Geger! Puluhan Pekerja THM di Cleopatra Pub Labuan Bajo Positif Sifilis, Penularan IMS Nyasar ke sejumlah LC

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Adrianus Ojo (foto/ist)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Adrianus Ojo (foto/ist)

Labuan Bajo, Flobamor.com — Kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) jenis Sifilis kembali mencuat di Labuan Bajo. Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengonfirmasi adanya temuan puluhan pekerja Tempat Hiburan Malam (THM) yang terinfeksi, termasuk sejumlah Lady Companion (LC) di Cleopatra Pub dan Karaoke yang beralamat di Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Data resmi Dinkes Mabar mencatat, sepanjang tahun 2024 ditemukan 17 kasus Sifilis dari populasi pekerja THM. Angka itu kembali bertambah dengan 9 kasus baru hingga November 2025, sehingga total temuan mencapai 26 kasus dalam rentang kurang dari dua tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, mengatakan, temuan tersebut berasal dari kegiatan Mobile VCT (Voluntary Counselling and Testing) yang digelar secara berkala setiap tiga bulan.

BACA JUGA:  Kasus Pencurian Hasil Bumi di Lahan Milik Warga Rempo Lembor Semakin Marak, Warga Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

“Dari hasil skrining Mobile VCT di seluruh pekerja THM di wilayah Puskesmas Labuan Bajo, ditemukan 17 kasus pada 2024 dan tambahan 9 kasus tahun ini,” jelasnya kepada wartawan.

Meski temuan Sifilis cukup tinggi, Ojo memastikan tidak ada kasus HIV positif dari kelompok pekerja THM tersebut. Kasus HIV, katanya, masih lebih banyak ditemukan pada kelompok lainnya, seperti pasangan positif, Lelaki Seks Lelaki (LSL), dan populasi masyarakat umum.

BACA JUGA:  Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap 47 Nama Terlibat Korupsi MBG, Ada Politisi Besar Terseret!

Dalam keterangannya, Ojo mengapresiasi sejumlah pengelola Tempat Hiburan Malam (THM) yang kooperatif mengikuti pemeriksaan kesehatan berkala. Namun, salah satu lokasi usaha justru menjadi sorotan.

“Cleopatra Pub dan Karaoke belum mengajukan permohonan Sertifikat Laik Sehat (SLS). Sampai saat ini juga belum dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan,” tegasnya.

Sertifikat Laik Sehat merupakan persyaratan wajib berdasarkan Permenkes Nomor 14 Tahun 2021, untuk memastikan fasilitas usaha memiliki standar kebersihan dan sanitasi yang layak, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin bagi pekerjanya.

Ketiadaan SLS pada salah satu pusat hiburan populer di Labuan Bajo ini dinilai berisiko memperbesar penyebaran IMS di kalangan wisatawan maupun masyarakat lokal, terlebih dengan status Labuan Bajo sebagai kawasan pariwisata super prioritas.

BACA JUGA:  Bos PT Surya Sejati Bantah Tuduhan Tampung Solar Ilegal, Klaim BBM Dibeli dari Lelang Resmi Kejaksaan

Temuan total 26 kasus Sifilis ini menjadi peringatan keras bagi pengelola usaha hiburan malam agar lebih disiplin mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin dan segera mengurus Sertifikat Laik Sehat.

Dinas Kesehatan menegaskan akan memperketat pemantauan dan menggencarkan edukasi pencegahan IMS, terutama di sektor hiburan malam yang memiliki tingkat interaksi berisiko tinggi.

“Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia tak hanya membutuhkan fasilitas modern, tetapi juga jaminan kesehatan publik yang aman bagi wisatawan, pekerja, dan masyarakat loka,” tandasnya.

Berita Terkait

Kongres XXXIV PMKRI Resmi Dibuka di Ruteng, Ukir Sejarah Baru Setelah 79 Tahun Perjalanan Organisasi
Kebakaran di Manggarai Barat Terus Meningkat, Damkar Hanya Andalkan Satu Mobil Pemadam, Kasat Pol PP Ungkap Fakta Mengejutkan
Bambu Asal Manggarai Barat Resmi Menembus Pasar Dunia, 15 Ribu Batang Diekspor ke Polandia
KPK Sita Uang Tunai hingga Mobil Alphard, Total Aset Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat
Breaking News! Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang dari Sejumlah Proyek
Spanyol Juara Piala Dunia! Gol Ferran Torres di Menit ke-116 Hancurkan Mimpi Argentina
Viral! Dua Warga NTT Teken Surat Perjanjian Final Piala Dunia 2026, Tanah dan 18 Ekor Sapi Senilai Rp 215 Juta Jadi Taruhan
Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:27 WITA

Kongres XXXIV PMKRI Resmi Dibuka di Ruteng, Ukir Sejarah Baru Setelah 79 Tahun Perjalanan Organisasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:17 WITA

Kebakaran di Manggarai Barat Terus Meningkat, Damkar Hanya Andalkan Satu Mobil Pemadam, Kasat Pol PP Ungkap Fakta Mengejutkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:43 WITA

Bambu Asal Manggarai Barat Resmi Menembus Pasar Dunia, 15 Ribu Batang Diekspor ke Polandia

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:46 WITA

KPK Sita Uang Tunai hingga Mobil Alphard, Total Aset Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 20:34 WITA

Breaking News! Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang dari Sejumlah Proyek

Berita Terbaru

error: Content is protected !!