlah warga pemilik lahan di wilayah sebelah barat Bandara Internasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, mengeluhkan sikap Tua Adat Nggorang, Haji Ramang Ishaka, yang dinilai berbelit-belit dalam mengeluarkan surat pengukuhan tanah atas 17 bidang lahan milik warga.

Salah satu pemilik lahan, Feri, mengaku telah lebih dari dua bulan bolak-balik mendatangi pihak terkait untuk meminta surat pengukuhan tanah miliknya. Namun hingga kini, surat tersebut belum juga diterbitkan.

Menurut Feri, setiap kali dirinya mendatangi Haji Ramang Ishaka, ia diarahkan untuk mengurusnya melalui Haji Sair. Namun ketika mendatangi pihak yang dimaksud, jawaban yang diterimanya justru kembali diarahkan kepada Haji Ramang.

BACA JUGA:  Dosen Terlapor Pelecehan Seksual Resmi Dipecat, Rektor Unika Ruteng Tegaskan Komitmen Perlindungan Korban

“Sudah berkali-kali saya datang ke Haji Ramang dan Sair, tapi mereka saling lempar. Jawabannya selalu tunggu dan tunggu terus. Sampai kapan,” ujar Feri kepada wartawan Flobamor.com, Selasa (26/5/2026).

Feri menilai proses pengurusan surat pengukuhan tersebut diduga sengaja dipersulit. Ia bahkan menduga sebagian dari 17 bidang tanah yang sedang diurus warga telah diperjualbelikan tanpa sepengetahuan para pemilik lahan.

“Kami menduga ada sebagian bidang tanah dari total 17 bidang itu sudah dijual oleh Haji Ramang. Karena itu kami curiga kenapa surat pengukuhan ini terus diperlambat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka dirinya bersama warga lain akan menempuh jalur hukum dan melaporkan persoalan tersebut ke Polres Manggarai Barat.

BACA JUGA:  Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB

“Kalau nanti terbukti ada tanah yang dijual tanpa hak, kami akan laporkan ke polisi. Kami akan terus perjuangkan hak kami karena dari dulu kami selalu dipersulit dan hanya diberi janji,” tegas Feri.

Berdasarkan dokumen yang diperlihatkan kepada Flobamor.com, Feri menunjukkan dokumen Surat Hak Milik atas lahan tersebut dengan ukuran 20 x 80 meter.

Karena itu, ia mempertanyakan alasan pihak tua adat Nggorang belum juga menerbitkan surat pengukuhan yang dibutuhkan warga.

“Ada apa sebenarnya sampai surat pengukuhan ini dipersulit? Kami hanya ingin hak kami diberikan dengan jelas,” katanya.

BACA JUGA:  Kasusnya Mengejutkan! Puluhan Warga Labuan Bajo Siap Laporkan Haji Ramang Ishaka ke Polres Mabar

Keluhan serupa disebut juga dialami sejumlah pemilik lahan lainnya yang masuk dalam 17 bidang tanah di kawasan tersebut.

Warga berharap persoalan ini segera mendapat kejelasan agar tidak menimbulkan konflik agraria berkepanjangan di kemudian hari.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan Flobamor.com telah berupaya menghubungi Haji Ramang Ishaka selaku Tua Adat Nggorang maupun Haji Sair guna meminta klarifikasi dan tanggapan atas persoalan tersebut. Namun, upaya konfirmasi belum membuahkan hasil. Meski sambungan telepon dalam keadaan aktif dan panggilan masuk, keduanya tidak digubris.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Rencana Pembangunan Pelabuhan Laut di Borong Manggarai Timur, Wabup Tarsi Temui Kemenhub
Polres Mabar Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus ITE, Mengapa Tak Ditahan?
Luput dari Jeratan Hukum, Penambang Pasir Ilegal di Nangalili Bebas Beroperasi Selama Bertahun-Tahun
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Kini Duduk di Kursi Pesakitan, Hadapi Sidang Perdana Kasus Pemerasan dan TPPU
Petugas Rutan Depok Dapat Upah Rp 1 Juta Sekali Selundupkan Sabu
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo
OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:43 WITA

Rencana Pembangunan Pelabuhan Laut di Borong Manggarai Timur, Wabup Tarsi Temui Kemenhub

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Polres Mabar Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus ITE, Mengapa Tak Ditahan?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:01 WITA

Luput dari Jeratan Hukum, Penambang Pasir Ilegal di Nangalili Bebas Beroperasi Selama Bertahun-Tahun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:30 WITA

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Kini Duduk di Kursi Pesakitan, Hadapi Sidang Perdana Kasus Pemerasan dan TPPU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:29 WITA

Petugas Rutan Depok Dapat Upah Rp 1 Juta Sekali Selundupkan Sabu

Berita Terbaru

Ketahuan, Petugas Rutan Depok Dapat Upah Rp 1 Juta Sekali Selundupkan Sabu (Foto: Doc.isth)

BERITA TERKINI

Petugas Rutan Depok Dapat Upah Rp 1 Juta Sekali Selundupkan Sabu

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:29 WITA

error: Content is protected !!