Labuan Bajo Darurat Rentenir, Korban Mengaku Dicekik Bunga Pinjaman 30 Persen

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi rentenir

Gambar ilustrasi rentenir

Flobamor.com, Labuan Bajo – Seorang perempuan bernama Windi, asal Kerawang, mengaku menjadi korban praktik pinjaman berbunga tinggi yang diduga dilakukan oleh seorang perempuan bernama Marta, warga asal Jakarta yang kini berdomisili di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepada wartawan, Windi menuturkan bahwa awal mula persoalan tersebut terjadi pada Agustus 2025. Saat itu ia meminjam uang kepada Marta dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp1 juta, Rp2 juta hingga Rp3 juta secara bertahap melalui transfer bank.

“Kalau ditotal semuanya sekitar Rp12 juta saya pinjam, tapi saya sudah bayar Rp 30 juta lebih” ujar Windi kepada Flobamor.com, Senin (25/5/2026) sore.

BACA JUGA:  Aktivitas Cafe Pioner di Labuan Bajo Bikin Resah, Warga Desak Tutup, Kasatpol PP Siap Bertindak Tegas

Namun ironisnya, pinjaman tersebut disertai bunga sebesar 30 persen dengan kewajiban pembayaran setiap 10 hari. Dalam praktiknya, Windi harus menyetor uang sebesar Rp1.300.000 setiap minggu kepada Marta.

Meski telah berulang kali melakukan pembayaran, utang tersebut disebut tak kunjung dianggap lunas. Bahkan hingga tahun 2026, total uang yang telah disetorkan Windi diklaim mencapai lebih dari Rp30 juta.

“Total yang saya sudah bayar itu Rp30 juta lebih,” katanya.

BACA JUGA:  Pacaran Berujung Pidana: Kisah Cinta Remaja SMK Sadar Wisata Ruteng yang Berakhir di Ruang Tahanan

Tak hanya bunga tinggi, Windi juga mengaku dikenakan denda sebesar Rp200 ribu per hari apabila terlambat melakukan pembayaran melewati batas 10 hari.

Akibat tekanan pembayaran tersebut,Marta menyuruh Windi meminjam uang di koperasi demi menutupi tagihan kepada Marta. Ironisnya, uang hasil pinjaman koperasi itu disebut langsung diambil oleh Marta.

“Karena saya belum ada uang, saya dipaksa pinjam di koperasi. Tapi uang dari koperasi itu diambil oleh Marta,” ungkapnya.

Selain itu, Windi juga mengaku diminta mengikuti arisan oleh Marta. Uang hasil arisan tersebut kemudian diserahkan kepada Marta untuk membayar utang.

BACA JUGA:  Kasus Dugaan Penganiayaan yang Menimpa Seorang Perempuan Muda di Labuan Bajo Dilaporkan Ke Polisi

Kini, Windi mengaku sudah tidak mampu lagi membayar karena harus menanggung cicilan koperasi dan berbagai beban lainnya.

“Saya sudah tidak sanggup lagi bayar karena masih harus bayar koperasi. Saya pikir uang Rp30 juta juta lebih itu sudah lunas termasuk bunganya,” Jelas Windi.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi Marta guna meminta klarifikasi dan tanggapan resmi terkait dugaan praktik pinjaman berbunga tinggi yang dikeluhkan korban.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Praperadilan Ditolak, Admin Tik Tok Lika-Liku NTT Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus UU ITE
Pemprov NTT Kucurkan Rp25 M Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores
Penyaluran Bantuan Pascagempa di Kecamatan Lembor Berjalan Bertahap dari Desa ke Desa
Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September
Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat
Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Sungguh Miris! Tujuh Hari Bertahan di Pengungsian, Warga Bea Muring Manggarai Timur Hanya Terima 1,5 Kg Beras Bantuan hingga 10 Bungkus Mi Instan
BKH dan Senator Stevi Harman Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Rahong Utara

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:17 WITA

Praperadilan Ditolak, Admin Tik Tok Lika-Liku NTT Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus UU ITE

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:37 WITA

Pemprov NTT Kucurkan Rp25 M Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Penyaluran Bantuan Pascagempa di Kecamatan Lembor Berjalan Bertahap dari Desa ke Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:57 WITA

Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:24 WITA

Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat

Berita Terbaru

Pemprov NTT Kucurkan Rp25 Miliar Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores (Foto: DPC.isth)

BERITA TERKINI

Pemprov NTT Kucurkan Rp25 M Secara Bertahap untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:37 WITA

error: Content is protected !!