Warga Golo Koe Labuan Bajo Geram, Gudang Bir Beroperasi di Tengah Permukiman

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gudang penampungan Bir milik PT Multi Niaga Jaya yang berlokasi di Golo Koe, Kecaman Komodo, Manggarai Barat (foto//Flobamor.com)

Gudang penampungan Bir milik PT Multi Niaga Jaya yang berlokasi di Golo Koe, Kecaman Komodo, Manggarai Barat (foto//Flobamor.com)

Gudang penampungan Bir yang berlokasi di Golo koe, Kecamatan Komodo (foto//redaksi Flobamor.com)

Labuan Bajo, Flobamor.com Warga Kelurahan Golo Koe, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, di buat geram dengan kehadiran sebuah gudang penyimpanan bir di tengah kawasan permukiman padat penduduk. Gudang tersebut diketahui telah beroperasi diam-diam tanpa sosialisasi, menyimpan ratusan krat minuman beralkohol untuk didistribusikan ke berbagai titik penjualan di daratan Flores.

Bagi warga, keberadaan gudang itu sangat tidak pantas. Selain berdiri di antara rumah-rumah warga, lokasi gudang juga berjarak hanya beberapa ratus meter dari fasilitas publik, termasuk rumah sakit. Aktivitas keluar masuk truk pengangkut bir berlangsung hampir setiap hari, bahkan hingga malam, menimbulkan kebisingan dan gangguan kenyamanan lingkungan.

“Kami bukan anti usaha, tapi ini kawasank tempat tinggal. Ada anak-anak, ada keluarga. Tiba-tiba gudang bir muncul tanpa sosialisasi, tanpa musyawarah. Ini menampar warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat, Gorom, Selasa (11/11/2025).

BACA JUGA:  Tim Penilai Internal Kejagung RI Menekankan Kejati NTT Siap Menuju Wilayah Bebas Korupsi 2025

Ketua RT setempat mengakui bahwa pihaknya baru mengetahui keberadaan gudang tersebut setelah warga melapor.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, baik dari pemilik usaha maupun dari pemerintah kelurahan,” ujarnya.

Warga pun mempertanyakan proses perizinan gudang itu, terutama soal izin lingkungan (UKL-UPL) serta kesesuaian tata ruang wilayah (IUPR). Mereka menilai, keberadaan gudang minuman keras di tengah pemukiman jelas bertentangan dengan prinsip penataan kawasan hunian dan merusak citra Labuan Bajo sebagai kawasan pariwisata super prioritas.

“Kalau gudang bir saja bisa berdiri di tengah kampung, ini preseden buruk. Pemerintah harus tegas,” tegas warga lainnya.

Gudang penampungan Bir yang berlokasi di Golo Koe, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat (foto//Redaksi Flobamor.com)

Menanggapi hal itu, pihak pengelola HRD dan pihak management gudang berdalih telah mengantongi seluruh dokumen perizinan.

BACA JUGA:  Bupati Rejeng Lebong Ditahan KPK

“Kami sudah memiliki PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta izin kesesuaian ruang dari Dinas Tata Ruang,” ujar Joors HRD saat ditemui Redaksi Flobamor.com di Kantor tersebut pada Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan, tim teknis Dinas Cipta Karya pernah melakukan survei lapangan pada tahun 2021. Saat itu, kawasan Golo Koe memang dikategorikan sebagai wilayah pemukiman sehingga gudang tidak diperbolehkan. Namun, pihak dinas disebut menyarankan agar bangunan diubah menjadi ruko (rumah toko) agar lebih sesuai dengan tata ruang.

“Awalnya memang bentuknya gudang panjang, tapi kami sekat menjadi ruang-ruang kecil. Karena ini hanya tempat transit, barang masuk langsung keluar,” katanya.

Namun, ketika Wartawan Flobamor.com meminta bukti fisik dokumen izin yang disebut-sebut lengkap itu, pihak pengelola menolak menunjukkannya dan memilih bungkam.

BACA JUGA:  BPA Kejaksaan RI Lelang Kapal MT Arman 114 dengan Harga Rp1,74 Triliun

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat disebut turut membahas izin lingkungan untuk lokasi tersebut, namun hingga kini belum ada klarifikasi resmi apakah prosesnya disertai sosialisasi kepada warga.

“Kalau soal sosialisasi, saya tidak tahu pasti. Mungkin bisa ditanyakan ke pihak di Surabaya,” ujar Jors.

Sementara itu, warga kini tengah menyiapkan surat keberatan kolektif untuk disampaikan kepada pemerintah kecamatan dan kabupaten. Mereka menuntut transparansi izin usaha serta ketegasan pemerintah dalam menjaga kenyamanan sosial dan tata ruang wilayah kota wisata unggulan Indonesia ini.

“Kami hanya ingin hidup tenang. Jangan jadikan kampung kami gudang minuman keras,” tutup seorang warga dengan nada kesal.

Berita Terkait

Labuan Bajo Darurat Mafia Tanah! Kepala BPN Manggarai Barat Kembali Dijadwalkan Diperiksa Penyidik Polres
Masih Banyak Pengendara Bandel di Labuan Bajo, Kasat Lantas Polres Mabar Keluarkan Peringatan Tegas
Dilaporkan ke Polres Mabar Sejak 2024, Kasus Dugaan Penipuan Yogi Asmaranto Tak Kunjung Diproses, Korban Mengaku Kecewa
Wakil Bupati Yuliaus Weng Resmi Buka Turnamen Voli Idul Adha Cup 1447 H di Soknar Golo Mori
Bos Asal Surabaya Yogi Asmaranto Diduga Tipu Pengusaha di Labuan Bajo, Bayar Utang Pakai Cek Kosong
Tragedi Maut Wisata Cunca Wulang: Jenazah Dua Turis Austria Dikremasi di Bali
Usai Dicopot Prabowo, Kini Jadi Tersangka: Harta Rp9 Miliar Dadan Hindayana Terungkap
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:24 WITA

Labuan Bajo Darurat Mafia Tanah! Kepala BPN Manggarai Barat Kembali Dijadwalkan Diperiksa Penyidik Polres

Senin, 8 Juni 2026 - 21:48 WITA

Masih Banyak Pengendara Bandel di Labuan Bajo, Kasat Lantas Polres Mabar Keluarkan Peringatan Tegas

Senin, 8 Juni 2026 - 19:54 WITA

Dilaporkan ke Polres Mabar Sejak 2024, Kasus Dugaan Penipuan Yogi Asmaranto Tak Kunjung Diproses, Korban Mengaku Kecewa

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:04 WITA

Wakil Bupati Yuliaus Weng Resmi Buka Turnamen Voli Idul Adha Cup 1447 H di Soknar Golo Mori

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:37 WITA

Bos Asal Surabaya Yogi Asmaranto Diduga Tipu Pengusaha di Labuan Bajo, Bayar Utang Pakai Cek Kosong

Berita Terbaru

error: Content is protected !!