Tragedi Berdarah di Papua! Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, TNI Diserang Saat Evakuasi Jenazah

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepasang suami istri, yakni Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari suku unaukam tewas ditembak OPM, pada Senin (20/7/2026) (foto: Dok.isth)

Sepasang suami istri, yakni Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari suku unaukam tewas ditembak OPM, pada Senin (20/7/2026) (foto: Dok.isth)

Flobamor.com – Duka menyelimuti Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Tiga warga sipil yang sama sekali tidak terlibat dalam konflik bersenjata harus meregang nyawa setelah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Korban terdiri dari sepasang suami istri, yakni Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Peristiwa tragis ini terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yakuhimo, pada Senin (20/7/2026).

seorang perempuan dari Suku Unaukam Tewas Ditembak OPM di Yakuhimo, Senin (20/7)

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan ketiga warga sipil tersebut diduga menjadi korban aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka.

“Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia dalam aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM pimpinan Kopitua Heluka,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

BACA JUGA:  Polda NTT Siap Amankan Semana Santa 2025, Keamanan dan Kelancaran Ibadah Dipastikan Berjalan Lancar

Peristiwa ini memicu duka dan keprihatinan. Dua korban merupakan pasangan suami istri yang seharusnya dapat menjalani kehidupan bersama, namun harus kehilangan nyawa dalam insiden yang mengguncang masyarakat setempat.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana mencekam di lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut tampak sejumlah pelaku membawa senjata api dan busur panah sambil membentangkan bendera Bintang Kejora. Video itu kemudian viral dan memicu kecaman dari berbagai pihak.

Tragedi Berdarah di Papua! Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, TNI Diserang Saat Evakuasi Jenazah
TNI Diserang Saat Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

TNI Diserang Saat Berupaya Mengevakuasi Korban

Tragedi belum berakhir. Saat prajurit Koops TNI Habema berupaya mengevakuasi jenazah para korban pada Kamis (23/7/2026), tim justru menghadapi ancaman baru.

BACA JUGA:  Klarifikasi Dinkes Mabar Soal Pasien BPJS di Puskesmas Wae Nakeng Disuruh Beli Obat di Apotek

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena medan pegunungan yang berat, cuaca yang tidak menentu, debit sungai yang tinggi, serta situasi keamanan yang masih rawan.

Ketika tim bergerak menuju lokasi jenazah di sekitar Jembatan Kali Ahom, personel mendeteksi keberadaan kelompok bersenjata dan terjadi kontak tembak. Meski demikian, proses evakuasi tetap dilanjutkan setelah situasi berhasil diamankan.

Dua jenazah berhasil dievakuasi ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, satu korban perempuan dari Suku Unaukam masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

BACA JUGA:  Kejagung Raih Predikat WTP 9 Kali Berturut-turut dari BPK

Komnas HAM Kecam Pembunuhan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut mengecam keras pembunuhan terhadap tiga warga sipil tersebut.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian, menegaskan bahwa pembunuhan di luar hukum tidak dapat dibenarkan, siapa pun pelakunya.

“Komnas HAM mengecam tindakan pembunuhan di luar hukum, siapapun pelakunya,” tegas Saurlin.

Peristiwa ini kembali meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Yahukimo. Tiga nyawa warga sipil melayang, termasuk sepasang suami istri yang menjadi korban dalam tragedi tersebut. Di tengah konflik yang masih berlangsung, harapan masyarakat tetap sama: agar warga sipil dapat hidup dengan aman dan terbebas dari kekerasan.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Bertahun Tahun Dilanda Krisis Air Bersih, 1.500 KK Warga Desa Benteng Dewa Berharap Perhatian Bupati Edi Endi
Pelarian Berakhir ! Resmob Polres Mabar Tangkap Pria Asal Makassar yang Membawa Kabur iPhone 17 Pro Max Saat COD
Pelarian Berakhir! Itok Aman, Bos Travel Labuan Bajo Top yang Diduga Tipu Turis Berkali-kali Ditangkap Polisi
Kejati NTT Bersama Kejari TTU Musnahkan 11 Juta Batang Rokok yang Diduga Berpita Cukai Palsu
Rektor Unika Ruteng Ajak BEM Jadi Motor Perubahan, Mahasiswa Diminta Berani Speak Up
Kejati NTT Tahan 3 Tersangka Korupsi Proyek Rehab Sekolah di Kupang, Kerugian Negara Rp5,81 Miliar
Geger! Oknum Kades di Labuan Bajo Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Cegah Korupsi, Kejati NTT Kawal Program Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:24 WITA

Bertahun Tahun Dilanda Krisis Air Bersih, 1.500 KK Warga Desa Benteng Dewa Berharap Perhatian Bupati Edi Endi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:04 WITA

Pelarian Berakhir ! Resmob Polres Mabar Tangkap Pria Asal Makassar yang Membawa Kabur iPhone 17 Pro Max Saat COD

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:59 WITA

Pelarian Berakhir! Itok Aman, Bos Travel Labuan Bajo Top yang Diduga Tipu Turis Berkali-kali Ditangkap Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Kejati NTT Bersama Kejari TTU Musnahkan 11 Juta Batang Rokok yang Diduga Berpita Cukai Palsu

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:42 WITA

Rektor Unika Ruteng Ajak BEM Jadi Motor Perubahan, Mahasiswa Diminta Berani Speak Up

Berita Terbaru

error: Content is protected !!