Kebakaran di Manggarai Barat Terus Meningkat, Damkar Hanya Andalkan Satu Mobil Pemadam, Kasat Pol PP Ungkap Fakta Mengejutkan

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP Manggarai Barat) Yeremias Ontong, Sp (Foto: Dok.Redaksi Flobamor.com)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP Manggarai Barat) Yeremias Ontong, Sp (Foto: Dok.Redaksi Flobamor.com)

Flobamor.com– Ancaman kebakaran di Kabupaten Manggarai Barat terus menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Data Bidang Penanggulangan Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat jumlah kejadian kebakaran naik dari 12 kasus pada 2024, menjadi 23 kasus sepanjang 2025, dan hingga pertengahan Juli 2026 telah mencapai 15 kasus.

Di balik meningkatnya jumlah kebakaran tersebut, petugas pemadam kebakaran harus berjuang tanpa lelah dengan berbagai keterbatasan.

Saat ini, Damkar Manggarai Barat hanya mengandalkan satu unit mobil pemadam, satu unit mobil suplai air, serta 20 personel khusus untuk melayani wilayah yang sangat luas.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manggarai Barat (Kasatpol PP) Yeremias Ontong, mengakui peningkatan kejadian kebakaran menjadi tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah daerah.

“Sepanjang tahun 2026 kami melihat adanya peningkatan kejadian kebakaran dibandingkan tahun sebelumnya. Kebakaran tidak hanya menghanguskan rumah warga, tetapi juga lahan, bangunan usaha hingga fasilitas lainnya. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena mengancam keselamatan masyarakat dan menimbulkan kerugian yang besar,” kata Yeremias saat diwawancarai Redaksi Flobamor.com di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan data resmi Bidang Penanggulangan Kebakaran, sepanjang 2024 tercatat 12 kejadian kebakaran, terdiri dari enam kebakaran lahan kering, tiga rumah, satu rumah kos, satu hotel, dan satu kios.

Memasuki 2025, jumlah kejadian hampir dua kali lipat menjadi 23 kasus. Sebanyak 11 di antaranya merupakan kebakaran lahan, 11 kebakaran bangunan, serta satu kebakaran kapal di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Tahun tersebut juga mencatat 52 korban dan 224 warga terdampak.

Sementara hingga pertengahan Juli 2026, petugas telah menangani 15 kejadian kebakaran, terdiri atas enam kebakaran bangunan atau rumah, enam kebakaran lahan, dan tiga kejadian lainnya seperti kebakaran kendaraan, kapal, serta fasilitas umum. Dari seluruh kejadian tersebut tercatat 20 korban dan 44 warga terdampak.

Yeremias menjelaskan bahwa kebakaran lahan terbuka mulai mendominasi ketika musim kemarau tiba.

“Untuk tahun 2026 ini, kebakaran lahan terbuka tercatat enam kejadian dan kebakaran rumah juga enam kejadian. Kebakaran lahan paling banyak terjadi di wilayah Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, sedangkan kebakaran rumah tersebar di beberapa lokasi namun mayoritas juga berada di Labuan Bajo,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tragedi Maut Wisata Cunca Wulang: Jenazah Dua Turis Austria Dikremasi di Bali

Selama musim kemarau, kata Yeremias, kawasan perbukitan di Labuan Bajo menjadi lokasi yang paling rawan dilanda kebakaran.

“Pada 11 Juni 2026, kebakaran melanda sekitar 19 hektare lahan di Bukit Silvia. Beberapa hari kemudian api kembali membakar kawasan utara Plataran Resort hingga Mohini Resort dengan luas sekitar 11 hektare, disusul kebakaran di Bukit Amelia,” jelas Yeremias.

Ia mengisahkan, Peristiwa terbesar terjadi pada 15 Juli 2026, ketika sekitar 100 hektare lahan di kawasan bukit sebelah utara Plataran Resort hingga Bukit Keranga terbakar. Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan permukiman dan objek wisata.

Menurut Yeremias, penyebab kebakaran lahan diduga beragam.

“Ada yang memang diduga disengaja, ada juga karena kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah yang tidak diawasi, bahkan kondisi cuaca yang sangat panas dan vegetasi yang kering membuat api sangat mudah menyebar,” jelasnya.

Sementara untuk kebakaran bangunan, penyebab yang paling sering ditemukan adalah korsleting atau hubungan arus pendek listrik, selain faktor kelalaian penggunaan api saat memasak maupun aktivitas lainnya.

Di tengah meningkatnya jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Manggarai Barat, kondisi sarana dan prasarana Pemadam Kebakaran (Damkar) masih jauh dari kata ideal. Saat ini, petugas Damkar hanya mengandalkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk melayani seluruh wilayah Kota Labuan Bajo dan sekitarnya.

Keterbatasan tersebut menjadi tantangan besar bagi petugas, terutama ketika terjadi kebakaran di lokasi yang berjauhan atau saat dua peristiwa kebakaran terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Dengan cakupan wilayah yang luas, satu armada dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan pemadaman secara optimal.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Setiap ada laporan masyarakat, personel langsung bergerak ke lokasi. Namun, jujur saja, dengan kondisi saat ini kami baru mampu melayani secara maksimal wilayah manajemen kebakaran di Labuan Bajo,” ungkap Yeremias.

BACA JUGA:  Konflik Sengketa Tanah di Labuan Bajo: Dari Warisan Adat 1983, Berujung di Meja Hijau

Untuk menjangkau daerah yang lebih jauh, Damkar selama ini mendapat dukungan dari berbagai instansi.

“Kami sangat terbantu oleh Polri, BPBD, Brimob, TNI Angkatan Laut, TNI AD, PDAM, hingga pemilik mobil tangki air dan sejumlah hotel di Labuan Bajo yang menyediakan suplai air saat terjadi kebakaran,” katanya.

Brimob bahkan menyediakan water cannon, sementara TNI AL membantu mobil tangki air dan personel. Sejumlah hotel juga memberikan akses sumber air serta bantuan informasi ketika muncul titik api di kawasan wisata.

Keterbatasan Personel dan Armada
Menurut Yeremias, jumlah personel saat ini masih sangat jauh dari kebutuhan ideal.

“Kalau berdasarkan hasil kajian, kami membutuhkan sekitar 150 personel dan sedikitnya 10 unit mobil pemadam agar pelayanan bisa menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat,” jelasnya.

Armada tersebut nantinya diharapkan dapat ditempatkan di sejumlah wilayah strategis seperti Labuan Bajo, Lembor, Kuwus, dan Boleng, sehingga waktu respons terhadap kebakaran dapat dipersingkat.

“Kami juga merencanakan satu armada siaga di Lembor karena kawasan Wae Nakeng dan sekitar pasar Lembor cukup rawan terjadi kebakaran,” tambahnya.

Kabar baiknya, pada 26 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dijadwalkan menyerahkan bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air guna memperkuat pelayanan. Selain itu, delapan personel Damkar juga akan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Balai Diklat Satpol PP dan Damkar di Bogor.

Selain armada dan personel, persoalan lain yang dihadapi Damkar adalah belum tersedianya sumber air khusus.

“Kami belum memiliki sumber air sendiri. Selama ini kami mengambil air dari sumur bor milik masyarakat maupun pihak lain yang sudah bekerja sama dengan kami. Ada juga hotel yang menyediakan air dan mobil suplai ketika terjadi kebakaran,” ujar Yeremias.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman di beberapa lokasi membutuhkan waktu tambahan, terutama jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air.

Petugas Damkar menargetkan waktu respons sekitar 15 menit untuk tiba di lokasi kebakaran. Namun, target tersebut umumnya hanya dapat dicapai untuk kejadian di wilayah perkotaan. Sementara itu, kebakaran yang terjadi di daerah yang jauh dari pusat kota membutuhkan waktu tempuh lebih lama karena dipengaruhi oleh jarak, kondisi medan, dan akses jalan menuju lokasi.

BACA JUGA:  Kisruh Tanah TPA Warloka: Pinjaman Berujung Sengketa, Dua Versi yang Bertolak Belakang

Tidak hanya itu, Satpol PP dan Damkar terus menggencarkan patroli dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah supaya tidak terjadi kebakaran.

Sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran rutin dilakukan di sekolah, puskesmas, rumah sakit, hotel, kantor pemerintahan, PLN, apotek, hingga desa-desa.

“Tahun ini kami akan memperluas sosialisasi ke Lembor, Boleng, Pacar, dan tetap di Labuan Bajo. Edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami cara mencegah dan menangani kebakaran sejak dini,” katanya.

Selain edukasi, patroli rutin di kawasan rawan kebakaran lahan juga akan ditingkatkan selama musim kemarau, disertai penguatan koordinasi bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, desa, dan berbagai pihak lainnya.

Yeremias mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, pengelola hotel, resort, restoran, maupun tempat usaha lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

“Jangan pernah menganggap remeh titik api sekecil apa pun, apalagi saat cuaca panas dan angin kencang. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan membakar sampah tanpa pengawasan, dan pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau melihat adanya kebakaran, segera hubungi Call Center Damkar Manggarai Barat di nomor 0851-3440-7380.”

Mengakhiri wawancara, Yeremias mengajak seluruh masyarakat menjaga Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata dunia dari ancaman kebakaran.

“Mari kita jaga bersama Labuan Bajo dan seluruh wilayah Manggarai Barat agar tetap aman dari kebakaran. Sebab, kebakaran bukan hanya merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu keberlangsungan usaha serta mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia.” tutup Yeremias.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Bambu Asal Manggarai Barat Resmi Menembus Pasar Dunia, 15 Ribu Batang Diekspor ke Polandia
KPK Sita Uang Tunai hingga Mobil Alphard, Total Aset Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat
Breaking News! Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang dari Sejumlah Proyek
Spanyol Juara Piala Dunia! Gol Ferran Torres di Menit ke-116 Hancurkan Mimpi Argentina
Viral! Dua Warga NTT Teken Surat Perjanjian Final Piala Dunia 2026, Tanah dan 18 Ekor Sapi Senilai Rp 215 Juta Jadi Taruhan
Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026
Dampak Kebijakan Pemerintah dan Kenaikan BBM, Harga Bahan Pokok Melambung, Pedagang Pasar Lembor Menjerit
Lagi-Lagi Prabowo Sedih! Banyak Pejabat Ambruk dan Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:17 WITA

Kebakaran di Manggarai Barat Terus Meningkat, Damkar Hanya Andalkan Satu Mobil Pemadam, Kasat Pol PP Ungkap Fakta Mengejutkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:43 WITA

Bambu Asal Manggarai Barat Resmi Menembus Pasar Dunia, 15 Ribu Batang Diekspor ke Polandia

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:46 WITA

KPK Sita Uang Tunai hingga Mobil Alphard, Total Aset Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 20:34 WITA

Breaking News! Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang dari Sejumlah Proyek

Senin, 20 Juli 2026 - 07:20 WITA

Spanyol Juara Piala Dunia! Gol Ferran Torres di Menit ke-116 Hancurkan Mimpi Argentina

Berita Terbaru

error: Content is protected !!