Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Seminar dan Orasi Ilmiah untuk 1.304 Wisudawan: Gen Z Diajak Siap Hadapi Era Post-Truth

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar Seminar dan Orasi Ilmiah Pra-Wisuda di Aula Santa Maria Asumpta Katedral Ruteng, Kamis (4/12/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WITA ini merupakan pembekalan wajib bagi 1.304 wisudawan sebelum dikukuhkan pada resepsi wisuda, Sabtu (6/12/2025).

Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar Seminar dan Orasi Ilmiah Pra-Wisuda di Aula Santa Maria Asumpta Katedral Ruteng, Kamis (4/12/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WITA ini merupakan pembekalan wajib bagi 1.304 wisudawan sebelum dikukuhkan pada resepsi wisuda, Sabtu (6/12/2025).

Ruteng, Flobamor.com Menjelang prosesi pengukuhan akademik, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar Seminar dan Orasi Ilmiah Pra-Wisuda di Aula Santa Maria Asumpta Katedral Ruteng, Kamis (4/12). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA ini menjadi agenda wajib bagi 1.304 calon wisudawan sebelum mengikuti resepsi wisuda pada Sabtu (6/12).

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa pembuka. Suasana aula tampak khidmat namun penuh antusiasme para peserta yang bersiap memasuki babak baru dalam kehidupan profesional.

Pada sesi pertama, Wakil Rektor I, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus membuka rangkaian seminar. Dalam paparannya, ia menyoroti fenomena era post-truth, di mana emosi dan opini personal sering kali lebih dipercaya dibandingkan data dan bukti ilmiah, apalagi ditopang oleh masifnya penggunaan kecerdasan buatan dan media sosial.

BACA JUGA:  Wakil Gubernur NTT dan Wakil Bupati Alor Tanggung Biayai Kuliah Adriano, Mahasiswa yang Berani Sampaikan Aspirasi ke Mentan

“Ketertarikan terhadap media konvensional semakin merosot. Media sosial kini menjadi sumber informasi utama, namun seringkali tanpa verifikasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam menyikapi kondisi tersebut.

“Kita punya dua pilihan, menjadi bagian dari masalah dengan menyebarkan informasi dangkal dan manipulatif, atau menjadi bagian dari solusi dengan membangun nalar kritis,” tegasnya.

Dr. Marselus juga memberikan apresiasi kepada para pemateri yaitu Dr. Hendrikus Midun, Dr. Ferdinand Hidiearto, dan Dr. Antonius Nesi yang mengambil bagian dalam forum akademik ini.

Mengawali sesi orasi ilmiah, Dr. Antonius Nesi, M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, membawakan materi dengan mengusung tema “Membangun Daya Kritis, Inovatif dan Adaptif Gen Z Menghadapi Era Post-Truth.”

BACA JUGA:  Diduga Korupsi Ratusan Juta Dana Publikasi Media, Pegawai Diskominfo Manggarai Diperiksa Polisi

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa era post-truth membawa tantangan serius terhadap integritas ilmu pengetahuan, keputusan publik, hingga profesionalisme kerja.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus membangun kapasitas berpikir kritis, reflektif, dan adaptif untuk menghadapi manipulasi informasi yang semakin kompleks.

Beberapa poin penting yang ditekankan Dr. Antonius, antara lain:

• Penguatan literasi media dan literasi kritis

• Pengembangan inovasi sosial berbasis data

• Implementasi Outcome-Based Education (OBE) untuk membentuk lulusan yang relevan dengan tantangan zaman

Materi sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. Ferdinand Hidiearto yang membawa pesan inspiratif bagi seluruh peserta. Ia mengibaratkan kaum intelektual sebagai “lilin” yang harus menerangi ruang gelap informasi yang penuh hoaks, manipulasi, dan bias opini.

BACA JUGA:  Bos Agen Travel Labuan Bajo Bebas dari Tahanan Usai Kembalikan Uang Wisatawan Asing Rp85,2 Juta

“Kita tidak perlu menjadi matahari untuk menerangi dunia. Cukup menjadi lilin — tetapi lilin yang tidak padam, yang setia menjaga kebenaran,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seorang sarjana bukan hanya dituntut menguasai pengetahuan, tetapi juga menjaga etika, integritas, dan kebermanfaatan sosial.

Kegiatan seminar dan orasi ilmiah pra-wisuda ini menjadi ruang refleksi akhir bagi para wisudawan sebelum memasuki dunia kerja dan pengabdian masyarakat.

Dengan tema besar era post-truth, para narasumber mengingatkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup, tetapi harus disertai karakter, integritas, dan kemampuan berpikir kritis.

Universitas berharap pembekalan ini dapat memperkuat peran lulusan sebagai agen perubahan yang membawa cahaya di tengah arus informasi yang semakin kompleks.

Berita Terkait

HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan
Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih
Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat
Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT
Potret Pilu Pascagempa NTT: Pasien RSUD Ruteng Terbaring di Jalan, Suasana Rumah Sakit Mencekam
Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB
Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:15 WITA

HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:32 WITA

Gempa M7,7 Guncang NTT, 145 Rumah di Desa Wae Bangka Rusak, Warga Tidur di Tenda Darurat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:43 WITA

error: Content is protected !!