Babak Baru Kasus Dugaan Kajari Medan Peras Kontraktor di Kupang, Jamwas Kembali Periksa Sejumlah Saksi

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Kejaksaan Tinggi NTT (Foto: Dok. Redaksi Flobamor.com)

Gedung Kejaksaan Tinggi NTT (Foto: Dok. Redaksi Flobamor.com)

Flobamor.com– Inspektur III Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pemerasan yang menyeret Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Ridwan Sujana Angsar dan Koordinator Pidana Umum (Pidum) Kejati NTT Noven Verderikus Bulan terhadap kontraktor bernama Hironimus Sonbay alias Roni.
“Tadi saya diperiksa dan dampingi klien kurang lebih 8 jam,” ujar pengacara Roni, Fransisco Bessi, Selasa (30/6/2026).

Fransisco menjelaskan pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun saksi-saksi yang diperiksa, itu di antaranya, Roni, Fransisco, Dominikus Sonbay (ayah Roni) Didik Haryadi Brand, sopir Roni, Lucky Lusi, dan sejumlah saksi lainnya.

Menurut Fransisco, pemeriksaan tersebut dipimpin oleh Inspektur III Jamwas Kejagung, Harli Siregar bersama sejumlah anggotanya. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, semua keterangan para saksi saling berkesesuaian satu sama lainnya.

BACA JUGA:  Kejati NTT Bersama Kejari TTU Musnahkan 11 Juta Batang Rokok yang Diduga Berpita Cukai Palsu

Selain itu, ada pendalaman pemeriksaan dan materi-materi baru yang disampaikan oleh Roni dan Didik, seperti dugaan pemerasan. Hal itu dipastikan sejumlah pihak yang terlibat akan diproses disiplin, kode etik maupun hukuman internal lainnya.

“Jadi dari hasil pemeriksaan dari Aswas Kejati NTT, Jamintel dan Jamwas, semuanya berkesesuaian. Sehingga tidak ada keraguan sedikitpun terkait proses hukum yang sudah berjalan,” jelas Fransisco.

Fransisco menyebut Didik dan Roni juga diberikan izin oleh Rutan Kelas IIB Kupang untuk diperiksa di Kejati NTT. Sehingga dalam pemeriksaan itu, para saksi telah menyampaikan terkait upaya seorang jaksa di Kajari Kota Kupang berinisial WM yang berupaya menyogok Didik dan Roni pada 15 Juni 2026 lalu.

BACA JUGA:  Capaian Kinerja Kejaksaan RI 2025: BPA Pulihkan Aset Negara Hingga Rp 19,65 Triliun

“Jadi uang tersebut dibawa dalam sebuah ransel dan juga bawa surat pernyataan yang ditolak oleh Didik di Rutan Kelas IIB Kupang agar mencabut keterangan pemeriksaan sebelumnya, serta menyatakan pemeriksaan saya dan Roni itu fitnah. Ini yang akan berproses, jika laporan kami tidak benar, kenapa suruh orang untuk suap Didik?,” tegas Fransisco.

Ia mengapresiasi Kajati NTT, Kajagung, Jamwas, dan Jamintel yang telah menangani kasus pemerasan tersebut secara profesional. Hal tersebut sebagai langkah yang maju dalam penanganan perkara yang melibatkan jaksa.

“Kami bersyukur karena laporan yang kami layangkan naik ke inspeksi kasus dan sudah ditindaklanjuti karena selama ini laporan-laporan terkait jaksa-jaksa sebelumnya, itu kan jarang tembus sampai inspeksi kasus,” kata Fransisco.

BACA JUGA:  Dua tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Ruteng Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Tembus Rp1,4 M

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati NTT Anak Agung Raka Putra Dharmana belum merespons konfirmasi terkait pemeriksaan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pemerasan itu sebelumnya terungkap dalam sidang pembacaan nota pledoi atau pembelaan terdakwa Hironimus Sonbay alias Roni di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kupang, Selasa (28/4/2026) malam.

Dalam sidang tersebut, Fransisco menyebut dua jaksa, yakni Ridwan Sujana Angsar dan Noven Verderikus Bulan, diduga meminta uang kepada Roni terkait proyek renovasi SD dan SMP di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Ridwan kini menjabat sebagai Kajari Medan, Sumatera Utara. Sementara Noven bertugas di Kejati NTT.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Prima Jaya Protes Gol Kontroversil GPSL di Babak Penyisihan Messah Cup III, Wasit Utama Akhirnya Buka Suara
Pelatih Prima Jaya Bongkar kebobrokan Ketua Panitia dan Wasit di Turnamen Messah Cup III
Ketua Panitia Messah Cup III Akhirnya Buka Suara soal Polemik Laga Prima Jaya vs GPSL
Kontroversi Messah Cup III! Laga GPSL vs Prima Jaya Berujung Kontroversi, Keputusan Wasit dan Panitia Picu Polemik
Tiga Kali Ricuh, Tokoh Masyarakat Desak Turnamen Messah Cup III Segera Dihentikan
Bertahun Tahun Dilanda Krisis Air Bersih, 1.500 KK Warga Desa Benteng Dewa Berharap Perhatian Bupati Edi Endi
Pelarian Berakhir ! Resmob Polres Mabar Tangkap Pria Asal Makassar yang Membawa Kabur iPhone 17 Pro Max Saat COD
Pelarian Berakhir! Itok Aman, Bos Travel Labuan Bajo Top yang Diduga Tipu Turis Berkali-kali Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:33 WITA

Prima Jaya Protes Gol Kontroversil GPSL di Babak Penyisihan Messah Cup III, Wasit Utama Akhirnya Buka Suara

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Pelatih Prima Jaya Bongkar kebobrokan Ketua Panitia dan Wasit di Turnamen Messah Cup III

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WITA

Ketua Panitia Messah Cup III Akhirnya Buka Suara soal Polemik Laga Prima Jaya vs GPSL

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:56 WITA

Kontroversi Messah Cup III! Laga GPSL vs Prima Jaya Berujung Kontroversi, Keputusan Wasit dan Panitia Picu Polemik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:11 WITA

Tiga Kali Ricuh, Tokoh Masyarakat Desak Turnamen Messah Cup III Segera Dihentikan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!